Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

19 Apr 2022, 03:45 WIB

Alquran Kitab Terbuka

Dengan sikap keterbukaannya itu, justru hingga sekarang tidak ada satu pun yang berdaya menandingi Alquran.

PROF FAUZUL IMAN

Sejak diturunkan, Alquran mengajarkan sikap terbuka kepada Rasulullah SAW dan umatnya agar melakukan pembacaan teks Alquran dan pembacaan pada seluruh objek/sasaran ciptaan Tuhan di balik teks Alquran (alam).

Kalimat iqra yang diungkap tanpa objek/maful menunjukkan pembacaan terbuka untuk menggali segenap objek cakrawala ilmu pengetahuan.

Pembacaan dimaksud pertama wilayah teks sebagai firman kebenaran Tuhan (ayat-ayat Quraniyah) yang berisi petunjuk lengkap baik berupa perintah dan larangan yang sangat sejalan dengan fitrah kemanusiaan.

Kedua, pembacaan di balik teks berupa ruang realitas alam mikro dan makro sebagai ayat/tanda kekuasaan Tuhan yang tak terbatas (ayat-ayat kauniyah).

Membaca wilayah dari sisi teks, Tuhan demikian tegas, berani, dan terbuka menantang siapa saja makhluk-Nya (jin dan manusia) untuk meneliti, mengoreksi, mengevaluasi, bahkan bila masih tidak puas dipersilakan membuat teks Alquran baru (QS 17: 88).

Dengan sikap keterbukaannya itu, justru hingga sekarang tidak ada satu pun yang berdaya menandingi Alquran, baik dari sisi kandungan maupun segi tata bahasa dan keindahan sastranya. Akibatnya, yang muncul hanya orang-orang kesal yang berkompensasi di pinggiran dengan cara mencaci, menginjak-nginjak Alquran, bahkan membakarnya.

Alquran ternyata makin berkibar seperti diakui Issa J Boullata. Dalam karyanya, Literary Structure of Religious Meaning in The Quran, Boullata menyatakan, Alquran sebagai kitab suci ribuan tahun yang tidak pernah rapuh/rusak hingga abad modern ini, baik dari sisi substansi maupun keindahan gaya dan bahasanya.

Inilah yang kemudian makin membuktikan kebenaran Alquran tidak saja berada di dalam teksnya, tetapi juga kebenaran yang berada di balik teks/ruang realitas.

Pengakuan Maurice Bucaille dalam bukunya, The Quran, The Bible and Science, Islam adalah agama yang sangat sejalan dengan fakta-fakta ilmiah, menunjukkan bahwa Alquran di balik teks/ruang realitas bicara tentang kebenaran. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kemudian Maurice memilih jalan memeluk Islam. 

Menurut dia, Islam agama yang sangat terbuka. Tidak rigid dan radikal seperti apa yang selama ini dituduhkan oleh para fobia Islam, melainkan agama yang menghargai pluralisme dan universalisme yang melintasi budaya dan bangsa untuk saling bertukar dan belajar budaya, pengetahuan, dan peradaban.

Pernyataan spektakuler Maurice tentang dan pilihan hidupnya kepada Islam tentu bukan tanpa dasar, melainkan setelah secara rasional ia menekuni dan memahami Alquran dengan serius.

Atas dasar usaha seriusnya itulah ia menemukan salah satu firman Tuhan yang menurut dia berisi kandungan yang sangat komprehensif dan modern seperti yang telah disebutkan tadi. Firman itu tertera dalam surah al-Hujurat ayat 13.

Wallahu a'lam. ';

Covid-19 Diprediksi Landai Pasca-Lebaran

Hasil serosurvei menunjukkan hampir 100 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19.

SELENGKAPNYA

Indonesia Cetak Suprlus Dagang Terbesar

Kenaikan harga komoditas melanjutkan tren surplus neraca perdagangan Indonesia.

SELENGKAPNYA
×