Asap membubung ke langit menyusul serangan militer Israel di Kota Gaza, Ahad, 24 Agustus 2025. | AP Photo/Jehad Alshrafi

Internasional

Israel Ratakan Kota Gaza

Penghancuran sistematis oleh Israel menggunakan bom robot.

GAZA – Pasukan penjajahan Israel melakukan penghancuran sistematis di Kota Gaza yang hendak mereka caplok. Pertahanan Sipil Gaza menyatakan tidak ada bangunan yang masih berdiri di bagian selatan wilayah tersebut tersebut.

Mahmoud Basal, juru bicara layanan penyelamatan, kepada kantor berita Anadolu melaporkan Israel telah menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Zeitoun sejak melancarkan serangan darat awal bulan ini untuk merebut Kota Gaza. 

Tentara Israel telah menggunakan mesin konstruksi bersama dengan robot yang membawa bom, memuat tujuh lokasi setiap hari sambil menggunakan drone quadcopter untuk menjatuhkan bahan peledak di atap rumah, kata Basal.

Senjata-senjata tersebut telah meningkatkan skala kehancuran di wilayah tersebut, tambahnya. Penghancuran sistematis telah memaksa 80 persen penduduk Zeitoun meninggalkan kota dan pindah ke wilayah barat atau utara Kota Gaza, kata Basal.

Asap membubung akibat pemboman di wilayah Zeitun di Kota Gaza, Jumat (22/8/2025). - (Muhammad Rabah)  ​

Tentara Israel telah menggunakan mesin konstruksi bersama dengan robot yang membawa bom, meledakkan tujuh lokasi setiap hari sambil menggunakan drone quadcopter untuk menjatuhkan bahan peledak di atap rumah, kata Bassal.

Senjata-senjata tersebut telah meningkatkan skala kehancuran di wilayah tersebut, tambahnya. Penghancuran sistematis telah memaksa 80 persen penduduk Al Zeitoun bermigrasi ke wilayah barat atau utara Kota Gaza, kata Bassal.

Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana pada 8 Agustus untuk menduduki Kota Gaza. Rencana tersebut melibatkan pengusiran sekitar satu juta warga Palestina ke arah selatan, mengelilingi kota dan mendudukinya setelah serangan hebat.

Israel telah membunuh hampir 63.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang menghadapi kelaparan.

photo
Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari Jabaliya membawa barang-barang mereka di sebuah jalan di Kota Gaza, Selasa, 26 Agustus 2025. - ( AP Photo/Jehad Alshrafi)

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional karena perangnya di wilayah kantong tersebut.

Sementara, dua warga Palestina syahid dan lainnya terluka akibat tembakan Israel yang menargetkan pengungsi dan pencari bantuan di Jalur Gaza sejak fajar pada hari Kamis, di tengah pemboman besar-besaran yang terus berlanjut di Kota Gaza ketika tentara Israel bersiap melancarkan operasi di sana.

Sebuah sumber di Rumah Sakit Al-Aqsa mengkonfirmasi kematian seorang warga Palestina dan cederanya orang lain yang mencari bantuan akibat tembakan Israel di dekat persimpangan Netzarim di Jalur Gaza tengah.

photo
Asap membubung ke langit menyusul serangan udara tentara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza, Jumat, 15 Agustus 2025. - (AP Photo/Mariam Dagga)

Sebuah sumber di Rumah Sakit Al-Awda melaporkan bahwa seorang wanita dan anaknya tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi Al-Bureij di Jalur Gaza tengah.

Seorang warga Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah apartemen di lingkungan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber di Rumah Sakit Al-Shifa. Beberapa warga Palestina juga terluka dalam serangan Israel yang menargetkan tenda yang menampung pengungsi di kamp pengungsi Shati di Gaza barat, menurut sumber medis.

Media lokal melaporkan bahwa seorang pemuda tewas dan lainnya terluka ketika pesawat Israel mengebom sebuah apartemen dekat Menara Palestina di Jalan Shuhada di Kota Gaza. Dia juga mengatakan bahwa penembakan artileri Israel menargetkan Jalan 8, selatan Kota Gaza.

Di Jalur Gaza selatan, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di utara Khan Yunis, dan kapal perang menembakkan peluru ke wilayah barat Rafah, menurut media lokal.

photo
Kerabat Palestina berduka atas jenazah Karim Qdeih yang berusia 13 tahun, yang syahid akibat serangan Israel semalam, saat pemakamannya di luar Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Sabtu, 23 Agustus 2025. - (AP Photo/Mariam Dagga)

Dengan dukungan Amerika, Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, termasuk pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, mengabaikan seruan dan perintah internasional dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.

Genosida tersebut menyebabkan sekitar 222.000 warga Palestina syahid dan terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Lebih dari 9.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan telah menewaskan 313 warga Palestina, termasuk 119 anak-anak, hingga hari Rabu.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Israel Merangsek ke Kota Gaza, Usir Warga

Jumlah korban jiwa kelaparan bertambah sepuluh orang.

SELENGKAPNYA

Israel Dibanjiri Ancaman Selepas Membunuh Enam Jurnalis di Gaza

Serangan Israel ke RS Nasser disebut kejahatan perang berlapis.

SELENGKAPNYA

Trump Sesumbar Agresi ke Gaza Selesai Dua Pekan Mendatang

Israel memborbardir berbagai wilayah di Jalur Gaza.

SELENGKAPNYA