Pengungsi yang baru tiba dari Polohy beristirahat di pusat pendataan pengungsi di Zaporizhzhia, Ukraina, Ahad (8/5/2022). | AP/Francisco Seco

Internasional

Putin Akui Kemerdekaan Kherson dan Zaporizhzhia

Sekjen PBB mengecam langkah Rusia mengakui wilayah Ukraina.

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan wilayah Zaporizhzhia dan Kherson lalu menandatangani surat keputusannya. Kedua wilayah itu sebelumnya merupakan bagian dari Ukraina, tapi dikuasai pasukan Rusia.

“Rusia telah mengakui kemerdekaan wilayah Zaporizhzhia dan Kherson, menurut keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang diterbitkan oleh pangkalan data resmi informasi legislatif pada Jumat (30/9). Satu dokumen mengakui kedaulatan negara dan kemerdekaan wilayah Zaporizhzhia, (dan) yang lain wilayah Kherson. Kedua dekret mulai berlaku pada hari ditandatangani,” demikian bunyi laporan kantor berita Rusia, TASS.

Pada 23 hingga 27 September lalu, Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia. Moskow mengeklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung. Keempat wilayah yang menggelar referendum mewakili 15 persen dari luas wilayah Ukraina. Jika digabung, luasnya setara dengan Portugal.

Sebelum Zaporizhzhia dan Kherson, Rusia juga telah mengakui kemerdekaan Luhansk serta Donetsk, dua wilayah di Ukraina timur, pada Februari lalu. Pengakuan kemerdekaan disampaikan sesaat sebelum Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari.

photo
Tentara Rusia berjaga-jaga di wilayah Kherson, pada Mei 2022 lalu. - (AP/AP)

Kecaman PBB

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam langkah Rusia untuk mengakui wilayah Ukraina. "Setiap keputusan untuk melanjutkan pencaplokan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia di Ukraina tidak akan memiliki nilai hukum dan pantas untuk dikutuk," kata  Guterres dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (29/9).

"Ini adalah eskalasi yang berbahaya. Itu tidak memiliki tempat di dunia modern. Ini tidak boleh diterima," ujar Guterres.

Guterres mengatakan, setiap pencaplokan wilayah suatu negara oleh negara lain yang diakibatkan oleh ancaman atau penggunaan kekuatan merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Dia mendesak Rusia yang anggota  tetap Dewan Keamanan (DK) PBB ini untuk menghormati piagam itu dan mundur. "Setiap keputusan Rusia untuk maju akan semakin membahayakan prospek perdamaian," kata Guterres.

Menurut Guterres, tindakan Putin justru akan memperpanjang dampak dramatis pada ekonomi global, terutama negara berkembang. Upaya itu pun menghambat kemampuan PBB untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa di seluruh Ukraina dan sekitarnya.

Referendum itu telah dikecam secara luas oleh komunitas internasional. Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pencaplokan wilayah tersebut tidak akan diakui.

Misteri Cakra Madura pada G30S

Mengapa Kompi Pasopati yang dipimpin Lettu Dul Arief yang ditugaskan menculik para jenderal?

SELENGKAPNYA

Booster tak Ada, Elin Urung Naik Kereta

Penerima bantuan dari kompensasi kenaikan harga BBM wajib sudah mengikuti vaksinasi booster.

SELENGKAPNYA

Lukas Enembe Diultimatum Agar Kooperatif

Kuasa hukum Lukas Enembe menyebut kliennya hingga kini masih sakit.

SELENGKAPNYA