Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain. | Bri life

Ekonomi

BRI Life Jaga Kualitas Portofolio, Klaim Turun

Pengelolaan risiko yang lebih disiplin menjadi faktor utama terjaganya kinerja klaim.

JAKARTA — PT Asuransi Jiwa BRI Life mencatat perbaikan kualitas portofolio pada kuartal I 2026 seiring terjaganya rasio klaim dan penguatan pengelolaan risiko. Perusahaan juga membukukan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp1,17 triliun, menurun 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan klaim tersebut dipandang sebagai indikasi perbaikan kualitas bisnis di tengah upaya perusahaan memperketat seleksi risiko dan menjaga keseimbangan portofolio nasabah.

Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain mengatakan, pengelolaan risiko yang lebih disiplin menjadi faktor utama terjaganya kinerja klaim pada awal tahun ini. Ia menilai, struktur portofolio yang lebih sehat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

“Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan. Rasio klaim dan manfaat di kuartal I tahun 2026 yang terjaga dan lebih rendah dibandingkan industri asuransi jiwa Indonesia adalah cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah,” ujar Andrew.

Andrew menambahkan, penurunan klaim secara tahunan sebesar 2,4 persen merupakan hasil dari strategi underwriting yang lebih selektif serta pengelolaan portofolio yang lebih terukur. Menurutnya, setiap premi yang dibayarkan nasabah harus kembali dalam bentuk proteksi yang tepat guna dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban klaim tetap menjadi fokus utama. Karena itu, BRI Life terus memperkuat proses layanan klaim agar lebih cepat, transparan, dan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan perlindungan nasabah tetap optimal.

Dari sisi industri, kinerja BRI Life tercatat lebih efisien dibanding rata-rata industri asuransi jiwa. Pada kuartal I 2026, rasio klaim industri berada di level 78,2 persen, sementara BRI Life berhasil menjaga rasio klaim di posisi 48,9 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi sekaligus ketahanan finansial perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar dan risiko bisnis. Posisi ini juga memperkuat kapasitas BRI Life dalam menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat kepada pemegang polis.

BRI Life merupakan bagian dari ekosistem BRI Group dengan struktur kepemilikan yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 51 persen, FWD Management Holdings Limited sebesar 43,96 persen, serta Yayasan Kesejahteraan Pekerja (YKP) BRI sebesar 5,04 persen.

Andrew menegaskan, perusahaan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kehati-hatian pengelolaan risiko. Ke depan, BRI Life berkomitmen memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan klaim, serta memperluas inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kami untuk memberikan perlindungan maksimal kepada nasabah serta menjaga keberlanjutan bisnis. Dengan rasio klaim yang jauh di bawah rata-rata industri, BRI Life membuktikan diri sebagai mitra proteksi yang tepercaya dan memiliki pengelolaan keuangan yang sehat,” kata Andrew.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat