Teknologi BTS milik Huawei Indonesia | Dok Huawei Indonesia

Inovasi

Mengawal Konektivitas Sampai ke Pelosok Indonesia

Dalam 30 tahun terakhir, kapasitas jaringan nirkabel telah berkembang 10 ribu kali lipat.

Perkembangan teknologi tak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, infrastruktur jaringan nirkabel dan tetap (wireless and fixed network infrastructure) di Indonesia telah menunjukkan peningkatan pesat.

Hal tersebut disampaikan oleh Chairman Huawei Liang Hua dalam Huawei CSD Forum 2022, Connectivity+ Innovate for Impact di Shenzhen, yang disaksikan secara live streaming, dari Jakarta, Rabu (23/11). “Indonesia adalah rumah bagi puluhan ribu pulau, sehingga sulit membangun infrastruktur komunikasi di dalam negeri. Namun, setelah infrastruktur ini ada, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana mengembangkan ekonomi digital,” ujar Liang.

Menurutnya, ekonomi digital saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia dan seluruh dunia. Hadirnya teknologi digital baru seperti 5G, kecerdasan buatan (AI), dan cloud atau komputasi awan, akan makin memungkinkan industri dan pertanian, untuk bertransformasi dan mendorong digitalisasi.

“Dengan konektivitas yang lebih luas dan teknologi digital baru seperti cloud dan AI, kita juga harus memikirkan cara terbaik untuk menerapkannya di domain yang penting untuk kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan digital dan perawatan kesehatan cerdas,” ujar Liang.

photo
Kampus Huawei ASEAN Academy di CIBIS Park, Jakarta Selatan - (Noer Qomariah/Republika)

Ia melanjutkan, dengan perawatan kesehatan yang cerdas, misalnya. Melalui ketersediaan konektivitas, Huawei akan dapat mewujudkan pengobatan jarak jauh yang sangat penting bagi masyarakat di daerah terpencil.

Dengan bandwidth yang tinggi, Liang melanjutkan, akan semakin banyak orang yang memiliki akses ke layanan telemedis. Selain itu, menurut Liang, faktor kunci lainnya adalah pengembangan bakat digital.

Pendidikan cerdas, termasuk kuliah daring, saat ini akan makin memungkinkan lebih banyak orang meningkatkan keterampilan dan literasi digital mereka. Dengan berbagai keterampilan digital ini, akan semakin banyak nilai sosial dan ekonomi yang akan bisa diraih dari pemanfaatan teknologi digital.

Peluang dari Konektivitas

Dalam kesempatan yang sama, Huawei juga meluncurkan film dokumenter berjudul Connecting the Islands yang menangkap beberapa cerita lokal tentang transformasi digital pada perhelatan CSD Forum 2022. Mengusung tema, “Connectivity+: Innovate for Impact,” film ini menampilkan kisah pribadi dari berbagai penduduk desa yang bercerita tentang bagaimana konektivitas telah mengubah hidup mereka.

Di antaranya, bagaimana infrastruktur telekomunikasi memungkinkan anak sekolah mengakses materi pembelajaran dengan lebih mudah. Selain itu, ada pula petani dan pengrajin yang kini semakin terkoneksi dengan pasar, dan berbagai cerita warga lain yang menikmati konektivitas berkualitas.

Vice President, Public Affairs and Communications Department, Huawei Asia Pacific, Jun Zhang menggarisbawahi pentingnya pengembangan konektivitas menuju inklusi digital dan transformasi masyarakat informasi. Dia menyebutkan, dalam 30 tahun terakhir, kapasitas jaringan nirkabel telah berkembang 10 ribu kali lipat.

Konektivitas jaringan kini semakin menjadi listrik baru yang tak seorang pun dapat hidup tanpanya.  Namun, Zhang lebih lanjut mengatakan, masih banyak orang yang tidak dapat menggunakan jaringan seluler dasar di daerah terpencil di Indonesia.

“Kesenjangan digital bahkan menjadi tantangan kritis bagi setiap negara. Hampir tiga miliar orang, atau 37 persen dari populasi global, masih belum memiliki akses ke internet. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah terpencil,” kata Zhang.

Senada, Vice President, Delivery & Service, Huawei Indonesia, Lai Chaosen menegaskan, pandemi telah menjadi batu ujian yang membuktikan bahwa konektivitas telah menjadi kebutuhan dalam transformasi digital. Menurutnya, pemulihan dan transformasi ekonomi yang lebih cepat di semua dimensi kehidupan pun kini dimungkinkan berkat infrastruktur digital yang lebih baik.

Ke depan, Lai melanjutkan, Huawei akan mendorong peningkatan konektivitas yang berkualitas untuk seluruh ekosistem digital Indonesia. Sehingga ekosistem digital menjadi mesin utama ekonomi digital yang terintegrasi dengan seluruh perekonomian nasional. 

 

 
Kesenjangan digital bahkan menjadi tantangan kritis bagi setiap negara.
JUN ZHANG, Vice President, Public Affairs and Communications Department, Huawei Asia Pacific.
 
 

Menjaga Festival Musik Tetap Spesial

Para musisi yang dulu tak bisa tampil di depan penonton, kini lebih leluasa manggung.

SELENGKAPNYA

Penyelenggara Jelaskan Lagi Larangan Ban Kapten ‘One Love’

Al-Thawadi melihat ban kapten tersebut sebagai protes terhadap kepercayaan negara Teluk.

SELENGKAPNYA

Kiai Dahlan Melawan Bodoh

Ahmad Dahlan sesungguhnya sedang mendobrak kejumudan beragama dan berkehidupan umat.

SELENGKAPNYA