Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan sekolah Green Building di SDN Ragunan 08, Jakarta Selatan, Rabu (28/9). | Pemprov DKI Jakarta

Jakarta

Empat Sekolah di DKI Berkonsep Green Building Diresmikan

Pemprov DKI menyediakan anggaran Rp 126 miliar untuk pembangunan sekolah net zero

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan secara berbarengan meresmikan empat sekolah berkonsep net zero, yang dilakukan di SDN Ragunan 08, Jakarta Selatan, Rabu (28/9). Selain SDN Ragunan 08, tiga sekolah lain yang mengusung konsep ramah lingkungan itu adalah SDN Grogol 09, SDN Duren Sawit 14, dan SMAN 96 Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengalokasikan anggaran pembangunan dan renovasi untuk satu sekolah sekitar Rp 20 miliar-Rp 30 miliar. Adapun total proyek itu menelan dana Rp 126 miliar.  "Konsep green building ini seluruh standarnya adalah lingkungan, sekolah dengan konsep net zero,” kata Anies saat meresmikan di SDN Ragunan 08 Jakarta, Rabu (28/9).

Anies menyampaikan, peresmian empat sekolah net zero merupakan tahap awal. Pemprov DKI berjanji pembangunan sekolah serupa ke depannya terus ditambah dan diperluas. Meski sudah tidak menjabat, ia menyampaikan, pada tahun depan, setidaknya ada 20 sekolah lagi yang bakal mengikuti jejak empat sekolah net zero.

photo
SDN 08 Ragunan, Jakarta - (Pemprov DKI Jakarta)
SHARE    

"Seperti SMP 41 Jakarta, nantinya sekolah ini direhab total dan bangunannya terintegrasi. Jadi antaranak bisa berinteraksi," kata mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) tersebut.

Anies menyatakan, dengan adanya pembangunan berkala untuk membuat sekolah net zero, kebutuhan sekolah masa depan bisa diketahui sejak sekarang. Dia menargetkan, jumlah sekolah ramah lingkungan bisa terus meningkat. "Harapannya tahun-tahun berikutnya bisa lompat lebih tinggi. Kalau lompat 20 kan lima kali ya, mudah-mudahan nanti bisa 100, bisa 500 (sekolah)," ujarnya.

Anies menuturkan, tujuan dari pembangunan sekolah itu adalah konsep pembelajaran baru. Dia menilai, sekolah net zero berupaya mengubah bangunan yang digunakan sejak lama agar bergerak menuju abad 21. "Termasuk gurunya, dengan pemanfaatan teknologi mereka siap menjadi pengajar dengan konsep abad 21," kata Anies.

Eks rektor Universitas Paramadina itu berharap empat sekolah yang diresmikan tersebut bisa ikut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global. Terlebih, dalam penelitian diungkapkan setiap bangunan menyumbang emisi global mencapai 39 persen, selain konsumsi energi yang berkontribusi 36 persen.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, anggaran renovasi empat sekolah itu memang bervariasi antara Rp 20 miliar-Rp 30 miliar. Perbedaan anggaran itu lantaran desain sekolah memang berbeda. "Tergantung luas bangunannya," ujar Nahdiana.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengapresiasi kebijakan Gubernur Anies yang meresmikan empat bangunan sekolah berkonsep ramah lingkungan. Dia menginginkan agar empat bangunan hijau itu bisa ditiru seluruh sekolah di Ibu Kota.

"Bagus itu, kalau net zero saya apresiasi banget sih, dan itu harus jadi percontohan di sekolah-sekolah lainnya," katanya.

 

 

Bagus itu, kalau net zero saya apresiasi banget sih, dan itu harus jadi percontohan di sekolah-sekolah lainnya

GEMBONG WARSONO Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta
 
SHARE    



Gembong menilai, langkah Anies yang banyak melakukan peresmikan menjelang berakhirnya masa jabatan merupakan upaya baik. Meskipun demikian, ia menyayangkan, mengapa Anies cenderung baru teringat langkah bagus pada akhir masa jabatannya.

"Contohnya, janji soal KJP Plus, plusnya di mana? Kan gak spektakuler juga. Tapi di akhir ini memang cukup spektakuler ketika ada peresmian sekolah berwawasan lingkungan," kata Gembong.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan sekolah Green Building di SDN Ragunan 08, Jakarta Selatan, Rabu (28/9). - (Dok Pemprov DKI Jakarta)
SHARE    

Terima sertifikat
Green Building Council Indonesia memberikan sertifikat bangunan sehat (net zero healthy greenship) untuk empat sekolah yang dibangun Pemprov DKI. "Konsepnya zero itu pada prinsipnya adalah bagaimana kita mendesain suatu bangunan supaya kita bisa mengoptimalkan ventilasi alami, pencahayaan alami, jadi awalnya kita mengonservasi energi," kata Direktur Eksekutif Green Building Council Indonesia, Surendro, Rabu.

Selain konservasi, efisiensi, dan penggunaan energi yang rendah, kata Surendro, terdapat faktor lain yang juga penting untuk bangunan sehat, yaitu adanya pertukaran udara di dalam ruangan. Dengan begitu, mereka yang berada di dalamnya tetap merasa nyaman, aman, dan sehat.

Menurut dia, syarat untuk mendapatkan pengakuan bangunan sehat, utamanya adalah desain yang harus mengoptimalkan konservasi energi dari ventilasi alami, pencahayaan alami, dan upaya lainnya. Upaya tersebut berkaitan dengan efisiensi energi, seperti penggunaan lampu hemat energi, sebisa mungkin tidak menggunakan penyejuk udara (AC).  

Literasi Asuransi Syariah Diperkuat

Literasi asuransi syariah di masyarakat Indonesia tercatat masih sangat rendah.

SELENGKAPNYA

Harga Ayam Hidup Masih di Bawah Biaya Produksi

Kejatuhan harga ayam potong akibat pasokan yang masih menumpuk di kandang peternakan.

SELENGKAPNYA

LPS Waspadai Perlambatan Pertumbuhan DPK

Kenaikan suku bunga deposito akan terbatas karena kondisi likuiditas relatif baik.

SELENGKAPNYA