vp,,rm
Kompleks makam Ibnu Sina di Hamadan, Iran. Ilmuwan yang disebut Avicenna oleh masyarakat Barat itu ahli terutama dalam bidang ilmu kedokteran dan filsafat. | DOK WIKIPEDIA

Tema Utama

Al Qanun Fit-Tibb, Karya Ibnu Sina yang Jadi Rujukan Dunia

Buku Ibnu Sina ini merupakan salah satu buku teks kedokteran yang paling populer yang pernah ada

Dunia mengenalnya dengan Ibnu Sina dengan nama Avicenna. Ia merupakan tokoh besar dunia yang berkontribusi besar terhadap ilmu kedokteran. Banyak karya luar biasa yang dibuat ilmuwan kelahiran Afshana, dekat Bukhara, Turkistan (kini dikenal dengan nama Uzbekistan).

Namun mahakarya yang mengharumkan namanya adalah sebuah buku di bidang kedokteran yang berjudul Al Qanun Fit-Tibb atau Code of Laws in Medicine.

Buku Ibnu Sina ini merupakan salah satu buku teks kedokteran yang paling populer yang pernah ada. Isinya sangat lengkap dan mendetail. Dalam buku ini, Ibnu Sina menuliskan semua dokumen dan referensi ilmu pengetahuan di bidang medis. Banyak pakar menyebut, karyanya sangat konprehensip, layaknya buku teks kedokteran modern. 

Dalam bukunya, ia mengklasifikasi jenis penyakit, penyebabnya, epidemologinya, gejala dan tanda-tandanya, serta cara mengatasinya. Karena sedemikian terstruktur dan lengkapnya inilah, tak heran kalau kemudian karyanya tersebar ke berbagai belahan dunia dan dipelajari baik oleh dunia Islam maupun dunia barat.

photo
Ibnu Sina merupakan salah seorang ilmuwan genius dalam sejarah Islam. Ia menulis The Canon Qanun fii al-Thibb dan Kitab asy-Syifaa. - (DOK WIKIPEDIA)

Di dunia Barat, karya Ibnu Sina bisa dikenal berkat jasa Gerard dari Cremona yang menerjemahkannya di abad ke 15. Setelah itu, buku ini menjadi buku wajib mahasiswa di bidang kedokteran. Bahkan menurut jurnal UNESCO yang dirilis oktober 1980, buku ini tetap dipergunakan di Universitas Brussel hingga tahun 1909.

Risalah Al Qanun Fit-Tibb terdiri dari lima buku. Yang pertama berisi pembahasan prinsip kedokteran umum, yang kedua soal materia medica, dan tema buku ketiga soal penyakit yang menimpa anggota tubuh tertentu. Buku keempat, membahas penyakit yang tidak spesifik menimpa tubuh (seperti demam), termasuk juga membahas kecelakaan yang menimbulkan trauma antara lain patah tulang. Sementara buku kelimanya membahas soal formula obat-obatan dan bagaimana meraciknya.

Dari lima pembahasan dalam buku ini, Ibnu Sina sangat terobsesi terhadap bukunya yang keempat. Buku ini khusus membahas tentang patah tulang, dan saking terobsesinya, Ibnu Sina memberikan penjelasannya dengan sangat lengkap ke dalam dua buku karyanya.

Buku pertama berjudul Patah Tulang secara Umum dan membahas penyebab patah tulang, tipe-tipenya, bentuk, dan metode pengobatan, dan komplikasi patah tulang. Sementara buku kedua berjudul Patah Tulang Terpisah dimana isinya menjelaskan karakteristik spesial tentang patah tulang pada tulang berbeda.

Dalam buku ini, Ibnu Sina juga menjelaskan faktor apa saja yang bisa memperlambat penyembuhan patah tulang ini. Ia menyebutkan faktor-faktirnya seperi kurang eratnya pemakaian belat di lokasi tulang yang patah, aktivitas yang berlebihan, kekurangan darah (anemia), dan adanya penyakit di dalam tubuh.

photo
Cover Islam Digest Edisi Ahad 18 September 2022. Ibnu Sina Sang Cendekia - (Islam Digest/Republika)

Ia juga menjelaskan patah tulang yang dialami anak-anak sembuh lebih cepat daripada yang dialami oleh orang dewasa. Bahkan untuk ini, ia melakukan estimasi masa penyembuhannya. Misalnya, ia menjelaskan masa yang dibutuhkan untuk menyembuhkan patah tulang hidung adalah 10 hari, tulang rusuk 20 hari, lengan bawah 30 hingga 40 hari, dan tulang paha butuh waktu 50 hingga 120 hari.

Dalam risalah keduanya, Ibnu Sina menjelaskan secara detail patah tulang pada anggota tubuh tertentu. Diantaranya adalah patah tulang tengkorak, patah tulang rahang, patah tulang hidung, patah tulang bahu, patah tulang selangka, dan patah tulang dada. Bagian tubuh lain yang dibahas adalah patah tulang rusuk, tulang belakang, lengan atas dan kaki depan, lengan bawah, pergelangan tangan, jari tangan, pinggul, paha, tempurung lutut, tulang talus, dan patah tulang calcaneus.

Dengan karya-karyanya Ibnu Sina dianggap sebagai bapak kedokteran modern. Karya-karyanya selalu dibandingkan dengan karya ilmuwan kedokteran lainnya, yaitu Galen.

photo
Ibnu Sina - (DOK Wikipedia)

Karena kontribusinya yang luar biasa, banyak negara kemudian merayakan hari jadinya. Bahkan di tahun 1980, UNESCO mengundang seluruh negara untuk memperingati perayaan seribu tahun pasca kelahirannya. Ilmuwan yang lahir di tahun 980 dan wafat di tahun 1037 ini bukan hanya meguasai ilmu kedokteran saja. Ia juga dikenal sebagai salah satu filsuf terbesar Islam.

Di semua bidang, Ibnu Sina menghasilkan 276 karya. Sayangnya hampir semua karyanya musnah, kecuali 68 buku yang kini tersimpan di berbagai perpustakaan di Barat.

Karya Ibnu Sina terbagi atas 43 buku kedokteran, 24 buku filsafat, 26 buku fisika, 31 buku teologi, 23 buku psikologi, 15 buku matematika, 22 buku logika, dan lima buku di bidang interpretasi Alquran. Di luar bidang itu, ia juga banyak menulis buku tentang musik, percintaan, pertapaan, dan juga cerita-cerita.

Disadur dari Harian Republika, 12 Mei 2006

Gagasan Filsafat Ibnu Sina

Ibnu SIna termasuk kalangan filsuf Muslim peripatetik dan pendukung teori emanasi.

SELENGKAPNYA

Ibnu Sina, Sang Pangeran Para Dokter

Ibnu Sina melalui berbagai dinamika politik, tanpa meninggalkan praksis seorang ilmuwan besar.

SELENGKAPNYA

Terapi Hati dan Jiwa

Barangsiapa yang terjangkit penyakit tamak, niscaya ia binasa di tengah sahara kerakusan.

SELENGKAPNYA