Warga duduk di restoran yang hanya diterangi lilin menyusul putusnya lairan listrik di Kiev, Ukraina, Ahad (6/11/2022). | EPA-EFE/ROMAN PILIPEY

Internasional

Listrik dan Air di Kiev Terputus

Serangan-serangan Rusia memutus listrik sekitar 10 juta konsumen dalam waktu lama.

 

KIEV – Lebih dari dua pertiga wilayah Kiev, Ukraina, menghadapi pemadaman listrik dan pemutusan aliran air, Kamis (24/11). Serangan rudal Rusia yang menghantam infrastruktur energi di sana menjadi penyebab terjadinya hal tersebut.

Menteri Energi Ukraina German Galuschenko mengungkapkan, terdapat tiga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang dinonaktifkan akibat serangan udara Rusia pada Rabu (23/11). Dia berharap ketiga pembangkit listrik itu bakal beroperasi kembali pada Kamis. Dengan demikian, aliran listrik untuk warga dapat berlanjut.

“Situasinya sulit di seluruh negeri,” kata Galuschenko tapi seraya menambahkan bahwa fasilitas pembangkit listrik akan meningkat secara bertahap pada Kamis.

Sedangkan Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengungkapkan, para teknisi listrik dan pekerja perbaikan mengerahkan segala upaya agar fasilitas pembangkit listrik di kota tersebut dapat segera beroperasi kembali. Namun, dia menekankan bahwa pemulihan akan bergantung pada keseimbangan energi keseluruhan dari jaringan nasional.

photo
Warga melintasi jalan gelap menyusul putusnya lairan listrik di Kiev, Ukraina,  Ahad (6/11/2022). - (EPA-EFE/ROMAN PILIPEY )

Serangan-serangan Rusia telah memutus listrik sekitar 10 juta konsumen dalam waktu lama. Operator jaringan listrik nasional Ukraina mengatakan, kerusakannya sangat parah.

Perusahaan energi nuklir Ukraina, Energoatom, mengatakan sejumlah unit PLTN Pivdennoukrainsk mati karena serangan udara Rusia di seluruh Ukraina. PLTN Pivdennoukrainsk terletak di selatan Ukraina.

Seorang pejabat daerah mengatakan unit-unit di PLTN Khmelnytskyi di Ukraina barat juga tidak beroperasi. "Unit-unit ini terhenti, tidak ada listrik, air, mungkin pemanas," kata Walikota Netishyn yang terletak di PLTN Khmelnytskyi, Oleksandr Suprunyuk.

Fasilitas energi di Kiev menjadi salah satu sasaran utama serangan udara Rusia pada Rabu lalu. Serangan itu menyebabkan pemadaman listrik di banyak daerah.

photo
Warga berdiri di gelapnya kota jalan gelap menyusul putusnya lairan listrik di Kiev, Ukraina,  Ahad (6/11/2022). - (EPA-EFE/ROMAN PILIPEY )

Pemadaman darurat pun perlu dilakukan di wilayah lain guna penghematan energi dan pekerjaan perbaikan. Warga Kiev yang terdampak pemadaman listrik harus berjuang menghadapi musim dingin karena suhu telah turun di bawah nol derajat Celcius.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan "pusat-pusat" khusus akan didirikan di seluruh Ukraina. Fasilitas itu menyediakan listrik, pemanas, air, internet, jaringan telepon genggam dan apotek. Pusat-pusat itu gratis dan buka sepanjang waktu.

Zelenskyy telah menuduh Rusia berusaha memanfaatkan musim dingin tahun ini sebagai senjata pemusnah massal. Hal itu dilakukan Moskow dengan menyerang infrastruktur energi Ukraina.

Zelenskyy mengungkapkan, agar dapat bertahan melewati musim dingin tahun ini dan mencegah Rusia memanfaatkan hawa dingin sebagai alat teror, Ukraina membutuhkan banyak hal. Kepada Asosiasi Wali Kota Prancis, Zelenskyy meminta bantuan generator serta peralatan untuk layanan darurat dan medis.

“Saya meminta Anda untuk sangat konkret dengan bantuan Anda dan mendukung kota-kota serta masyarakat (Ukraina) melawan terorisme,” ujar Zelenskyy.

Musim dingin

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jutaan nyawa warga Ukraina terancam saat negara tersebut memasuki musim dingin. Infrastruktur yang rusak atau hancur akibat peperangan menyebabkan 10 juta warga di sana harus hidup tanpa listrik.

“Krisis energi yang menghancurkan, darurat kesehatan mental yang mendalam, kendala pada akses kemanusiaan, dan risiko infeksi virus akan membuat musim dingin ini menjadi ujian berat bagi sistem kesehatan Ukraina,” kata Direktur WHO untuk Eropa Hans Kluge yang mengunjungi Ukraina, Senin (21/11), dilaporkan Bloomberg.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, serangan Rusia pada infrastruktur energi Ukraina, yang akhirnya menyebabkan pemadaman listrik di negara tersebut, merupakan konsekuensi karena Kiev menolak bernegosiasi guna mengakhiri pertempuran. Kendati demikian, Peskov membantah tuduhan yang menyebut Rusia dengan sengaja menargetkan warga sipil Ukraina. n reuters ed: yeyen rostiyani

OJK Minta Industri Perkuat Mitigasi Risiko

OJK juga berencana memperpanjang relaksasi industri asuransi pada 2023.

SELENGKAPNYA

Madrasah Bukan Lagi Sekolah Alternatif

Betapa luar biasanya madrasah saat ini yang bahkan bisa berkompetisi tentang robot.

SELENGKAPNYA

Percepat Distribusi Bantuan Korban Gempa Cianjur

Reruntuhan bangunan menjadi salah satu hambatan dalam pendistribusian bantuan.

SELENGKAPNYA