Sejumlah guru mengaji antre untuk mengambil santunan zakat di Kantor Baznas Kabupaten Serang, Banten, Selasa (2/8/2022). Sebanyak 2.784 guru mengaji dan madrasah diniyah mendapat pembagian santunan uang zakat Rp400 ribu per orang. | ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Khazanah

Baznas Siap Dongkrak Ekonomi Perbatasan

Tidak jarang, penduduk di perbatasan pindah kewarganegaraan.

 

JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersinergi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mengangkat perekonomian masyarakat yang tinggal di perbatasan negara. Baznas akan menggulirkan berbagai program pemberdayaan berbasis ekonomi di perbatasan.

Pimpinan Baznas Zainulbahar Noor mengatakan, program tersebut bertujuan menyejahterakan rakyat sesuai dengan amanat Pasal 3 UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tujuan lain dari program ini juga untuk mengantisipasi rakyat Indonesia direkrut oleh orang asing. ”Kalau rakyat di perbatasan tidak sejahtera, itu bisa berakibat tidak baik," kata Zainulbahar kepada Republika, Ahad (28/8).

Daerah perbatasan yang menjadi sasaran program ini, ungkapnya, akan dibahas kemudian. Penentuan daerah sasaran juga turut mempertimbangkan rekomendasi dari TNI dan BNPP. “Daerah perbatasan yang ada kemiskinan ekstremnya ada di mana," ujar Zainulbahar.

Ia mengatakan, daerah perbatasan terkadang dekat dengan kota  negara tetangga. Tidak jarang, penduduk di perbatasan pun  pindah kewarganegaraan. Masalah yang terjadi biasanya karena minimnya layanan kesehatan di negeri sendiri, kurang adanya pemberdayaan ekonomi, dan pengusaha kecil kurang mendapatkan dana bantuan. 

Sebelumnya, Baznas, BNPP, dan TNI melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau //Memorandum of Understanding// (MoU) tentang Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Perbatasan untuk Mendukung Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) antara Baznas, BNPP, dan TNI di Jakarta, Kamis (25/8). 

Ketua Baznas Prof KH Noor Achmad mengatakan, Baznas memiliki komitmen kuat bersama BNPP dan TNI dalam membantu pengentasan kemiskinan di daerah perbatasan yang juga menjadi agenda prioritas pemerintah. "Maka, kami bertekad terus memberikan pelayanan terbaik kepada saudara-saudara kita di perbatasan, termasuk daerah lain," kata dia.

Noor menyampaikan, berbagai program berbasis ekonomi akan digulirkan Baznas di perbatasan negara, termasuk daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Di antara program yang akan digagas, yakni meliputi pembangunan ekosistem ekonomi terpadu, terdiri atas pemberdayaan ekonomi pedesaan dan UMKM; pembangunan ekosistem kesehatan terpadu, terdiri atas layanan kesehatan kuratif dan promotif kesehatan; program pendidikan masyarakat perbatasan dan program beasiswa perbatasan; penyediaan rumah layak huni dan sumber air; serta sinergi menjadikan 1.000 orang muzaki baru di kecamatan kawasan perbatasan negara dengan kemiskinan ekstrem dan program lainnya.

"Daerah perbatasan atau 3T, yakni daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal menjadi perhatian besar Baznas dalam menyejahterakan masyarakat di sana,” jelas dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Amil Zakat Nasional (baznasindonesia)

Sebelumnya, Baznas telah aktif membantu masyarakat di perbatasan melalui program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya, melalui Zakat Community Development (ZCD) yang merupakan program pemberdayaan Baznas melalui komunitas dan desa dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan secara komprehensif. Program tersebut didukung dari dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Pada acara penandatanganan tersebut, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan, sumber daya yang dikelola Baznas  bisa digunakan untuk pembangunan yang secara tidak langsung akan diarahkan untuk membantu golongan penerima zakat, infak, sedekah, terus menerus. Program ini pun bermanfaat demi kebaikan umat sesuai ajaran Islam.

"Secara khusus, terima kasih kepada Baznas dengan paham dan pikiran progresif dalam penggunaan zakat dan sedekah yang lebih modern, tidak terbatas hanya langsung pada delapan golongan saja," jelas dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Amil Zakat Nasional (baznasindonesia)

Kepala BNPP Tito Karnavian mengungkapkan, percepatan pembangunan ekonomi perbatasan menjadi salah satu peran BNPP yang harus dijalankan. Tujuannya adalah memperkuat pembangunan di perbatasaan berdasarkan karakteristik potensi wilayahnya. 

Dia mencontohkan, program di Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), dengan potensi perikanan. Pemerintah pun membantu masyarakat untuk pemberian perahu dan mesin perahu. Demikian  pula di Natuna yang membutuhkan peralatan untuk pemberdayagunaan ekonomi masyarakat, seperti pengadaan mesin pendingin atau cold storage agar hasil ikan tidak cepat rusak.  

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, siap memberikan dukungan program di perbatasan, terutama menerjunkan pasukan.  Dia pun  membutuhkan rencana pembangunan  fisik yang dibutuhkan di perbatasan. 

"TNI bisa custom pasukan kalau sudah tahu kebutuhan apa yang mau dibuat. Misalkan, nanti membuat rumah sakit akan disiapkan dari puskes AD atau puskes AL, selain dari pasukan di perbatasan," jelas dia.  

Kala Perang Jawa Bikin Bangkrut Belanda

Perang Jawa menjadi pelajaran penting bagi pemerintah kolonial Belanda untuk menghadapi pihak keraton dan rakyat Nusantara.

SELENGKAPNYA

Tak Terima Alquran Diinjak, Opu Daeng Risadju Lawan NICA

Risadju berasal dari keluarga bangsawan Luwu di Sulawesi Selatan.

SELENGKAPNYA

Rakornas Baznas Hasilkan 12 Resolusi

Perkuat peran penyuluh agama untuk sosialisasi dan edukasi zakat.

SELENGKAPNYA