vp,,rm
Hikmah November Pekan ke-3 | Republika

Hikmah

Nilai Perjuangan

Islam memandang perjuangan sebagai sebuah keharusan.

OLEH MUHAMMAD RAJAB

Dalam hidup selalu ada cita-cita yang diinginkan. Cita-citalah yang akan membuat hidup makin menantang. Pasalnya, setiap orang akan berikhtiar untuk mengejar cita-cita yang diharapkan. Ikhtiar yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap upaya itulah yang disebut dengan perjuangan.

Islam memandang perjuangan sebagai sebuah keharusan. Sebab, hakikat hidup adalah berjuang. Berjuang untuk menggapai kemenangan hakiki, yakni menggapai ridha Allah SWT. Karena itu, setiap usaha dalam berjuang haruslah diniatkan karena Allah agar setiap keringat yang keluar di setiap langkah perjuangan bernilai di sisi Allah.

Di dalam perjuangan terdapat nilai-nilai mulia yang senantiasa menyertainya. Di antaranya sikap optimistis. Optimisme membuat kita bisa menatap masa depan dengan penuh semangat. Pasalnya, perjuangan yang tidak menghadirkan sikap optimistis membuat perjalanan dalam berjuang terasa hampa dan kurang bermakna.

Karena itu, Islam mendorong umatnya untuk selalu optimistis dan menghindari sikap pesimistis. Di dalam Alquran, misalnya, diceritakan tentang perjuangan Nabi Ya’qub yang memerintahkan anak-anaknya untuk bersikap optimistis dalam mencari Yusuf dan saudaranya ke Mesir. 

Firman Allah SWT, “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir" (QS Yusuf: 87).

Perjuangan pula mengajarkan tentang nilai kesabaran dan pengorbanan. Pasalnya, tak semua usaha dalam berjuang langsung membuahkan hasil. Terkadang seseorang harus mengalami kegagalan demi kegagalan. Di saat seperti itulah kesabaran dan pengorbanan menjadi kunci untuk tetap bertahan dan berusaha untuk dapat bangkit kembali.

 
Perjuangan pula mengajarkan tentang nilai kesabaran dan pengorbanan.
 
 

Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kesabaran yang dapat membuahkan kemenangan. Setiap ujian dan cobaan datang silih berganti mengiringi perjuangan dakwah beliau. Bahkan, tak jarang nyawa menjadi ancamannya. Demikian pula dengan para sahabat beliau yang juga harus menerima berbagai macam penghinaan dan penyiksaan. Tapi, kesabaranlah yang membuat mereka semua bertahan dalam keimanan.

Kerasnya cobaan dan rintangan yang dihadapi para sahabat telah diabadikan di dalam QS al-Baqarah ayat 214. Sabar memang pahit, tapi buah dari kesabaran itu manis rasanya. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu akan disempurnakan balasan pahala mereka tanpa ada perhitungan” (QS az-Zumar: 10).

Kesabaran itulah yang akan membuat perjuangan mendatangkan keberkahan dan kemuliaan hidup. Wallahu a’lam. 

Menghadapi Tetangga Egois

Muslim yang baik harus memperhatikan etika bertetangga.

SELENGKAPNYA

Menelusuri Arti Tanda Sujud

Jadi, tidak perlu berupaya menghitamkan dahi dengan berbagai cara.

SELENGKAPNYA

Kesultanan Mughal, Dari Akbar ke Shah Jahan

Kesultanan Mughal mencapai masa stabil dan kejayaan meski diwarnai konflik politik.

SELENGKAPNYA