Timnas Indonesia berlatih di Lapangan A Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (4/1). | Republika/Prayogi.

Olahraga

Pelatih Vietnam Sebut Skuad Garuda Semakin Kuat

Permainan agresif Vietnam perlu diwaspadai Timnas Indonesia.

JAKARTA -- Pelatih tim nasional Vietnam Park Hang-seo angkat bicara mengenai kekuatan timnas Indonesia menjelang leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1). Menurut Park, skuad Indonesia kini lebih kuat dengan adanya sejumlah pemain baru.

Juru taktik asal Korea Selatan itu memprediksi laga semifinal nanti akan berjalan ketat. Kendati demikian, Park mengaku optimistis timnya bisa meraih hasil positif, meskipun di tengah tingginya tekanan suporter Indonesia. 

"Tim Indonesia belakangan ini mengalami banyak perubahan, dengan para pemain yang semakin bagus. Mereka memiliki skill dan taktik yang bagus serta fisik yang mumpuni. Semoga Vietnam bisa meraih hasil terbaik melawan tim yang menyulitkan ini," kata Park Hang-seo, seperti dikutip dari laman VN Express, Rabu (4/1). 

Indonesia dalam Piala AFF 2022 memang memiliki beberapa wajah baru yang mampu menambah kedalaman skuad. Di barisan pertahanan, misalnya, ada pemain naturalisasi Jordi Amat yang membuat tembok pertahanan semakin kokoh. 

Sebagai tim tamu, Park tak menampik akan ada tekanan besar dari para suporter Indonesia dalam laga nanti. Namun, Park yakin para pemainnya mampu mengatasi hal tersebut. "Sebagai pelatih, saya selalu mengingatkan para pemain agar bisa bermain tenang," ujarnya. 

photo
Perbandingan statistik Timnas Indonesia dan Vietnam selama fase grup Piala AFF 2022 - (www.affmitsubishielectriccup.com)

Laman VN Express dalam tulisannya menyinggung soal tingginya tekanan yang dihadapi pemain lawan saat bermain di Gelora Bung Karno. Pada 29 Desember lalu, saat Indonesia menjamu Thailand di fase grup Piala AFF, para suporter timnas Indonesia mengepung bus para pemain Thailand dan disebut melakukan intimidasi. Dalam laga itu, Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1. 

Park Hang-seo menegaskan, tindakan tersebut tak patut dilakukan. Suporter yang mengancam dan menyerang pemain lawan tidak boleh ada di dalam sepak bola. Akan tetapi, Park yakin Indonesia tidak akan membiarkan peristiwa serupa terulang karena bisa terkena sanksi dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). 

Dalam laga semifinal nanti, identitas permainan agresif yang dipertontonkan timnas Vietnam patut diwaspadai oleh pasukan Shin Tae-yong. Atensi lebih tertuju pada sosok Nguyen Tien Linh. Penyerang berusia 25 tahun itu telah membukukan tiga gol sepanjang fase grup untuk timnas Vietnam.

Terlepas dari produktivitas gol pemain terbaik Asia 2021 itu, Indonesia sejatinya memiliki kartu as untuk meredam pergerakan Nguyen Tien Linh. Formasi 4-4-2 dan 4-2-3-1 mengandalkan double pivot di lini tengah, menarik dinanti publik pencinta sepak bola Indonesia. Pelatih Shin Tae-yong jelas mempersiapkan pemain terbaiknya demi tetap menjaga asa untuk merengkuh trofi juara Piala AFF 2022.

Sosok yang dinilai mampu menjaga keseimbangan dalam bertahan dan meredam permainan spartan Vietnam adalah Rachmat Irianto. Merujuk pada empat partai terakhir Indonesia di babak penyisihan, setiap gelandang bertahan milik Persib Bandung itu tampil, Garuda Indonesia mampu menjaga clean sheet.

Pemain berusia 23 tahun itu tampil sebanyak dua kali saat meraih kemenangan besar 7-0 atas Brunei Darussalam dan versus Thailand. Uniknya, sesaat Irianto ditarik keluar pada menit ke-75 melawan Thailand, Indonesia langsung kebobolan hingga memaksa laga berkesudahan seri 1-1.

photo
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong saat sesi latihan di Lapangan A Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (4/1) -(Republika/Prayogi.)

Saat bermain melawan Thailand, Shin Tae-yong menerapkan skema 4-4-2 dengan menduetkan Irianto bersama Marc Klok. Rekan sesama Persib tampil padu sebagai dua poros lini tengah. Kehadiran sosok gelandang bertahan yang kuat dan tenang seperti Irianto membuat beban dua bek tengah menjadi lebih ringan. Sedangkan, Klok diklaim bisa ditugaskan menjadi komposer untuk mengalirkan bola ke lini depan.

Semifinal berlangsung dalam dua leg. Partai perdana dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (6/1/2023) malam WIB. Leg kedua berlangsung di markas lawan, tiga hari berselang.

Pengamat sepak bola nasional Yesayas Oktavianus memberikan prediksinya mengenai pertandingan semifinal Indonesia melawan Vietnam. Mantan anggota Komite Normalisasi PSSI tahun 2011 itu menyarankan tim asuhan Shin Tae-yong agar bermain secara kolektif.

Maklum, sejak awal turnamen, Marc Klok dan kawan-kawan terlihat masih bermain secara individu, tidak secara tim. Selain masalah tersebut, mantan wartawan olahraga itu juga berharap timnas Indonesia tidak membuang setiap peluang yang dibuat. Tercatat, di laga terakhir melawan Filipina, beberapa peluang emas gagal berbuah gol sehingga skuad Garuda hanya mampu menang tipis dengan skor 2-1.

"Ego pemain harus dihilangkan. Pemain jangan egois. Kalau ada teman yang lebih berpeluang besar, bisa di-passing. Jangan memaksakan diri. Contoh saat laga lawan Filipina, Kambuaya memaksakan diri walau posisi Spaso sudah terbuka," kata dia kepada Republika, Rabu (4/1).

Dalam beberapa tahun terakhir, Golden Star Warriors, julukan timnas Vietnam, menjadi pesaing terberat Thailand sebagai penguasa Asia Tenggara. Mereka bermain sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi. Itu sedikit banyak karena sentuhan pelatih Park Hang-seo.

Sepanjang babak penyisihan, Golden Dragon tampil menggila. Vietnam tak terkalahkan dalam empat pertandingan di Grup B. Sebanyak tiga laga berhasil dimenangkan. Sisanya, satu duel berkesudahan imbang.

Mereka menunjukkan keseimbangan nyata antara menyerang dan bertahan. Total anak asuh Hang-seo mencetak 12 gol dan tidak pernah kebobolan. Statistik itu menjadi sinyal bahaya untuk lini pertahanan Indonesia. 

Akan tetapi, Indonesia juga mencatatkan statistik yang cukup impresif. Indonesia turut mengemas 12 gol sepanjang babak penyisihan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi masalah tim Garuda.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by 신태용 (@shintaeyong7777)

‘Menertawakan’ Islamofobia di Panggung Stand-up Comedy

Apa yang dilakukan Fathia mampu mengenalkan ajaran Islam di negara-negara minoritas Muslim lewat cara yang lebih segar.

SELENGKAPNYA

Rendah Akses Pangan Bergizi

Pangan bergizi dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesehatan masyarakat.

SELENGKAPNYA

Kisah Malika, Bocah Periang dan Mudah Bergaul

Malika menghilang setelah sempat dibawa kabur oleh seseorang di Gunung Sahari.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya