Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma | Istimewa

Khazanah

Rakornas Baznas Hasilkan 12 Resolusi

Perkuat peran penyuluh agama untuk sosialisasi dan edukasi zakat.

 

 

JAKARTA — Rapat Koordinasi dan Kerja Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang digelar selama tiga hari pada 24-26 Agustus 2022 telah berakhir. Sebanyak 12 resolusi lahir dari hajatan akbar nasional tersebut.

Ketua Baznas Prof KH Noor Achmad menyampaikan rasa syukur atas kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan Rakornas Baznas 2022. "Resolusi yang dihasilkan dari Rakornas Baznas 2022 ini akan dijadikan suatu pedoman untuk pengelolaan zakat pada masa yang akan datang," kata Noor pada penutupan Rakornas Baznas 2022 di Jakarta, Jumat (26/8).

Ia menegaskan, hasil dari rakornas ini tentu harus berpegang terus pada prinsip 3A (aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI) serta perlu dipertegas di daerah-daerah karena inilah bagian tanggung jawab Baznas kepada masyarakat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Amil Zakat Nasional (baznasindonesia)

"Mari kita bangkit bersama-sama untuk menyejahterakan umat melalui zakat. Mudah-mudahan ini dihitung menjadi jihad fi sabilillah," ujar dia.

Resolusi tersebut dibacakan oleh Sekretaris Utama Baznas, Dr Ahmad Zayadi. “Resolusi ini menjadi dokumen resmi, komitmen kita bersama untuk melaksanakan poin-poin 12 besar ini. Insya Allah, target-target yang sudah kita tetapkan bisa kita realisasikan bersama-sama," kata Zayadi yang juga ketua pelaksana Rakornas Baznas 2022.

Adapun 12 resolusi Rakornas Baznas 2022, yakni pertama, memperkuat kelembagaan Baznas pusat, Baznas provinsi, dan Baznas kabupaten/kota sebagai lembaga pemerintah non-struktural (LNS) dalam pengelolaan zakat di tingkat pusat dan daerah. Penguatan ini dilakukan melalui sinergi, koordinasi, dan konsolidasi dengan pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi, dan kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kedua, mendorong hadirnya jaringan pendukung gerakan zakat nasional dari berbagai elemen dan organisasi masyarakat yang meliputi instansi pemerintah pusat dan daerah, sektor usaha, komunitas muzaki, dan komunitas mustahik.

Ketiga, memperkuat pengumpulan zakat dari muzaki aparatur negara melalui strategi unit pengumpul zakat (UPZ) dan //payroll system//, muzaki non-aparatur negara melalui strategi ritel, digital, dan strategi lainnya serta pengadministrasian data pengelolaan zakat di luar neraca.

Resolusi keempat, mendorong pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ) Baznas di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) serta penguatan peran penyuluh agama untuk sosialisasi dan edukasi zakat.

“Kelima, menyepakati target pengumpulan nasional pada 2023 sebesar Rp 33 triliun dengan perincian sebagaimana terlampir,” kata Zayadi.

Kemudian, resolusi keenam, menyepakati target penyaluran nasional dan program penyaluran prioritas nasional pada 2023 dengan perincian sebagaimana terlampir. Ketujuh, memberikan prioritas penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta mendukung pengelolaan program Kampung Zakat.

Kedelapan, mendorong optimalisasi dana dam dan kurban dari jamaah haji Indonesia untuk peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan mustahik serta potensi ekonomi haji untuk pemberdayaan ekonomi mustahik.

“Kesembilan, meningkatkan kapasitas dan kompetensi amil zakat, baik pada Baznas (pusat), Baznas provinsi, dan Baznas kabupaten/kota, dan melaksanakan implementasi SOP pada Baznas,” kata Zayadi.

photo
Tangkapan layar Wakil Presiden Maruf Amin saat menghadiri secara daring Rapat Koordinasi dan Kerja Nasional BAZNAS tahun 2022, Rabu (24/8/2022). - (Fauziah Mursid/Republika)

Adapun resolusi kesepuluh, menyusun dan menyampaikan laporan pengelolaan zakat dengan menggunakan sistem manajemen informasi Baznas secara reguler.

Kesebelas, menyelenggarakan rapat kerja tingkat daerah yang dipimpin oleh Baznas provinsi bersama Baznas kabupaten/kota dengan koordinasi kepada Baznas (pusat). “Kedua belas, memastikan pengelolaan zakat tetap berada dalam koridor aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI dengan memperkuat pengendalian internal dan penegakan kode etik dalam pengelolaan zakat,” katanya.

Sementara, saat membuka rakornas ini, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin berharap, Rakornas Baznas 2022 dapat menjadi forum yang produktif dan transformatif. Wapres juga berharap, forum ini mampu merumuskan sistem tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang lebih baik secara nasional.

Dalam mengelola ZIS, menurut Wapres, Baznas sudah sepatutnya berprinsip pada tiga aman yakni aman syar'i, aman regulasi, aman NKRI. “Penerapan prinsip ini harus digaungkan secara nasional hingga menjadi referensi bagi pengelola zakat di Indonesia,” ujar Wapres.

Kala Perang Jawa Bikin Bangkrut Belanda

Perang Jawa menjadi pelajaran penting bagi pemerintah kolonial Belanda untuk menghadapi pihak keraton dan rakyat Nusantara.

SELENGKAPNYA

Tak Terima Alquran Diinjak, Opu Daeng Risadju Lawan NICA

Risadju berasal dari keluarga bangsawan Luwu di Sulawesi Selatan.

SELENGKAPNYA

Merekayasa Kejahatan

Allah SWT mengabadikan kisah rekayasa kejahatan yang diperbuat oleh saudara-saudara Nabi Yusuf

SELENGKAPNYA