Pekerja PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menghaluskan tetrapod yang telah selesai dicetak di WSBP Plant Karawang, Karawang, Rabu (17/6). | Yogi Ardhi/Republika

Ekonomi

Waskita Beton Siapkan Pabrik di Penajam

WSBP optimistis perolehan kontrak baru akan terus bertambah hingga akhir tahun.

JAKARTA -- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) tidak mau ketinggalan menangkap peluang di proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. WSBP melihat potensi pasar dalam proyek IKN cukup besar, terutama untuk infrastruktur dasar.

Presiden Direktur WSBP FX Poerbayu Ratsunu mengatakan, perseroan saat ini sedang menyiapkan satu fasilitas pabrik di Penajam, Kalimantan Timur. Berdasarkan peta pengembangan IKN, menurut Poerbayu, pabrik berada tidak jauh dari pelabuhan udara VIP.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Waskita Beton Precast Tbk (@waskita_precast)

Poerbayu menjelaskan, progres pabrik tersebut saat ini sudah mencapai 70-80 persen. "Kami sedang mengembangkan fasilitas pabrik di sana di atas lahan seluas 18 hektare," kata Poerbayu, di Jakarta, Rabu (5/10).

Selain itu, dalam mendukung pekerjaan-pekerjaan holding Waskita, WSBP juga sedang mempersiapkan pendirian batching plant. Dengan adanya batching plant, WSBP akan lebih mudah menjangkau pasar sekaligus dapat menyediakan kebutuhan beton readymix bagi holding.

Dari batching plant ini, WSBP juga akan memasok beton readymix ke beberapa BUMN lainnya yang tergabung dalam pembangunan jalan tol untuk IKN. WSBP akan mempersiapkan fasilitas lainnya sejalan dengan progres pengembangan IKN.

 
 
Ekspektasi kami menjadi lebih tinggi karena ada upaya pemerintah untuk bagaimana mendapatkan kepastian investor yang mendanai IKN di luar porsi APBN.
 
 

Direktur Keuangan WSBP Asep Mudzakir mengapresiasi market sounding atau penjajakan pasar yang dilakukan pemerintah untuk proyek IKN. Asep melihat, market sounding merupakan komitmen pemerintah dalam rangka pembangunan dan penyelesaian IKN.

Market sounding nantinya akan dihadiri para investor yang akan berinvestasi dalam pembangunan IKN. "Ekspektasi kami menjadi lebih tinggi karena ada upaya pemerintah untuk bagaimana mendapatkan kepastian investor yang mendanai IKN di luar porsi APBN," kata Asep.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memulai kegiatan pembangunan infrastruktur dasar IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan pembangunan IKN TA 2022 sebanyak 19 paket di Auditorium Kementerian PUPR pada akhir Agustus 2022 lalu.

Kementerian PUPR telah menyusun rencana atau tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp 43,73 triliun.

 
 
Nilai kontrak baru WSBP masih ditopang oleh proyek-proyek dari Waskita Karya Holding, terutama proyek PMN dan juga penjaminan pemerintah.
 
 

Di sisi capaian kontrak baru, WSBP berhasil meraih kontrak baru senilai Rp 1,15 triliun hingga kuartal III 2022. Perolehan tersebut tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang sebesar Rp 1,11 triliun pada tahun lalu.

"Nilai kontrak baru WSBP masih ditopang oleh proyek-proyek dari Waskita Karya Holding, terutama proyek PMN dan juga penjaminan pemerintah," kata Direktur Operasi WSBP Sugiharto.

Berdasarkan segmennya, perolehan kontrak baru ini berasal dari proyek infrastruktur Grup Waskita Karya sebesar 76 persen, sedangkan sebesar 24 persen berasal dari pasar BUMN, pemerintah, dan swasta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian PUPR (@kemenpupr)

Sementara itu, berdasarkan lini bisnis perseroan, perolehan kontrak baru didominasi dari lini bisnis precast sebesar 53 persen. Adapun lini bisnis readymix dan jasa konstruksi masing-masing 21 persen dan 26 persen. 

WSBP optimistis perolehan kontrak baru akan terus bertambah hingga akhir tahun. Terkait kontrak baru, WSBP menargetkan sekira Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun.

Dorong Hadirnya Masjid Pemberdaya

Masjid perlu memiliki manajemen yang rapi, baik dalam program ibadah maupun ekonomi

SELENGKAPNYA

Mengapa Soedirman Jadi Panglima?

Panglima Besar Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah.

SELENGKAPNYA

Mengenang KH Zainuddin MZ, Berdakwah di Sarang Prostitusi

Pada saat itu, tidak ada dai yang ceramah disana

SELENGKAPNYA