Empat Puluh Hari Sebelum Mati

Empat puluh hari setelah pesan bapak itu, saat kabut tipis perlahan mendera dan gerimis turun pada dentang empat senja.

Insomnia

Puisi-puisi Abdullah Muzi Marpaung dan Yusran Arifin

Kopiah Hitam Bapak

Jadi, terasa naif bila Bapak memintaku pulang. Sungguh, aku suka Jakarta. Jakarta memberiku segalanya. Nama, popularitas, kedudukan, uang.

Terompah

Perempuan tua terus berjalan. Di kepalanya hanya terngiang sang cucu yang terus merengek meminta sepeda.