Petugas melakukan uji coba penggantian baterai sepeda motor listrik saat melakukan uji coba Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta. Senin (31/8/2020) | ANTARA FOTO/Reno Esnir

Ekonomi

Kemenperin akan Atur Standar Baterai Motor Listrik

Kemenperin juga mendorong intensifikasi kerja sama dengan perusahaan mitra.

JAKARTA -- Pemerintah berupaya menumbuhkan industri kendaraan listrik di Tanah Air dengan adanya standardisasi baterai. Hal itu diharapkan dapat mendukung ekosistem kendaraan listrik, terutama industri sepeda motor listrik yang ditargetkan dapat berproduksi sebesar 2 juta unit per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, standar baterai yang sama dapat mempermudah penggunaan charging station maupun sistem swap battery.

“Terkait hal ini, Kemenperin sedang melakukan pembicaraan dengan produsen sepeda motor dan produsen dari baterai supaya ada keseragaman dari baterai. Maka, baterai yang digunakan dari Aceh sampai Papua semuanya sama,” kata Agus melalui keterangan resmi, Rabu (5/10).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perindustrian RI (@kemenperin_ri)

Agus mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target produksi sepeda motor listrik sebanyak 2 juta unit. Menurut dia, pemerintah sudah menerbitkan sejumlah aturan yang dapat mendukung pencapaian target tersebut. 

“Khusus untuk roda dua, ada target dari Presiden (Joko Widodo), dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa segera memproduksi 2 juta unit. Kami optimistis jumlah tersebut bisa tercapai dalam waktu dekat,” kata Agus.

Dia menjelaskan, guna meningkatkan populasi kendaraan listrik, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (vattery electric vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Dia mengatakan, animo dari para investor untuk membuka fasilitas produksi motor listrik juga semakin besar.

Saat ini, ujarnya, sudah ada 35 pabrikan otomotif yang siap memproduksi sepeda motor listrik. Kapasitasnya sebanyak 1 juta unit kendaraan per tahun dan ditargetkan meningkat hingga 2 juta unit pada tahun depan.

 
 
Beberapa contoh terkait percepatan penggunaan sepeda listrik nasional dapat dilihat dari penggunaan ribuan sepeda motor listrik di jasa angkutan.
 
 

Dalam upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air, Agus memberikan contoh kebijakan potongan pajak bagi kendaraan listrik di Thailand. “Kalau kita lihat, Thailand telah lebih maju dalam pengembangan otomotif berbasis listrik karena tidak memberlakukan komponen pajak di pemerintah daerah. Hal ini perlu menjadi perhatian di Indonesia agar pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia bisa lebih cepat,” ujar dia.

Selain itu, Kemenperin juga mendorong intensifikasi kerja sama dengan perusahaan mitra. Hal itu dilakukan baik melalui program kerja sama kemitraan langsung dengan platform ride hailing maupun perusahan logistik.

“Beberapa contoh terkait percepatan penggunaan sepeda listrik nasional dapat dilihat dari penggunaan ribuan sepeda motor listrik di jasa angkutan seperti Grab, Gojek, dan usaha logistik seperti Si Cepat. Tentunya usaha lain bisa mengikuti jejak bisnis mereka,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Grab Indonesia (@grabid)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung upaya percepatan transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang dimulai dari sepeda motor. Budi menyebut jumlah sepeda motor di Indonesia sekitar 133 juta unit.

"Sekarang ada 5 juta permintaan setahun dan bahkan sebelum pandemi ada 10 juta unit. Pasarnya banyak sekali dan ini bisa menjadi game changer yang bisa mempercepat transisi ini,” kata Budi.

Gagak di Langit Yogya dan Kisah Perlawanan TNI

Agresi militer kedua Belanda difokuskan di Yogyakarta sebagai ibu kota negara.

SELENGKAPNYA

Adisucipto dan Serangan Biadab Saat Ramadhan

Setelah gugur, Adisucipto dinobatkan sebagai bapak penerbangan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Mengapa Soedirman Jadi Panglima?

Panglima Besar Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah.

SELENGKAPNYA