Penyediaan Solusi IoT untuk PMI | Dok Telkomsel
04 Jun 2020, 07:11 WIB

Kolaborasi dalam Hadapi Pandemi

Peran teknologi sangat membantu masyarakat dan lembaga tertentu dalam melakukan pencegahan virus korona,

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kontribusi dari seluruh elemen masyarakat memiliki arti yang begitu besar. Upaya saling membantu ini, tercermin juga dalam upaya kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak untuk meringankan beban sesama selama situasi ini terjadi. 

Sebagai bagian dari upaya bersama ini, Telkomsel melalui layanan berbasis IoT (Internet of Things), menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Pada program Operasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang diinisiasi PMI, Telkomsel dipercaya menyediakan solusi IoT FleetSight dan TOMS (Telkomsel Order Management System), untuk membantu PMI untuk tetap dapat menerapkan pembatasan fisik dalam pengelolaan kegiatan, distribusi, dan kendaraan operasional PMI. 

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said mengungkapkan, peran teknologi sangat membantu masyarakat dan lembaga dalam melakukan pencegahan virus korona. “Dengan adanya teknologi ini, diharapkan bisa membantu PMI, terutama dalam manajemen kendaraan dan manajemen kegiatan operasional,” katanya.

Terkini

Senada, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menjelaskan, Telkomsel terus berupaya agar kebutuhan masyarakat dapat selalu terpenuhi dalam kondisi apapun. “Selain menghadirkan layanan yang berkualitas, Telkomsel juga merasa perlu menguatkan perannya untuk hadir bersama Pemerintah RI dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk semua pihak yang berada dalam ekosistem digital Telkomsel, untuk berjuang bersama,” ujarnya. 

Sebelumnya, Setyanto menjelaskan, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penyediaan akses gratis tiga situs informasi resmi penanganan Covid-19, serta pemanfaatan fitur //broadcast// SMS untuk membantu edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanganan pandemi. 

 

 

Pemanfaatan teknologi IoT dapat secara efektif mengurangi keterlibatan manusia terutama ketika pembatasan fisik sangat diperlukan, sekaligus menjaga agar aktivitas operasional tetap dapat berjalan tanpa hambatan.

Setyanto Hantoro
Direktur Utama Telkomsel
 

Berbagai upaya kolaborasi ini juga diperkuat dengan pemberian donasi berupa alat ventilator serta lebih dari 100 ribu alat pelindung diri (APD) yang secara berkala diserahkan langsung kepada sejumlah Rumah Sakit Darurat dan Rumah Sakit Rujukan penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia.Sejumlah alat medis yang diberikan ini meliputi ventilator, baju hazmat, thermogun infrared, masker, dan perlengkapan medis lainnya. Lebih dari 100 ribu unit alat medis tersebut akan diserahkan secara berkala kepada pihak yang membutuhkan. 

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr dr Fathema Djan Rahmat mengungkapkan, amanah pemberian bantuan ini, akan didistribusikan ke beberapa daerah, seperti Sorong, Tarakan, Dumai, Padang, Palembang, dan Jawa Timur. “Bantuan Telkomsel sangat berarti bagi kami terutama ventilator ini sangat dibutuhkan para pejuang kesehatan di daerah untuk menangani pasien dengan tingkat severity of illness yang sangat berat,” ujarnya. 

Sebelumnya, Telkomsel juga telah melakukan pemberian dukungan secara strategis bagi sejumlah lembaga pemerintahan dan organisasi di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa upaya yang telah dilakukan meliputi pemberian bantuan alat kesehatan untuk Pemkab Belitung, Pemkab Batam, dan Pemkot Jayapura, serta bantuan alat kesehatan dan alat komunikasi bagi RS Isolasi di Semarang.

Kompetisi di Rumah

photo
Kompetisi e-sport Indonesia Games Championship - (Dok Telkomsel )

Untuk mendukung upaya jaga jarak oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia di masa kondisi darurat pandemi Covid-19, Telkomsel juga menggelar turnamen esport bertajuk Indonesia Games Championship (IGC) yang diselenggarakan mulai Mei hingga September 2020. 

