Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Manggapai Rahmat, Meraih Maghfirah

Kasih sayang Allah ada yang diberikan di dunia dan ada yang diberikan nanti di akhirat.

Oleh Dr Syamsul Yakin

OLEH DR SYAMSUL YAKIN

Dalam literatur dipahami bahwa rahmat itu adalah kasih sayang. Kalau dikatakan rahmat Allah, maknanya adalah kasih sayang Allah.

Kasih sayang Allah ada yang diberikan di dunia untuk semua manusia, baik yang bertakwa maupun yang durjana. Ada juga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa nanti di akhirat berupa surga. Untuk bisa meraih rahmat Allah, manusia harus berbuat baik.

Allah berfirman, “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS al-A’raf [7]: 56).

Menurut Ibnu Katsir, rahmat Allah itu diperuntukkan bagi orang-orang yang mengikuti perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Tepatnya, rahmat Allah itu diberikan kepada orang-orang yang bertakwa, seperti firman-Nya, “Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa” (QS al-A’raf [7]: 156). 

Untuk bisa menjadi orang-orang yang bertakwa, perbuatan yang bisa dilakukan salah satunya adalah berpuasa. Tujuan berpuasa sendiri adalah agar menjadi orang-orang bertakwa, seperti terungkap dalam Alquran, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah [2]: 183).

Dari sini dapat dipahami bahwa orang-orang yang berpuasa akan dapat menggapai rahmat Allah. Dalam hadis qudsi disebutkan, “Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya” (HR Muslim). Balasan puasa ini dapat dikatakan sebagai rahmat Allah. Bahkan dalam hadits lain disebutkan, “Hendaklah kalian berpuasa karena tidak ada yang menyamai (pahala)-nya” (HR Nasa’i).

Selanjutnya, berpuasa selain dapat menggapai rahmat Allah, dapat juga meraih maghfirah dari Allah. Minimal ada dua perbuatan yang mengundang maghfirah Allah pada bulan Ramadhan. Pertama, berpuasa itu sendiri.

Nabi mewanti-wanti, “Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis ini, orang yang dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni dapat disebut orang yang meraih maghfirah-Nya. Kedua, qiyamurramadhan.

Qiyamurramadhan artinya Tarawih, Tahajud, dan Witir. Nabi berseru, “Barang siapa melakukan qiyamurramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR Bukhari).

 
Kedua, puasa dan qiyamurramadhan harus dilakukan dengan keikhlasan, yakni hanya mengharap ridha-Nya. Bukan karena ingin mendapat pujian dan gengsi sosial.
 
 

Dalam dua hadis yang hampir sama redaksinya ini diketahui untuk meraih maghfirah (ampunan) Allah, dapat dilakukan dengan puasa dan qiyamurramadhan. Hanya saja, puasa dan qiyamurramadhan tersebut harus dilakukan dengan dua syarat.

Pertama, dengan penuh keimanan. Maksudnya, seperti diungkap Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, puasa harus diyakini sebagai kewajiban yang Allah titahkan.

Kedua, puasa dan qiyamurramadhan harus dilakukan dengan keikhlasan, yakni hanya mengharap ridha-Nya. Bukan karena ingin mendapat pujian dan gengsi sosial. Ibadah puasa juga tidak boleh didedikasikan untuk program kesehatan dan penyusutan berat badan. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mendaki Kelezatan Iman

Berpuasa cara Allah SWT supaya sang hamba naik tingkat dalam merasakan kelezatan iman.

SELENGKAPNYA

Mudik Ujian Menuju Status Endemi Covid-19

Bila sudah masuk status endemi, potensi peningkatan kasus Covid-19 bukan berarti tidak ada

SELENGKAPNYA

FAO: Harga Pangan Naik 13 Persen

Kenaikan harga pangan akibat perang di Ukraina yang menyebabkan kekacauan di pasar biji-bijian dan minyak konsumsi.

SELENGKAPNYA