Aparat kepolisian Israel membubarkan pengunjuk rasa Palestina di desa Khan al-Ahmar, di antara Jericho dan Yerusalem, pada 2018 lalu. | EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN

Kisah Mancanegara

Terancam Digusur, Warga Desa Khan Al-Ahmar Menghitung Hari

Keputusan Pengadilan Tinggi Israel untuk menggusur warga Palestina dari Desa Khan Al-Ahmar.

OLEH RIZKY JARAMAYA

Warga Palestina yang tinggal di Desa Khan Al-Ahmar, wilayah pendudukan Tepi Barat, terancam digusur oleh Israel. Pengadilan Tinggi Israel menetapkan tanggal penggusuran pada 1 Februari 2023 atau tiga bulan setelah pemilihan Knesset.

Penduduk Desa Khan Al-Ahmar adalah penduduk asli wilayah Negev di Tepi Barat. Namun, pembersihan etnis Israel terhadap Muslim dan Kristen Palestina pada 1947-1948 memaksa banyak orang untuk meninggalkan tanah air leluhur mereka. Ribuan orang menetap di beberapa desa, seperti Khan Al-Ahmar. Sedangkan, siklus pembersihan etnis serta pengusiran terus dilakukan oleh Israel.

Sejak 2009, Israel mendapatkan izin untuk menghancurkan rumah-rumah penduduk di Khan Al-Ahmar untuk membuka jalan bagi pemukiman khusus Yahudi. Ancaman penggusuran telah membayangi mereka sejak itu.

photo
Warga Palestina menunjuk genangan air di desa Khan al-Ahmar, di antara Jericho dan Yerusalem, pada 2018 lalu. - (EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN)

Keputusan Pengadilan Tinggi Israel untuk menggusur warga Palestina dari Desa Khan Al-Ahmar telah mengalami penundaan beberapa kali. Israel berpendapat bahwa keputusan itu tidak boleh dibuat oleh pemerintahan transisi. Sementara itu, kelompok pemukim sayap kanan, Regavim, mengecam keputusan untuk menunda penggusuran.

"Pemerintah transisi diizinkan untuk menandatangani perjanjian bersejarah tentang gas alam. Namun, itu tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, mengapa pemukiman ilegal yang telah diputuskan untuk harus dihancurkan, masih berdiri," ujar pengacara yang mewakili Regavim, Yael Cinnamon, dilansir Middle East Monitor, Rabu (5/10).

Peran Israel dalam mediasi antara Rusia dan Ukraina disebut sebagai alasan penundaan penggusuran pada Maret lalu. Israel telah berada di bawah tekanan untuk tidak menghancurkan bangunan milik warga Palestina. Mantan kepala jaksa Pengadilan Pidana Internasional (ICC) Fatou Bensouda memperingatkan, relokasi paksa Khan Al-Ahmar bisa menjadi kejahatan perang.

Sebelumnya, otoritas Israel pada Senin (3/10) pagi menghancurkan semua tenda dan bangunan penduduk Badui Palestina di Desa Al-Araqeeb di gurun Negev. Pusat Informasi Palestina melaporkan, penggusuran ini telah dilakukan untuk ke-207 kalinya.

Menurut sumber-sumber lokal, pasukan polisi Israel dan petugas dari Otoritas Pengembangan Badui, yang bertanggung jawab atas pembongkaran tersebut, menyerbu desa dan merobohkan tenda serta bangunan. Akibatnya, puluhan warga Badui termasuk anak-anak menjadi tunawisma. Mereka juga akan menderita akibat cuaca buruk di gurun untuk sementara waktu, sebelum mereka mampu memiliki rumah baru lagi. 

Adisucipto dan Serangan Biadab Saat Ramadhan

Setelah gugur, Adisucipto dinobatkan sebagai bapak penerbangan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Mengapa Soedirman Jadi Panglima?

Panglima Besar Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah.

SELENGKAPNYA

Cara MAN 1 Kota Malang Ajarkan Keragaman

Ada satu siswa MAN 1 Kota Malang yang menjadi duta moderasi beragama

SELENGKAPNYA