Kolaborasi Telkomsel dengan Garena ini, diharapkan dapat diikuti lebih dari 32 ribu pegiat //mobile games// dari seluruh Indonesia. Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh mengatakan, sebagai digital telco company, Telkomsel terus memaksimalkan perannya melalui ekosistem digital inklusif yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. “Kami berharap, IGC 2020 dapat memenuhi kebutuhan akan hiburan bagi para pecinta //game// di seluruh Indonesia di tengah masa sulit seperti saat ini,” ujarnya. 

IGC 2020 terbuka bagi semua gender, baik tim laki-laki maupun perempuan, termasuk level amatir maupun profesional. Terdapat dua //genre// permainan yang akan dipertandingkan, meliputi Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) dan Battleground Survival. 

Judul permainan yang akan dipertandingkan pada kategori //PC game// adalah League of Legends. Sedangkan permainan yang akan dikompetisikan pada kategori //mobile// mencakup Free Fire, Call of Duty Mobile, dan Arena of Valor. 

Seluruh penggemar gim di seluruh Indonesia sudah dapat mendaftarkan timnya ke IGC 2020. Kemudian, delapan tim terbaik dari masing-masing gim yang dilombakan, akan mengikuti babak //grand final// pada September 2020. 

 Madrasah Digital

photo
Akademi Madrasah Digital - (Dok XL Axiata)

Kolaborasi untuk mendukung pendidikan di masa pandemi juga dilakukan PT XL Axiata Tbk. Bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), XL meluncurkan program Akademi Madrasah Digital (AMD) 2020. 

Melalui AMD 2020 ini para siswa Madrasah Aliyah (MA) diharapkan akan mendapatkan pembelajaran mengenai dasar-dasar digitalisasi guna meningkatkan kapabilitas dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Penyelenggaraan program ini nantinya akan menggunakan platform digital di Laboratorium IoT (Internet of Things) X-Camp milik XL. 

Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Dr H Ahmad Umar MA menjelaskan, bersama XL, Kemenag telah menjalankan serangkaian program yang digagas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi bagi para pelajar Madrasah Aliyah. Diawali dengan pendistribusian fasilitas internet berkecepatan tinggi ke lebih dari 800 MA sepanjang 2018-2019, kemudian dilanjutkan dengan Madrasah BootCamp, kini XL Axiata menghadirkan AMD 2020. “Melalui program 20 ini kami berharap kapabilitas para siswa MA akan bisa terus meningkat. Terutama terkait dengan pemenuhan kebutuhan kompetensi yang sesuai dengan Revolusi Industri 4.0,” ujarnya. 

AMD 2020 dirancang khusus dengan melihat kebutuhan para pelajar Madrasah Aliyah di Indonesia. Para peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan serangkaian pelatihan daring melalui https://elearn.id/ dan luring yang diisi sederet materi pendukung. “Kami berharap program ini bisa mendorong seluruh peserta untuk mewujudkan ide serta gagasan hingga menjadi suatu produk bermanfaat, bernilai teknologi tinggi, dan dapat dipasarkan,” ujar Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

Program AMD 2020 terbuka bagi para pelajar Madrasah Aliyah negeri atau swasta di seluruh Indonesia yang telah duduk di kelas 11. Untuk Angkatan pertama, AMD 2020 akan menerima 100 peserta. 

Pendaftaran AMD 2020 telah dibuka sejak 17 April-31 Mei 2020 melalui laman resmi, https://madrasah.kemenag.go.id/akademidigital. Selain data diri, calon peserta juga diwajibkan untuk menjelaskan purwarup hasil karya ilmiah sendiri baik yang pernah dibuat maupun yang masih dalam perencanaan ke dalam bentuk video/tulisan.

Pelatihan secara daring akan dilakukan pada 10 Juni-15 September 2020, yang dilanjutkan dengan pelatihan luring, mengacu pada perkembangan situasi wabah Covid-19 di Indonesia. Materi-materi yang akan diajarkan pada program ini, antara lain mencakup Digital Mindset, Ecosystem Digital, Design Thinking, Agile Mindset, dan Business Setup. Seusai pelatihan, siswa akan diarahkan untuk membuat purwarupa karya digital berbasis Internet of Things (IoT) yang sesuai kebutuhan masyarakat. 

 

 

 

 


×