Maket kediaman pemimpin Alqaidah, Ayman al-Zawahri, dipajang di Museum CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat, Sabtu (24/9). | Kevin Wolf/AP

Internasional

Museum CIA, Tempat Aneka Rahasia Disimpan

Museum CIA juga menyertakan beberapa informasi tentang momen gelap CIA.

OLEH RIZKY JARAMAYA

Begitu banyak artefak yang mampu mengubah dunia, disimpan di museum ini. Namun uniknya, pintunya tertutup rapat, tak sembarang pengunjung dapat memasukinya. Laman BBC bahkan menulis, ini mungkin museum paling eksklusif di dunia.

Inilah museum milik badan pusat intelijen Amerika Serikat (AS) atau dikenal sebagai Central Intelligence Agency (CIA). Lokasinya berada di dalam markas besar CIA di Langley, Virginia, AS.

Di sinilah senjata Usamah bin Ladin berada, yang ditemukan saat ia dibunuh dalam sebuah operasi rahasia. Di museum ini pula terdapat jaket kulit milik pemimpin Irak, Saddam Hussein.

Museum ini tertutup untuk umum dan akses umumnya terbatas pada karyawan dan tamu agensi. Pada Sabtu (24/9), CIA mengizinkan jurnalis untuk mengunjungi museum yang baru saja direnovasi pada saat peringatan 75 tahun badan intelijen tersebut. Ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menampilkan sejarah dan pencapaian CIA.

photo
Senapan AK-47 dan sejumlah kepemilikan pribadi milik Usama bin Ladin yang ditemukan di Abottabad, Paksitan, ditampilkan di Museum CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat, Sabtu (24/9). - (Kevin Wolf/AP)

Sebagian besar pameran membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk bisa dirilis atau diungkap kepada publik. Salah satu artefak yang dipamerkan adalah model rumah persembunyian mendiang pemimpin Alqaidah, Ayman al-Zawahri. Maket itu menunjukkan rumah berdinding putih dengan setidaknya lima lantai dan tiga balkon yang sebagian tertutup.

Maket rumah al-Zawahiri adalah artefak langka yang telah digunakan oleh petugas intelijen. Model rumah tersebut digunakan untuk memberikan gambaran kepada Presiden Joe Biden tentang keberadaan al-Zawahiri sebelum CIA membunuhnya dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan.

Al-Zawahiri tewas pada akhir Juli, atau hampir setahun setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan untuk mengakhiri invasi dua dekade di negeri itu. Invasi digelar dua pekan sejak serangan besar 11 September 2001 silam di AS.

Serangan pesawat tak berawak itu sangat berarti bagi CIA. Mereka kehilangan tujuh anggotanya ketika berupaya menemukan al-Zawahiri. Tujuh anggota CIA terbunuh ketika seorang dokter yang berpura-pura memiliki informasi tentang al-Zawahiri, malah melakukan bom bunuh diri pada 2009 di Khost, Afghanistan. Dokter itu diketahui bekerja untuk Alqaidah.

photo
Senapan AK-47 berlapis emas milik pimpinan Irak Saddam Hussein ditampilkan di Museum CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat, Sabtu (24/9). - (Kevin Wolf/AP)

Tujuh bintang untuk menghormati anggota CIA yang terbunuh di Khost, dipajang di dekat maket rumah persembunyian al-Zawahiri. Bintang-bintang itu sebelumnya merupakan bagian dari tugu peringatan di Afghanistan yang diturunkan saat AS mundur.

Artefak lain yang baru terungkap termasuk gambar konsep untuk film berjudul "Argo". Film itu menjadi tameng untuk operasi pada 1980 untuk menyelamatkan diplomat Amerika dari Iran. Film tersebut kemudian akhirnya diproduksi oleh Hollywood lalu dirilis pada 2012 dan dibintangi Ben Affleck.

Museum CIA juga menyertakan beberapa informasi tentang momen-momen gelap badan intelijen tersebut. Salah satunya peran CIA yang menyebarkan informasi bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal sebelum invasi AS pada 2003. Namun, informasi itu tidak dapat diverifikasi.

 
Museum CIA juga menyertakan beberapa informasi tentang momen-momen gelap badan intelijen tersebut.
 
 

Wakil Direktur Museum CIA, Janelle Neises, mengatakan, lelucon badan intelijen tersebut tentang koleksi museum adalah "museum terbesar yang tidak akan pernah Anda lihat."  Jumlah pengunjung tahunan museum tidak pernah disebutkan.  Di antara tamu yang mengunjungi museum adalah anggota parlemen AS, petugas dari badan penegak hukum dan intelijen lainnya, serta pejabat asing.

CIA ingin lebih terbuka kepada publik, dengan mengungkapkan sejumlah sejarah badan intelijen tersebut. Staf CIA telah mengunggah beberapa dari sekitar 600 pameran museum di media sosial. Belum lama ini CIA memulai podcast dengan Burns sebagai tamu pertamanya.

"Tujuan utama museum ini adalah untuk memperkuat pelajaran dari keberhasilan dan kegagalan badan (intelijen)," kata Neises. 

Ibnu Sina, Sang Pangeran Para Dokter

Ibnu Sina melalui berbagai dinamika politik, tanpa meninggalkan praksis seorang ilmuwan besar.

SELENGKAPNYA

Menumbuhkan Kesadaran Bermedia Sosial yang Beradab

Maraknya konten destruktif tak lepas dari lemahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan bermedia sosial

SELENGKAPNYA

Pesantren dengan Program Ekstrakurikuler Perkebunan

Agrosantri mengarahkan santri belajar mengelola perkebunan dan mengembangkan wirausaha

SELENGKAPNYA