Puisi Sesekali | Daan Yahya/Republika

Sastra

Sesekali

Puisi Malik Ibnu Zaman

Oleh MALIK IBNU ZAMAN

Aku dan Kamu

 

Aku tetap menjadi aku,

ia tak akan menjadi kamu,

apalagi mereka.

Tak peduli pada senandung yang berjalan,

diri adalah jalan kembali paling berani.

 

12 Maret 2022

***

 

Sesekali I

 

Semua berjalan,

kadang berlari,

sesekali berhenti.

 

13 Maret 2022

***

 

Hidup

 

“Apakah yang lebih baik dari pena yang bekerja?,” tanyamu

kala senja berlari.

“Barangkali hidup yang tawar menawar,” jawabku.

 

14 Maret 2022

***

 

Sesekali II

 

Sesekali atau berulangkali,

kadangkala bekerja tanpa aba-aba.

Ia datang dan pergi begitu saja.

 

15 Maret 2022

***

 

Tunduk

 

Tak pernah mengerti pada gemericik air,

bahkan tak berkenan tunduk pada bisik angin.

Ia hanya merasa sepi dalam diam di persimpangan.

 

16 Maret 2022

***


Malik Ibnu Zaman lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online. Buku pertamanya sebuah kumpulan cerpen berjudul Pengemis yang Kelima (2024).

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat