Seorang gadis muda Palestina yang terluka akibat serangan udara Israel di sekolah Dar al-Arqam, dibawa untuk dirawat di Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza, pada Kamis, 3 April 2025. | AP Photo/Jehad Alshrafi

Internasional

Kegilaan Israel, Bunuh Anak-Anak di Pengungsian

Israel bombardir sejumlah sekolah tempat mengungsi di Gaza.

GAZA –  Dalam salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada Kamis (3/4/2025). Serangan udara Israel sengaja menargetkan sekolah-sekolah yang menjadi tempat penampungan warga sipil yang mengungsi di Gaza.

Eskalasi terbaru terjadi saat pengeboman Sekolah Fahd Al-Sabah pada Kamis (3/4/2025) malam, membunuh sedikitnya empat orang dan melukai lebih banyak lagi.  Sekolah yang menampung ratusan pengungsi Palestina ini menjadi fasilitas pendidikan kedua yang diserang dalam beberapa jam oleh Israel pelaku genosida di Gaza. Sumber medis mengkonfirmasi bahwa jenazah keempat korban dibawa ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di tengah-tengah meningkatnya jumlah korban.

Serangan udara Israel di Gaza sejak kemarin telah menewaskan sedikitnya 112 orang, 71 di antaranya di Kota Gaza di utara. Setidaknya 33 warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, syahid dan lebih dari 100 lainnya terluka kemarin sore dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah sekolah yang menampung pengungsi di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menyerang Sekolah Al-Arqam, yang menampung keluarga pengungsi, dengan tiga rudal. 

Sekolah itu menampung ratusan pengungsi Palestina, banyak di antara mereka yang tiba dalam beberapa hari terakhir dari daerah seperti Shujaya di wilayah timur dan bagian lain Kota Gaza. Banyak yang tewas di tempat, sementara yang lainnya meninggal karena luka-luka saat diangkut dengan ambulans atau kendaraan sipil ke Rumah Sakit al-Ahli.

Beberapa meninggal karena pendarahan hebat dan luka bakar. Di antara mereka yang tewas, lebih dari 10 orang adalah anak-anak. Tragedi ini sekali lagi menggarisbawahi bahwa “zona aman” yang digambarkan Israel sama sekali tidak berarti apa-apa.

photo
Seorang anak Palestina yang terluka akibat serangan udara Israel di sekolah Dar al-Arqam, dibawa untuk dirawat di Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza, pada Kamis, 3 April 2025. - (AP Photo/Jehad Alshrafi)

Seorang juru bicara penyelamat darurat Gaza mengatakan kepada Aljazirah bahwa komunitas internasional harus segera turun tangan untuk menghentikan tentara Israel membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua setelah serangan terhadap tempat penampungan sipil.

"Ini bukan hanya pembantaian, ini kegilaan Israel. Gila sekali melakukan pembantaian terhadap anak-anak dan perempuan yang tinggal di tempat penampungan, Sekolah Dar al-Arqam, di mana dua bangunannya menjadi sasaran langsung pasukan Israel," ujarnya.

"Apa yang terjadi di sini adalah peringatan bagi seluruh dunia. Perang dan pembantaian terhadap perempuan dan anak-anak ini harus segera dihentikan. Anak-anak dibunuh dengan darah dingin di sini di Gaza."

Wilayah selatan juga tidak luput dari serangan Israel. Di kota selatan Khan Younis, para pejabat mengatakan 14 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Nasser – sembilan di antaranya berasal dari keluarga yang sama. Korban tewas termasuk lima anak-anak dan empat wanita.

Jenazah 19 orang lainnya – termasuk lima anak berusia antara satu dan tujuh tahun dan seorang wanita hamil – dibawa ke Rumah Sakit Eropa dekat Khan Younis, kata pejabat rumah sakit. Serangan menewaskan empat orang lagi di Khan Younis, menurut pejabat Rumah Sakit Nasser, dan dua orang lainnya tewas di Gaza tengah dan dibawa ke Rumah Sakit Al-Aqsa.

photo
Seorang anak Palestina yang terluka akibat serangan udara Israel di sekolah Dar al-Arqam, dibawa untuk dirawat di Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza, pada Kamis, 3 April 2025. - (AP Photo/Jehad Alshrafi)

Koresponden Aljazirah melaporkan mendengar suara ledakan besar, suara tembakan, dan dengungan drone yang terus-menerus. Tiga sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan sipil kini menjadi sasaran, menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari 100 orang, tanpa peringatan apa pun. 

Orang-orang yang selamat lari dari kematian ke kematian ketika pusat-pusat evakuasi menghadapi serangan Israel yang tiada henti. Orang-orang tidak tahu apakah mereka akan bertahan malam itu. “Zona aman” yang ditetapkan Israel, kini menjadi jebakan maut.

Kelompok Hamas telah mengeluarkan pernyataan mengenai serangan Israel terhadap sekolah-sekolah yang menampung pengungsi di Kota Gaza yang menewaskan sedikitnya 33 warga Palestina. Mereka menyatakan pengeboman Sekolah Dar al-Arqam adalah genosida yang dilakukan oleh pendudukan terhadap anak-anak dan perempuan pengungsi.

“Menargetkan warga sipil dan pengungsi adalah bagian dari kebijakan pendudukan fasis yang sengaja melakukan pembantaian terhadap rakyat kami,” bunyi pernyataan kelompok itu. Mereka menegaskan, pembunuhan massal, kelaparan, penggusuran paksa, dan penutupan penyeberangan yang terus berlanjut merupakan kejahatan genosida yang serius.

Pemerintahan AS juga disebut menutupi kejahatan penjajahan secara politik dan militer dan merupakan mitra langsung dalam pembunuhan rakyat kami dan kehancuran Gaza. “Negara-negara Arab dan Islam harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan bencana dan pembantaian yang dilakukan oleh pendudukan fasis di Gaza.”

Sementara militer Israel mengatakan mereka telah menyerang lebih dari 600 “target teror” di Jalur Gaza sejak mengkhianati gencatan senjata dengan Hamas pada 18 Maret dengan pemboman tanpa henti. 

“Kami telah menyerang lebih dari 600 sasaran teroris sejak dimulainya kembali pertempuran.… Satu-satunya hal yang dapat memperlambat kami adalah pembebasan sandera kami,” kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Dalam pernyataan terpisah yang diposting di X, juru bicara militer berbahasa Arab Avichay Adraee mengatakan lebih dari “250 teroris, termasuk 12 teroris senior di Hamas dan kelompok penguasanya” telah terbunuh sejak 18 Maret.

Sejak 18 Maret 2025, jumlah korban jiwa di Gaza telah meningkat menjadi 1.163 orang, dengan 2.735 orang terluka. Total jumlah korban genosida Israel sejak 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 50.523 jiwa warga Palestina dan menyebabkan 114.776 orang terluka.

Para pejabat lebih lanjut mencatat bahwa banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sementara petugas tanggap darurat tidak dapat menjangkau mereka karena pengeboman yang sedang berlangsung dan kekurangan peralatan penyelamatan.

Seiring dengan terjadinya bencana kemanusiaan ini, kecaman global terhadap taktik Israel di Gaza terus meningkat. Namun, tanpa adanya gencatan senjata yang terlihat, penduduk Gaza tetap terjebak dalam siklus pertumpahan darah dan kehancuran yang tak kunjung usai.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Secercah Bahagia Menyambut Idul Fitri di Gaza

Kaum ibu berupaya menyiapkan kue Kaak untuk anak-anak mereka di Gaza.

SELENGKAPNYA

Israel Tetap Serang Gaza pada Hari Lebaran

Puluhan warga Gaza syahid sejak malam hingga hari pertama Idul Fitri.

SELENGKAPNYA

PBB: Semuanya Hampir Habis di Gaza

Lebih dari 180 anak dilaporkan syahid di Gaza pada tanggal 18 Maret.

SELENGKAPNYA