Imla Rosyidi (kanan) menjadi salah satu jamaah haji RI termuda dengan usia 19 tahun sedang berkeliling Masjid Nabawi di Madinah, Ahad (5/6). | A Syalaby Ichsan/Republika

Jurnal Haji

Lima Riyal Nenek Ruminah Antar Erlangga ke Baitullah

Sejumlah jamaah berusia muda ditemui di Tanah Suci.

OLEH ALI YUSUF, A SYALABY ICHSAN

Erlangga Maulana (21 tahun) terlihat paling muda di antara para jamaah haji yang transit di ruang tunggu Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), pada siang akhir pekan lalu. Mahasiswa semester enam jurusan akuntansi ini tak pernah membayangkan bisa menunaikan ibadah haji pada usia yang masih muda. 

Jamaah Embarkasi-Bekasi (JKS) 03 asal Bogor Jawa Barat ini bercerita, mungkin dirinya bisa ke Tanah Suci berkat doa dan sisa uang lima riyal dari neneknya, Hj Ruminah (70 tahun). Kala itu, tepatnya pada 2009 di Bandara Internasional soekarno-Hatta, Hj  baru pulang umrah. Erlangga yang pada saat itu masih dari neneknya Hj Ruminah (70) yang diberikan kepadanya di Bandara Soekarno Hatta.

Ketika itu, kenang Erlangga pada tahun 2009, Hj Ruminah pulang umroh, Erlangga yang masih duduk di bangku sekolah menengah menjemput Hj Ruminah di bandara. "Saya ingat ketika itu Nenek ngasih uang lima riyal sisa umrah. ‘Nih pegang siapa tahu bisa naik haji'," kata Erlangga menirukan ucapan neneknya, saat berbincang dengan Republika, Ahad (5/6).

Benar nyatanya, 13 tahun kemudian, Erlangga menuju Baitullah. Kabar baik itu pun sudah dia sampaikan kepada neneknya.  Erlangga mendapat wejengan dari neneknya agar jangan sembarangan berbicara ketika tiba di Tanah Suci. “Ulah (jangan) macem-macem, ulah ngomong sembarangan. Nurut sama petugas," kata sang nenek.

 
Erlangga bisa naik haji ini bukan karena tabungannya sendiri, melainkan limpahan dari ayahnya bernama Rustoni yang meninggal pada 2020 karena serangan jantung. 
 
 

Dia juga disarankan menunaikan shalat tobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. “Nepi (sampai) di bandara gancang (cepat) shalat tobat," kata Erlangga mencontohkan pesan neneknya. 

Erlangga bisa naik haji ini bukan karena tabungannya sendiri, melainkan limpahan dari ayahnya bernama Rustoni yang meninggal dunia pada 2020 karena serangan jantung. Sejak 2012, almarhum Rustoni mengumpulkan biaya haji dari hasil jerih payahnya sebagai sopir pengangkut puing-puing di Bogor dan sekitarnya. 

Semula, slot haji ayahnya ditawarkan kepada kakak Erlangga, namun yang bersangkutan belum siap. Akhirnya keluarga sepakat pelimpahan haji ayahnya digantikan oleh Erlangga.

Dia berjanji akan selalu mendoakan almarhum ayahanda, khususnya selama di Tanah Suci. Erlangga dan rombongan akan tinggal selama sembilan hari di Madinah, selanjutnya pindah ke Makkah untuk menunggu prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selain Erlangga, ada juga calhaj lain yang berusia belia yaitu Imla Rosyidi (19 tahun). Jamaah asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) ini menggantikan almarhum ayahnya, Ahmad Imron Rosyidi, yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada tahun lalu. 

photo
Imla Rosyidi (kiri) bersama ibundanya menjadi salah satu jamaah haji RI termuda dengan usia 19 tahun sedang berkeliling Masjid Nabawi di Madinah, Ahad (5/6/2022). - (A Syalaby Ichsan/Republika)

Seyogianya, almarhum Imron bersama istri Lilis Laila Sari (45 tahun) berangkat ke Tanah Suci pada 2020. Pandemi Covid-19 membuat rencana orang tua Imla buyar. Pada masa penantian, Sang Khalik memanggil Imron pada Februari 2021. 

Perasaan Imla campur aduk antara senang dan sedih. "Perasaannya senang sekaligus sedih," ujar mahasiswi di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Jogjakarta ini, di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Ahad (5/6).

Imla senang karena bisa sampai ke Tanah Suci, tetapi sekaligus sedih karena tak ada lagi ayah di sisinya sebagai kepala keluarga. Beruntung, Imla masih memiliki ibunya, Lilis yang kerap menemaninya. 

Sejak proses pemberangkatan haji di asrama, Lilis membantu semua perlengkapan dan keperluan Imla selama di Tanah Suci. “Semua sudah dibantu sejak di asrama," kata Lilis.

Lilis dan sang suami mendaftar haji bersama suaminya pada 2011 dengan menyetor uang masing-masing senilai Rp 25 juta. Lilis melunasi setoran haji bersama Imla senilai Rp 34 juta.

Bersama Imla, Lilis akan berdoa untuk almarhum suaminya agar mendapat tempat terbaik di surga. Terlebih, banyak tempat mustajab (dikabulkannya doa) baik di Makkah maupun Madinah. 

Ikhtiar Republika Mensyukuri Indonesia

Masyarakat diajak mensyukuri Indonesia yang dijaga oleh nilai-nilai persatuan, kebangsaan, keislaman, dan Pancasila.

SELENGKAPNYA

Surjana Mencari Tempat Sujud di Tanah Suci

Sujud syukur menjadi salah satu bentuk rasa syukur Surjana atas rezeki dan nikmat dari Allah SWT.

SELENGKAPNYA

Kondisi Jamaah Haji Sehat

Jamaah diimbau memperbanyak minum tanpa menunggu haus.

SELENGKAPNYA