Workshop Online, Menulis Opini di Media Massa | Republika

Nasional

Prof Emil: Pelatihan Republika Perluas Partisipasi Publik

 

JAKARTA -- Harian Republika menggelar pelatihan menulis opini di media massa yang diadakan pada Selasa (12/5). Kegiatan yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online ini diadakan untuk berbagi ilmu pengetahuan mengenai penulisan opini kepada para pembaca Harian Republika.

Dalam kegiatan ini, ada kejutan yang tidak dikira oleh para peserta dan bahkan panitia. Kejutan tersebut adalah kehadiran salah satu cendekiawan Indonesia Profesor Emil Salim yang menjadi peserta webinar. Ia ternyata ikut mendaftar webinar sebagaimana peserta lainnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji mengatakan, sebagai moderator dirinya tidak mengira tokoh bangsa tersebut akan hadir di pelatihan menulis sebagai peserta. "Profesor Emil Salim dengan sangat tawadhu-nya ikut mendengarkan dari awal sampai akhir, menyimak penjelasan dari pemateri," kata Hasan, Selasa (12/5).

Di akhir sesi, panitia memberikan waktu bagi Profesor Emil Salim untuk berbicara. Pada kesempatan itu, Emil berharap agar media selalu menampilkan keberimbangan. Emil juga berpesan agar media bisa menampilkan pendapat yang pro dan kontra terhadap suatu masalah dengan cara yang objektif.

 

 
"Saya kira prakarsa dari Republika baik sekali untuk lebih memperluas partisipasi publik di dalam menulis opini di dalam surat kabar."

 

Profesor Emil Salim
 

 

"Saya kira prakarsa dari Republika baik sekali untuk lebih memperluas partisipasi publik di dalam menulis opini di dalam surat kabar," ujar dia. Emil mengaku memperhatikan akhir-akhir ini banyak opini yang seolah-olah mempertentangkan satu dengan yang lain. Semua seolah menjadi pro A dan anti B.

"Karena itu saya ingin tahu apakah semangat yang ada di surat kabar itu mencerminkan publik opini. Apa yang saudara sampaikan berharga," ujar prof Emil.

photo
Prof Emil Salim, saat mengikuti acara pelatihan Workshop Online Menulis Opini di Media Massa - (Republika)

Pemateri pelatihan, Subroto, mengaku tak menyangka ada Emil Salim dalam pelatihan tersebut. "Tokoh dengan reputasi internasional, dan sudah sepuh, tapi masih mau mengikuti paparan wartawan seperti saya yang tak banyak pengalaman. Hari ini justru saya yang belajar banyak tentang kerendahan hati dan pentingnya belajar sepanjang hayat. Terima kasih, Prof," ujar Redaktur Pelaksana Harian Republika tersebut.Kepala Divisi Event dan Promosi PT Republika Media Mandiri HR Kurniawan mengatakan, selama ini ia melihat antusiasme publik untuk menulis dan dimuat di Republika cukup tinggi. Terkait hal itu, Republika ingin memberikan inspirasi untuk para pembaca yang ingin opininya dimuat.

Tidak hanya melalui media massa, opini yang ditulis nantinya juga bisa dibagikan kepada masyarakat melalui media sosial mereka. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta pada akhirnya mampu menulis opini yang bermanfaat dan bisa dibagikan di masyarakat.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat