Ribuan mahasiswa menyanyikan lagu Hymne Guru bersama-sama ketika memperingati Hari Guru di Gedung Kuliah Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Selasa (25/11). Kegiatan sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi guru tersebut diikuti sekitar 6.000 | ANTARA FOTO

Khazanah

Sepuluh Kampus Muhammadiyah Masuk 100 Kampus Terbaik

Prestasi ini didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul

JAKARTA – Capaian membanggakan ditorehkan perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Berdasarkan laporan University Ranking (UniRank) edisi September 2022, sebanyak sepuluh perguruan tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah masuk dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia.

Dalam rilis UniRank disebutkan, Universitas Muhammadiyah Malang menempati peringkat ke-23, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta peringkat ke-28, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka peringkat ke-33, Universitas Ahmad Dahlan peringkat ke-41, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta berada di peringkat ke-43.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Ponorogo bertengger di peringkat ke-59, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara peringkat ke-68, Universitas Muhammadiyah Purworejo peringkat ke-74, Universitas Muhammadiyah Semarang peringkat ke-90, dan Universitas Muhammadiyah Riau peringkat ke-95.

photo
Kerjasama Informasi Muhammadiyah. Pemred Republika Irfan Junaidi (kiri) bersama Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad saat penandatanganan kerjasama antara Republika dengan PP Muhammadiyah di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (23/9) - (Republika/ Wihdan)

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad mengungkapkan syukur dan terima kasih atas pemeringkatan yang dilakukan UniRank sebagai lembaga pemeringkatan perguruan tinggi internasional. Hal ini merupakan penghargaan terhadap kinerja serius pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan kampus-kampus Muhammadiyah.

‘’Karena memang sebagaimana hasil muktamar ke-47 itu bahwa Muhammadiyah harus mengusung keunggulan-keunggulan, salah satunya dari segi pendidikan melalui perguruan tinggi," kata Dadang kepada Republika, Jumat (30/9).

Lebih lanjut Dadang mengatakan, Majelis Pendidikan Tinggi  PP Muhammadiyah terus berbenah diri dan memperbanyak kampus-kampus Muhammadiyah di berbagai daerah. Termasuk juga semakin banyak membuka program Pascasarjana Muhammadiyah.

Menurut Dadang, yang juga menjadi perhatian serius PP Muhammadiyah adalah pembangunan kampus-kampus Muhammadiyah di wilayah Indonesia Timur dan daerah-daerah terluar seperti di Manado, Maluku Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi atas pencapaian kampus-kampus Muhammadiyah juga disampaikan pengamat pendidikan Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah. "Saya mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi ini,’’ ucap dia kepada Republika.

Ia mengaku tidak heran atas pencapaian tersebut. "Sebab, Muhammadiyah telah bekerja keras dan menunjukkan kepada kita, bahwa perguruan tinggi swasta bisa maju dan bermutu, asal dikelola dengan baik, dengan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab," kata Jejen.

 

 

Muhammadiyah telah bekerja keras dan menunjukkan kepada kita, bahwa perguruan tinggi swasta bisa maju dan bermutu

 

PROF DADANG KAHMAD Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
 

 

Ia menyebut, prestasi ini didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Selain itu, ia menilai, Muhammadiyah telah memberi pelajaran tentang bagaimana mengelola dana masyarakat dengan penuh amanah dan tanggung jawab, untuk kebaikan dan kemaslahatan pendidikan publik, bukan untuk memperkaya pribadi dan golongan.

Menurut Jejen, kekhasan dari program pendidikan maupun pengelolaan di perguruan tinggi Muhammadiyah ada pada kekuatan membangun sistem dan SDM. Mereka tidak hanya berkualitas, tapi juga penuh integritas alias jujur dan amanah.

Variabel lain yang menjadi poin penting adalah mampu memberikan kesejahteraan dan kenyamanan dalam bekerja bagi para pegawai. ‘’Dengan hal ini, mereka pun bisa berkinerja dengan baik, termasuk dalam hal mengajar, riset, maupun pengabdian masyarakat,’’ kata Jejen.

Dalam membuat pemeringkatan, UniRank menilai pada tiga aspek yang dimiliki setiap universitas. Yakni, akreditasi perguruan tinggi terkait, ada tidaknya program pascasarjana, dan yang ketiga proses perkuliahan yang dilakukan, baik tatap muka ataupun jarak jauh. 

Ade Irma Suryani: Anak Periang Korban G30S

Walaupun Ade luka parah, tapi dia tidak pingsan sama sekali.

SELENGKAPNYA

Misteri Cakra Madura pada G30S

Mengapa Kompi Pasopati yang dipimpin Lettu Dul Arief yang ditugaskan menculik para jenderal?

SELENGKAPNYA

Kekejaman PKI dari Masa ke Masa

Penyiksaan sebelum pembunuhan juga terjadi terhadap sejumlah orang di Solo pada 1965.

SELENGKAPNYA