Bung Hatta ingin jenazahnya dimakamkan di kuburan biasa, agar tetap dekat dengan rakyat.
Bung Hatta amat berhati-hati pada perkara uang rakyat.
Kelompok Islam modernis yang bermukim di Sumatera Westkust berupaya menunjukkan identitasnya.
Mereka berontak terhadap pemerintah kolonial, pasukan VOC dan tuan tanah keji.
Sejak zaman VOC, kedatangan Belanda di Indonesia sudah bermotif ekonomi, politik, dan agama.
Persoalan ideologi negara di Konstituante berbuntut tegangnya hubungan pusat-daerah.
Dahulu pada 1950-an hingga 1960-an, Jakarta dijuluki sebagai the big village.
Kompleks yang kini Gedung Bappenas di Menteng, Jakarta, punya sejarah terkait Yahudi.
Keteladanan Jenderal Hoegeng terus harum hingga kini.
Lebih baik ke sekolah agama daripada sekolah kafir, begitu kata orang tua Betawi tempo dulu.
Sisa-sisa kompleks karantina haji di Pulau Onrust hingga kini masih bisa dijumpai.
Dialah menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia pertama.
Kemampuannya menguasai emosi massa adalah kunci sukses seorang Oedin Rahmany.
Ia melengkapi Bung Karno dengan kemampuan manajerial dan perencanaan yang baik.
Duski melenggang ke kursi Konstituante sebagai bagian dari hasil Pemilu 1955.
Ia menghadirkan pendidikan yang membebaskan para murid dari mental terjajah.
Istri Ki Hadjar Dewantara itu piawai memimpin organisasi dan menuliskan gagasan.
Melalui artikelnya, Ki Hadjar Dewantara menggugat pemerintah kolonial.
Tjokroaminoto menentang pemerintah dan administrasi Hindia Belanda.

Mosi Integral Mohammad Natsir
Dengan Mosi Integral, RI kembali ke dalam bentuk negara kesatuan.

Nyi Subang Larang Sang Ahli Quran
Nyi Subang Larang merupakan istri Prabu Siliwangi yang tinggal di Pesantren Karawang.

'Wajah Asli' Belanda dan Dukungan Muslim Soviet untuk Kemerdekaan RI
Belanda tak percaya warga setempat bisa mengurus Indonesia merdeka.