Pelari mengikuti ajang olahraga Jakarta Marathon 2022 di Jakarta, Ahad (16/10/2022). | Republika/Thoudy Badai

Bugar

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuhnya. 

OLEH SHELBI ASRIANTI

Di tengah meningkatnya kembali kasus Covid-19 belakangan ini, menjaga kebugaran tubuh perlu terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan rutin berolahraga. Setiap orang bisa melakukannya di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Namun, olahraga di luar ruangan perlu dilakukan dengan lebih cermat untuk mencegah tertularnya berbagai penyakit, termasuk Covid-19 dan penyakit-penyakit di musim penghujan. 

Dokter umum RSPI Pondok Indah dr Kristanti Diliasari menyarankan agar setiap orang meluangkan waktu berolahraga secara rutin. Pasalnya, olahraga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga juga membuat sirkulasi darah lancar dan massa otot tetap terjaga. 

Berbagai studi pun telah membuktikan bahwa berolahraga dapat memperbaiki mood. Menurut dia, berbagai manfaat baik terkait olahraga amat penting di masa krisis kesehatan seperti sekarang. "Banjir dapat menjadi media penyebaran bakteri dan virus yang lebih cepat. Covid-19 saat ini masih perlu diwaspadai. Jika tidak benar-benar menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan, akan mudah terkena penyakit," kata Kristanti, pekan ini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati SpKO membahas pentingnya olahraga guna membuat seseorang bertransformasi menjadi pribadi baru. Dia menyoroti bahwa kini terdapat banyak kegiatan olahraga terorganisir seperti "fun bike" dan "fun run". "Harapannya, olahraga menjadi habit seumur hidup, membuat masyarakat sehat, bugar, tidak gampang sakit," kata dia pada webinar Hari Kesehatan Nasional 2022, Jumat (11/11).

Dokter yang praktik di Klinik Utama Eminence itu mengimbau agar pandemi Covid-19 tidak membuat orang-orang malas bergerak (sedentary). Gaya hidup itu membuat seseorang berisiko terkena berbagai macam penyakit, termasuk obesitas, masalah jantung, darah tinggi, kolesterol, strok, diabetes melitus, kanker, osteoporosis, hingga depresi, dan kecemasan.

Dia menyarankan saat pandemi ini untuk mengombinasikan olahraga kardio, latihan kekuatan otot, serta latihan kelenturan. Kardio bisa berupa jalan santai, jogging, atau lari sebanyak 20 sampai 60 menit dalam tiga sampai lima kali sepekan. Sedangkan latihan kekuatan otot bisa dengan cara push up, sit up, squat, atau plank sekitar dua sampai tiga kali sepekan. 

Sementara, latihan kelenturan seperti yoga atau peregangan yang membantu ruang gerak tubuh lebih luas bisa dilakukan dua sampai tujuh kali sepekan, masing-masing 10 sampai 30 detik.

photo
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kedua kiri) mengikuti yoga dalam rangkaian kegiatan Ministerial Conference on Womens Empowerment (MCWE) G20 di kawasan Nusa Dua, Pulau Nusa Dharma, Badung, Bali, Jumat (26/8/2022). - (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Andhika mengingatkan agar latihan fisik tidak dilakoni secara berlebihan, namun bertahap. Apabila peningkatan beban latihan terjadi mendadak dan kurang pemulihan bisa mengakibatkan masalah kesehatan, seperti cedera dan overtraining syndrome. "Olahraga yang bertujuan agar imun naik, tapi kalau terlalu banyak, imun malah terjun payung, anjlok."

Selain pedoman olahraga secara umum, perlu juga mengetahui cara supaya berolahraga di luar ruangan bisa dilakukan dengan aman ketika cuaca sedang tidak menentu. Laman Mayo Clinic menyarankan memperhatikan kondisi cuaca. Jika cuaca tidak kondusif, durasi olahraga dapat dipersingkat, ditunda, atau diganti dengan olahraga di dalam ruangan. 

Kenapa demikian? Olahraga dalam kondisi basah kuyup membuat seseorang lebih rentan terhadap hawa dingin dan dapat meningkatkan risiko hipotermia. "Perlu diingat bahwa aktivitas stop-and-go, seperti menggabungkan berjalan dengan berlari, dapat membuat lebih rentan terhadap flu jika berulang kali berkeringat dan kemudian kedinginan," demikian keterangan di situs resmi Mayo Clinic.

Saat berolahraga, lanjut laman tersebut, kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan jenis latihan. Meski mendung, memakai tabir surya yang menghalangi sinar UVA dan UVB tetap dibutuhkan. Lip balm juga perlu dipulaskan supaya bibir terlindungi dari sengatan surya. Setelah itu, lakukan pemanasan yang cukup dan menjaga kecukupan cairan. 

"Hidrasi sama pentingnya dalam cuaca dingin seperti saat cuaca panas. Minumlah air atau sport drink sebelum, selama, dan setelah berolahraga, meskipun tidak benar-benar haus," ujar Mayo Clinic

Tren Mutakhir Pendidikan Matematika Menurut Prof Termuda

Prof Rully Charitas Indra Prahmana adalah guru besar termuda se-Indonesia dalam bidang pendidikan matematika.

SELENGKAPNYA

Haji Bakri Syahid Tokoh Muhammadiyah yang Multitalenta

Berlatar belakang militer, tokoh Muhammadiyah ini juga ahli ilmu tafsir Alquran.

SELENGKAPNYA

Masjid Negara Qatar, Oase Menyejukkan di Kota Doha

Inilah masjid terbesar di seluruh negara Qatar.

SELENGKAPNYA