Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Klinik Mediska Yogyakarta, Jumat (16/9/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Nusantara

Stok Vaksin Booster Kosong

Selain stok vaksin, cakupan vaksinasi booster di daerah juga masih rendah.

BANDAR LAMPUNG – Lama tidak terdengar adanya gelaran vaksinasi dosis ketiga atau booster 1 dan 2, ternyata stok vaksin booster di Provinsi Lampung mengalami kekosongan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung telah mengajukan permintaan ke pusat sejak Agustus lalu.

“Stok vaksin di Dinkes Provinsi Lampung untuk booster sedang kosong,” kata Kepala Dinkes Provinsi Lampung dr Reihana, Senin (26/9).

Berdasarkan informasi Gudang Farmasi Dinkes Lampung, tak hanya di tingkat Provinsi Lampung, dia mengatakan, stok vaksin booster yang ada di 15 kabupaten/kota dalam Provinsi Lampung juga kosong sejak lama. Kondisi ini membuat program vaksinasi khususnya untuk vaksinasi ketiga dan keempat mengalami hambatan.

Reihana memaparkan, stok vaksin yang dimiliki Polda Lampung jenis Pfizer sudah datang sebanyak 150 ribu dosis pada 29 Agustus lalu. Vaksin Pfizer milik Polda Lampung tersebut sudah didistribusikan ke polres-polres di 15 kabupaten/kota di Lampung. Pelaksanaan vaksinasi booster 1 dan 2, kata dia, masih berlangsung.

photo
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Klinik Mediska Yogyakarta, Jumat (16/9/2022). Capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia untuk dosis 3 atau booster saat ini terpantau di angka 26,59 persen. - (Republika/Wihdan Hidayat)
SHARE    

Menurut dia, posisi Dinkes Provinsi Lampung saat ini masih menunggu pemenuhan permintaan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Sedangkan kondisi vaksin booster 1 dan 2 di Gudang Farmasi dalam keadaan nihil.

Sebaliknya, stok vaksin Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, masih tersedia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, saat ini stok vaksin Covid-19 masih tersedia, baik untuk vaksinasi dosis kedua maupun untuk vaksinasi booster. Menurut dia, tak ada kendala terkait stok vaksin.

"Saya kira stok vaksin yang ada saat ini masih cukup untuk memberikan pelayanan. Ketersediaan stok vaksin masih sesuai perhitungan untuk mencapai target," kata Uus.

Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyatakan stok vaksin Covid-19 mulai menipis. Bahkan, terdapat beberapa puskesmas di Kabupaten Garut sudah tak memiliki stok vaksin Covid-19, baik untuk vaksinasi dosis pertama, kedua, maupun ketiga (booster).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan, kondisi menipisnya stok vaksin itu terjadi sejak dua pekan terakhir. Padahal, sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) selalu mendistribusikan stok vaksin ke Kabupaten Garut. Namun, dalam dua pekan terakhir provinsi mulai tidak melakukan distribusi.

"Kami sudah minta ke provinsi, tapi belum ada pengiriman. Kami juga belum tanya alasannya," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Senin (26/9/2022). Leli menyebutkan, stok vaksin yang sudah menipis bukan hanya untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster. Stok vaksin untuk vaksinasi primer (dosis pertama dan kedua) juga telah berkurang.

Ia mencontohkan, stok vaksin yang tersedia di Puskesmas Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, hanya tinggal dua vial atau untuk 20 orang. Bahkan, di beberapa puskemas lainnya, stok vaksin sudah kosong. "Paling yang tersisa (secara keseluruhan) juga tinggal untuk seminggu ini," kata dia.

Untuk membuat layanan vaksinasi tetap berjalan, Leli mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan instansi lain yang masih memiliki stok vaksin. Salah satu instansi yang diajak kerja sama untuk menggelar vaksinasi di Kabupaten Garut saat ini adalah Badan Intelijen Negara (BIN). "Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, datang ke satu Puskesmas dan vaksinnya kosong, akan diarahkan ke puskesmas lain yang masih ada. Jadi setiap puskesmas juga ada koordinasi," ujar Leli. 

photo
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Klinik Mediska Yogyakarta, Jumat (16/9/2022). - (Republika/Wihdan Hidayat)
SHARE    

Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT membenarkan adanya laporan kelangkaan stok vaksin Covid-19 di beberapa daerah. Menurut Adib laporan tersebut pun sudah ia sampaikan ke Kementerian Kesehatan RI.

