Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi oleh sejumlah petinggi Partai Gerindra saat menghadiri pembukaan Rapimnas partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). | Prayogi/Republika.

Nasional

Gerindra Dua Kali Ditinggal

Prabowo sudah pernah diingatkan soal potensi berhadapan dengan Anies di Pilpres 2024.

JAKARTA—Deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem menorehkan catatan lain bagi Gerindra. Deklarasi Anies ini membuat Gerindra dua kali ditinggal sosok yang diusungnya menjadi gubernur DKI Jakarta.

Anies berhasil terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta setelah diusung Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum Anies, Gerindra juga pernah ditinggalkan Joko Widodo setelah diusung Gerindra menjadi gubernur DKI Jakarta.

Pengusungan Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta 2012 merupakan koalisi Gerindra bersama PDI Perjuangan. Saat itu, Jokowi yang menyelesaikan dua kali jabatan sebagai wali kota Surakarta dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama untuk Pilgub 2012.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, politik elektoral memang tidak mengenal loyalitas pada partai yang berjasa. “Terlebih Jokowi memang bukan kader Gerindra, pun Anies Baswedan. Sehingga, konteks ini Prabowo tidak dapat disebut ditikung," tutur Dedi kepada Republika, Kamis (6/10).

Menurutnya, ini terjadi karena situasi demokrasi elektoral di Indonesia di mana presiden dipilih langsung oleh rakyat. Meskipun capres maju dan diusung melalui partai, tapi partai tidak dapat mengikat tokoh agar tak melampaui kepentingan partai.

“Artinya, Anies terkondisikan untuk meninggalkan Prabowo karena ia memiliki modal sendiri berkontestasi di pilpres. Justru ini kritik untuk Prabowo, kenapa ia tidak menjaga Anies agar tidak bergeser ke partai lain,” ujarnya.

photo
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). - (Republika/Prayogi.)

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, melihat yang terjadi pada Gerindra, Anies, dan Jokowi sebagai nilai plus bagi Prabowo. Sebab, Prabowo dinilai mampu melihat potensi kepemimpinan seseorang dan mengantarkannya menjadi pemimpin yang diperhitungkan di Tanah Air.

"Jadi, kalau pun Prabowo harus berhadapan dengan Jokowi dan kemungkinan tahun 2024 dengan Anies, tentu tidak ada yang perlu dipersoalkan. Baik Jokowi maupun Anies tidak melanggar hukum atau etika politik," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengaku Prabowo sudah menyampaikan pesan setelah Anies dideklarasikan Nasdem sebagai kandidat capres 2024. "Sekarang yang diminta Pak Prabowo kepada para kader adalah jangan pernah berpikir kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan kebaikan yang sama," ujar Muzani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/10).

Muzani menuturkan, Prabowo berpesan, kebaikan kader Partai Gerindra yang memenangkan Anies pada Pilgub DKI Jakarta 2017 akan mendapat balasan dari Tuhan. Seluruh kader diminta melupakan seluruh kebaikan yang sudah diberikan kepada rakyat dan kepada bangsa. "Nanti biar Allah yang membalas kebaikan kebaikan kita. Itu pesan Pak Prabowo," ujarnya.

Sekjen Gerindra menegaskan, Prabowo juga sudah pernah diingatkan soal potensi Anies yang akan maju di Pilpres 2024. Khususnya terkait potensi saling berhadapan antara Anies dan Prabowo.

"Walaupun ketika itu bayang-bayang apa yang sekarang terjadi sudah membalik, tapi kader semuanya diingatkan oleh Pak Prabowo untuk tidak memikirkan itu terlalu jauh. Karena kita sedang menyelamatkan kepentingan Jakarta," tegas Muzani.

Bertemu AHY

Setelah dideklarasikan oleh Nasdem sebagai capres, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Jumat (7/10). Demokrat dan PKS memang disebut Ketua Umum Nasdem Surya Paloh siap bersama untuk mengusung Anies di Pilpres 2024.

Rencana pertemuan Anies dan AHY dikonfirmasi Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Delokrat, Herzaky Mahendra Putra. Herzaky mengatakan, pertemuan Anies-AHY dijadwalkan pukul 09.00 WIB di Kantor DPP Partai Demokrat.

"Benar rencananya besok hari Jumat, 7 Oktober 2022, Anies Baswedan akan bersilaturahim ke kantor DPP Partai Demokrat, pukul 09.00 WIB," kata Herzaky kepada wartawan, Kamis.

Herzaky mengatakan kedatangan Anies akan disambut langsung oleh AHY. Dirinya belum mau menjelaskan terkait detail pertemuan besok. "Detail dan keterangan resminya akan kami sampaikan sore atau malam ini," ucapnya.

Sekte Sesat Bhairawa Tantra dan Islamisasi di Lereng Merapi

Ada juga ritual seks bebas dan minum minuman keras yang dilakukan ditempat peribadatan berupa lapangan

SELENGKAPNYA

Nasyiatul Aisyiyah Usulkan Tribun Khusus Perempuan

Saat ini banyak kaum hawa yang tertarik menonton pertandingan sepak bola secara langsung ke stadion

SELENGKAPNYA

Kuteks Halal Tangerang Rambah Dunia

Pada 2017, dia menginvestasikan dananya Rp 6 juta untuk belajar seputar hena

SELENGKAPNYA