Pesepakbola PSIS Semarang Oktafianus Fernando (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Persita Tangerang Arif Setiawan (kiri) pada pertandingan Grup A Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (13/6/20220). PSIS Semarang menang telak | ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.

Olahraga

16 Jun 2022, 11:00 WIB

Misi Bangkit Pendekar Cisadane Persita

Kekalahan telak atas PSIS Semarang tentu memilukan banyak pemain Pendekar Cisadane Persita.

SURAKARTA -- Duel dua tim tersakiti akan tersaji antara Persita Tangerang melawan PSS Sleman pada lanjutan Grup A Piala Presiden 2022 yang berlangsung di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (16/6) petang WIB.

PSS Sleman gagal mengantongi kemenangan pada pertandingan pertama melawan Persis Solo akhir pekan kemarin. Sedangkan Persita dipaksa menyerah 1-6 dari PSIS Semarang.

Berbanding dengan PSS Sleman yang mendapatkan satu angka Persita sementara harus tertahan sebagai juru kunci klasemen Grup A.

Kedua tim tersakiti kini mencoba mencari kemenangan pada laga kedua. Pelatih Persita Tangerang Alfredo Vera menegaskan timnya tak punya banyak waktu untuk melakukan pemulihan pemain.

"Ya, waktu sangat mepet karena kita baru bermain dua hari yang lalu. Tapi kita sudah mengevaluasi kekalahan kemarin, semoga pada pertandingan berikutnya kita bisa tampil jauh lebih bagus," kata Vera menjelaskan kepada media, Rabu (15/6).

Kekalahan telak atas PSIS Semarang tentu memilukan banyak pemain Pendekar Cisadane. Tetapi, Vera menolak tunduk dan mengeklaim timnya masih memiliki semangat untuk bangkit ketika bersua PSS Sleman.

"Untuk soal semangat saya tidak bisa bicara, karena tim kerja keras walau kita kalah. Saat ini fokus kami adalah membenahi dari laga kemarin dan berharap tampil bagus sekaligus meraih hasil positif," sambung pelatih kelahiran Argentina.

Adapun dari kubu PSS Sleman pelatih Seto Nurdyantoro sedang merasa cemas lantaran meragukan kondisi tiga pemain andalan usai laga kontra Persis Solo.

Ketiga pemain yang dimaksud adalah Boaz Solossa, Marckho Sandy dan Derry Rachman Noor. Ada beberapa pemain yang juga kondisinya tidak fit.

Akan tetapi, dari tiga pemain tersebut hanya Derry Rachman Noor yang tidak ikut latihan terakhir tim. Sementara Boaz Solossa dan Marckho Sandy tetap serius berlatih.

Seto Nurdiantoro menambahkan bahwa PSS Sleman terus menggeber persiapan tim. Laskar Sembada berlatih di Lapangan Gendongan, Surakarta. Program latihan utamanya mengasah taktik ketika membangun serangan.

"Hari ini latihan banyak kepada kelincahan, kecepatan serta sedikit transisi penyelesaian akhir," kata Seto.

Target Bhayangkara FC

Pada pertandingan lainnya, Bhayangkara FC akan menghadapi Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis (16/6). Dalam laga ini Bhayangkara FC menargetkan menaklukan Bali United.

Pelatih Bhayangkara FC, Widodo Cahyono Putro mengakui setiap tim masih memiliki kesempatan untuk bisa lolos dari fase penyisihan Grup C. Mengingat keempat tim yang ada di grup neraka ini memiliki satu poin dan satu gol.

"Kalau orang bilang ya grup ini grup neraka, tapi bagi kami, ini harus dijalankan, ini pramusim, kami punya target khusus," kata Widodo.

Namun target tersebut bukanlah meraih juara. Tapi mencoba untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan.

"Di dua pertandingan ini kami berusaha untuk mengarah ke arah sana," kata Widodo.

Pemain belakang Indra Kahfi Ardhiyasa mengakui punya target pribadi selain membawa kemenangan bagi Bhayangkara FC. Dia ingin menjaga gawang tetap cleansheet meski Bali United memiliki Ilija Spasojevic yang merupakan top skorer musim lalu.

"Spaso pun pernah main di Bhayangkara, kami selaku pemain belakang kami ingin gawang kami cleansheet," kata Indra.

Untuk itu, timnya harus bisa mengenal bagaimana kekuatan dan kelemahan tim lawan khususnya Spaso. Dia pun berharap bisa menghentikan Spaso untuk mencetak gol.

"Kami harus mempelajari apa kekurangan dan kelebihan Spaso, semoga besok Spaso tidak bisa mencetak gol," kata Indra. ';

Shin Bertekad Ukir Sejarah di Piala Asia 

Keberhasilan Asnawi dan kawan-kawan telah membayar penantian selama 15 tahun sejak Indonesia terakhir.

SELENGKAPNYA

WHO Siap Kaji Status Cacar Monyet

Vaksin untuk cacar biasa diperkirakan efektif 85 persen terhadap cacar monyet.

SELENGKAPNYA
×