"Ada beberapa daerah yang melaporkan itu (stok vaksin langka) dan itu pun langsung segera kami tindaklanjuti berkomunikasi dengan pihak terkait (Kemenkes RI)," kata Adib saat ditemui di Jakarta, Senin (26/9).

Menurut Adib, ketersediaan stok vaksin sangatlah penting di tengah antusiasme masyarakat untuk mendapatkan booster yang masih sangat tinggi. Ia pun menyoroti saat ini sentra vaksinasi sudah tidak sebanyak seperti pada tahun lalu. "(Stok vaksin) sangat penting pada saat respon masyarakat masih tinggi terhadap vaksinasi booster. Sehingga tolong ketersediaannya bisa terjamin karena harus ada vaksin yang terdistribusi kami sudah sampaikan ke pemerintah juga," kata Adib.

Hadir dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan antusiasme perawat untuk mendapatkan vaksinasi dosis penguat sangatlah tinggi.

"Antusiasme masih tinggi, hanya saja sama seperti booster pertama persoalan distribusi vaksin yang menjadi masalah. Selain itu, data jumlah perawat di pusat dan di daerah terkadang masih berbeda," ungkap Harif.

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Mal Qbig, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad, (18/9/2022). - (ANTARA FOTO/Fauzan)
SHARE    

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya menargetkan 95 persen tenaga kesehatan mendapatkan booster kedua. Karena, nakes merupakan garda terdepan saat pandemi Covid-19.

"Minimal 95 persen, tapi berharap 100 persen karena untuk nakes yang merupakan garda terdepan," kata Nadia.

Perihal cakupan vaksin dosis keempat yang masih rendah, menurut Nadia salah satu penyebabnya adalah ada beberapa nakes yang menjadi penyintas Covid-19. Sehingga, perlunya jeda waktu untuk pemberian booster.

"Ada (nakes) yang positif kemarin jadi masih menunggu waktu antara booster pertama 6 bulan dan kalau positif kan 3 bulan," terang Nadia.

Ihwal ketersediaan stok vaksin yang langka, Nadia memastikan saat ini masih aman dan terkendali. Pihaknya juga akan terus memastikan ketersediaan vaksin terutama di daerah. "Kami mematikan ketersediaan vaksin dan (untuk booster kedua) kami mendorong pihak manajemen rumah sakit melakukan percepatan vaksinasi nakes di institusinya," ujar Nadia.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, untuk dosis keempat atau dosis penguat kedua pada tenaga kesehatan pada Senin (26/9/2022) tercatat sebanyak 593.765 orang atau 40,34 persen.

Penerima vaksinasi Covid-19 dosis ketiga baru 26,95 persen atau 63,23 juta orang. Diketahui, target total sasaran vaksinasi sampai tahap akhir adalah 234.666.020 dosis.

Masih berdasarkan data yang sama, warga yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis lengkap atau dosis pertama dan kedua, tercatat sebanyak 72,91 persen atau 171.095.922. Adapun untuk cakupan dosis pertama sudah mencapai 87,14 persen atau 204.481.103 dosis.

Selain permasalahan stok vaksin, cakupan vaksinasi booster di daerah juga masih rendah. Seperti di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, cakupan vaksinasi booster masih di bawah 35 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Hidayat mengatakan, secara umum, cakupan vaksinasi booster sampai dengan 25 September 2022 masih berada di angka 253.501 atau 34,52 persen.

“Untuk itu, Dinkes Kabupaten Semarang terus berupaya untuk mendorong bebagai strategi agar cakupan vaksinasi booster terus bertambah di masyarakat, terutama di masyarakat perdesaan,” kata Dwi, Senin.

Muslimah Merancap, Bolehkah?

Ulama berbeda pendapat mengenai apakah Muslimah boleh masturbasi.

SELENGKAPNYA

Divergensi Sufi Sunni dan Sufi Falsafi

Dari empat periode perkembangan tasawuf, dapat dirumuskan dua aliran utama tasawuf.

SELENGKAPNYA