Menteri BUMN, Erick Thohir menyakini peresmian Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat memiliki nilai strategis bagi pemerataan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional. | Kementerian BUMN

Ekonomi

Terminal Kijing Gantikan Pelabuhan Pontianak

Pembangunan Terminal Kijing sejalan dengan salah satu target penggabungan Pelindo.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, yang nantinya ditargetkan sebagai pengganti Pelabuhan Pontianak secara bertahap. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan peran terminal tersebut akan berganti secara bertahap.

"Pelabuhan Pontianak nantinya akan dimaksimalkan untuk melayani kegiatan lainnya, seperti kapal penumpang atau kapal Ro-Ro dan layanan lainnya untuk mendukung kegiatan penumpang antarpulau yang menggunakan transportasi laut,” kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, Selasa (9/8).

Arif menjelaskan, Kalimantan Barat memang sangat membutuhkan pelabuhan baru. Arif mengatakan, saat ini, pemanfaatan Pelabuhan Dwikora yang terletak di kawasan perkotaan sudah optimal. "Dengan adanya keterbatasan lahan, maka perluasan Pelabuhan Dwikora juga sulit dilakukan," ujar Arif.

Arif menyampaikan, utilitisasi Pelabuhan Dwikora sudah mencapai 257 ribu TEUs atau 86 persen dari kapasitas pelabuhan. Lahan untuk ekspansi juga sudah tak tersedia dan laju sedimentasi di hulu Sungai Kapuas dan penyempitan alur berdampak pada tingginya biaya operasional pengerukan. "Lebar alur menyempit dari 60 meter menjadi 40 meter dalam lima tahun terakhir," kata Arif.

 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by WIKA (@ptwijayakarya)

Arif mengatakan, pembangunan Terminal Kijing sejalan dengan salah satu target penggabungan Pelindo yang berperan mendukung pengembangan infrastruktur yang lebih terkoordinasi. Dengan begitu, dapat menciptakan konektivitas maritim dan hilirisasi industri.

"Terminal Kijing diproyeksikan menjadi kawasan pelabuhan internasional terbesar di Kalimantan dan akan menjadi salah satu pelabuhan hub di Indonesia  di mana pada awal pengoperasiannya digunakan untuk pelayanan multipurpose,” kata Arif.

Presiden Jokowi mengatakan, Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang pembangunannya dimulai sejak 2016 akan  memperkuat competitiveness daya saing produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh provinsi Kalimantan Barat. Jokowi menuturkan, di wilayah tersebut memiliki kekuatan besar seperti crude palm oil (CPO), alumina, dan bauksit.

Produksi CPO pada 2021 mencapai lima juta ton dan diperkirakan sudah di posisi tujuh juta ton pada 2030. Kalimantan Barat juga memiliki cadangan bauksit terbesar di Indonesia, yakni 840 juta ton atau 67 persen dari total cadangan bauksit di Indonesia.

photo
Menteri BUMN Erick Thohir dalam peresmian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (9/8/2022). - (@erickthohir)

Selain itu, potensi pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan Terminal Kijing juga masih terbuka lebar. Untuk itu, dibutuhkan lahan sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan industri dan program hilirisasi industri.

Presiden Jokowi mengatakan, dalam mewujudkan peningkatan daya saing maka dibutuhkan jalan yang diperlebar dari Terminal Kijing ke Pontianak sehingga perjalanan kontainer maupun nonpeti kemas bisa lancar. "Jadi jangan sampai investasi yang besar seperti itu tidak bisa memperkuat daya saing dan tidak bisa memperbaiki konektivitas antarpelabuhan, antarpulau, dan antarnegara,” kata Presiden Jokowi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, agar pengoperasian Terminal Kijing menjadi optimal, juga diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga. Budi berharap, sinergi antar-stakeholder seperti Instansi pemerintah pusat dan daerah yang terkait, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus berlanjut untuk optimalisasi pemanfaatan Terminal Kijing.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BUMN Pelabuhan Indonesia (pelindo)

"Sehingga tujuan mulia pembangunan terminal ini dapat terwujud, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Kalimantan Barat,” kata Budi.

Terminal Kijing merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun berdasarkan Perpres No 43/2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Pembangunan tahap inisial ini meliputi dermaga dengan dimensi seribu meter kali lebar 100 meter, port management area (200x100 meter), jalan menuju dermaga (trestle) sepanjang 3,45 km dengan lebar 19,8 meter, terminal peti kemas, dan terminal multipurpose.

Terminal tersebut memiliki empat area, yakni peti kemas dengan kapasitas tahap awal 500 ribu TEUs dan kapasitas tahap akhir 1,95 juta TEUs per tahun, area curah kering dengan kapasitas  tahap awal tujuh juta ton dan kapasitas tahap akhir 15 juta ton, area curah cair dengan kapasitas tahap awal lima juta ton dan kapasitas tahap akhir 12,18 juta ton.

Termasuk, area multipurpose dengan kapasitas  tahap awal 500 ribu ton dan kapasitas tahap akhir satu juta ton. Luas kawasan pelabuhan tersebut mencapai 200 hektare yang meliputi area terminal dan back up area pelabuhan.

BPS: Indonesia Swasembada Beras

Perpadi mendorong agar survei cadangan beras bisa dilakukan secara rutin.

SELENGKAPNYA

Erick: BUMN Motor Pertumbuhan Ekonomi

Program BUMN menjadi penggerak ekonomi desa yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

SELENGKAPNYA

Produksi Migas Pertamina Naik

Pertamina Hulu Rokan menjadi terproduktif dalam menyumbang minyak di Pertamina.

SELENGKAPNYA