Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (bawah) menyampaikan pidato kebangsaan saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Nasional

‘Prabowo Jaga Basis Suara Umat Islam’

Kecenderungan Prabowo pada Pilpres 2024 adalah mendekati basis massa Islam tradisional.

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Jumat (24/9), melakukan silaturahim atau sowan dengan sembilan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang didirikan KH Chudlori yang kini diasuh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Menurut, pengamat politik M Qodari, kunjungan Prabowo ke para kiai sepuh NU sebagai bentuk strategi menjaga basis suara umat islam. “Ini memperlihatkan arah baru untuk segmentasi atau basis politik yang dituju, kita tahu pada 2014 dan 2019 arahnya itu dengan tokoh-tokoh Islam di PA 212 dengan FPI, tetapi pada hari ini kecenderungannya kepada tokoh-tokoh NU, baik di Jawa Tengah dan nanti kiai-kiai NU di wilayah lain,” kata Qodari, di Jakarta, Ahad (25/9).

Direktur Eksekutif Indo Barometer itu menyatakan, upaya yang dilakukan Prabowo merupakan langkah tepat. Karena, Qodari melanjutkan, NU merupakan organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia dengan jumlah pengikut sebanyak 30-40 persen penduduk Muslim di Tanah Air.

“Menurut saya, salah satu arah atau strategi baru yang penting dari Pak Prabowo bahwa beliau itu tetap dekat atau mempertahankan basis Islamnya tetapi arahnya lebih kepada Islam tradisional,” jelasnya.

photo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri depan) dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan depan) beserta jajaran petinggi partai saat melakukan pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (4/9/2022). - (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp..)

"Kalau survei dari dulu sampai sekarang konsisten karena survei itu nggak pernah di bawah 33 persen atau sepertiga dari Islam itu adalah NU, bahkan bisa mencapai 40 persen. Jadi menurut saya ini bisa menjadi game changer untuk Pak Prabowo pada 2024,” imbuh Qodari.

Saat menemui sembilan kiai sepuh berlatar belakang NU, Prabowo didampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Muhaimin mengatakan, pihaknya dan Partai Gerindra sepakat memperluas koalisi dengan membuka diri bagi partai politik lain untuk bergabung dengan Kebangkitan Indonesia Raya.

"PKB dan Gerindra sepakat membuka diri bagi partai politik lain bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya," kata Muhaimin, Sabtu (24/9).

Terkait calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung, Muhaimin mengatakan, hal itu masih bisa dibicarakan lebih lanjut karena pilpres masih lama, yaitu pada 14 Februari 2024. Namun, dia menegaskan, hasil Muktamar PKB di Bali pada 2019 lalu telah memutuskan dirinya maju sebagai capres dalam Pilpres 2024.

"Terkait capres cawapres akan dibicarakan lagi. Saat ini, kami konsentrasi memperluas dukungan, terutama masyarakat, memperkuat barisan, dan menambah jumlah partai bergabung," katanya.

Adapun, Prabowo saat mendatangi Pondok Pesantren Api Asri Syubbanul Wathon Tegalrejo, mengajak santri dan santriwati untuk terus belajar demi bangsa Indonesia. Ia menegaskan, tidak mungkin dirinya akan melupakan sumbangsih pesantren bagi bangsa dan negara.

"Saya kira tidak mungkin Prabowo lupa dengan pesantren. Saya dari dulu Prabowo selalu dekat sama pak kiai, karena Prabowo dulu prajurti pasukan tempur yang harus brangkat ke medan pertempuran," ujar Prabowo.

"Mudah-mudahan saya tidak akan lupa, mudahan-mudahan saya mumpuni, mudah-mudahan saya termasuk golongan yang mumpuni, golongan yang tidak akan lupa (dengan pesantren), mudah-mudahan saya termasuk golongan yang setia kepada rakyat Indonesia," sambungnya.

Ia pun menanamkan optimisme kepada para santri tentang bagaimana menjaga kekayaan Indonesia dengan Ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia menempati urutan ke-16 terbesar di dunia.

"Kita bersyukur karena karunia yang maha kuasa, tapi kita juga harus bersyukur bahwa kita punya pemerintah yang andal, pemerintah yang capable, harus diakui," ujar Prabowo. 

Ibnu Sina, Sang Pangeran Para Dokter

Ibnu Sina melalui berbagai dinamika politik, tanpa meninggalkan praksis seorang ilmuwan besar.

SELENGKAPNYA

Mahasiswa dan Pandangan Dunia Islam

Pandangan-dunia Islam itu berarti cara pandang seorang yang terbentuk oleh totalitas ajaran Islam.

SELENGKAPNYA

Hatta dan Kawan-Kawan Ditangkap karena Dianggap Tiru Komunis

Penangkapan Hatta dan kawan-kawan itu rupanya ulah licik dan ngawur dari Westenink.

SELENGKAPNYA