Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/9/2022). | Republika/Prayogi

Nasional

Bawaslu Cek Laporan Tabloid 'Mengapa Harus Anies?'

Pihak Bawaslu akan memutuskan jenis pelanggaran dan bentuk tindaklanjutnya.

JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI pada Selasa (27/9) sudah menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu, di mana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebagai terlapor. Bawaslu akan mengecek laporan tersebut dalam tiga hari kerja untuk menilai apakah bisa ditindaklanjuti atau tidak.

"Kami mempunyai waktu dalam tiga hari ini untuk mengecek apakah laporan ini telah memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat," kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja kepada wartawan, Rabu (28/9).

Bagja menyebut, hasil pengecekan atas laporan terkait penyebaran tabloid dengan sampul depan gambar Anies Baswedan itu akan diumumkan pada Jumat (30/9).  Bagja menjelaskan, pihaknya butuh tiga hari karena harus mengecek apakah laporan tersebut memenuhi syarat formil dan materil.

Jika tidak memenuhi syarat, laporan tersebut harus dilengkapi oleh pelapor. Setelah pelapor melakukan perbaikan ternyata masih belum lengkap, maka laporan tersebut tidak akan ditindaklanjuti.

Sedangkan jika laporannya lengkap, Bawaslu akan langsung mengkaji apakah perkara yang dilaporkan merupakan bentuk pelanggaran atau tidak. "Siapa tahu ini bukan pelanggaran, atau siapa tahu (memang) pelanggaran," ujar Bagja.

photo
Tabloid Mengapa Harus Anies - (istimewa)

Jika laporan tersebut memang pelanggaran, maka pihak Bawaslu akan memutuskan jenis pelanggarannya dan bentuk tindaklanjutnya. "Kalau memenuhi (syarat), kita lanjutkan ke dalam proses penentuan apakah pelanggaran pidana, apakah pelanggaran administrasi, apakah pelanggaran kode etik," ujar Bagja.

Perkara ini bermula ketika sebuah tabloid, yang halaman depannya menampilkan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tersebar di rumah ibadah di Kota Malang pada Kamis (22/9). Tajuk tabloid itu adalah 'Mengapa Harus Anies?'. Terdiri atas 12 halaman, tabloid itu sepenuhnya membahas Anies. 

Belum diketahui siapa pihak yang menyebarkan tabloid bernama KBAnewspaper itu. Pada bagian boks redaksi di dalam tabloid, hanya terpampang nama Ramadhan Pohan sebagai pendiri/CEO. Tapi, tak tercantum alamat kantor tabloid tersebut.

Usai tabloid itu beredar, kelompok bernama Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi melaporkan Anies Baswedan dan pendukungnya ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran pemilu terkait penyebaran tabloid tersebut. Dua pihak itu dijadikan terlapor karena diyakini sebagai penyebar tabloid tersebut.

photo
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menunjukkan tampilan Aplikasi Elektronik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (e-PPID) Terintegrasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota usai peluncurannya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (22/9/2022). - (Republika/Prayogi)

"Dugaannya kan dilakukan Anies Baswedan dan pendukung Anies Baswedan," ujar Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas PD) Miartiko Gea usai membuat laporan di kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (27/9).

Sementara itu, Anies Baswedan merespons dengan santai kabar pelaporan dirinya. Bahkan, Anies sempat tertawa mengetahui ada laporan tersebut.

"Emang ada laporan itu?" kata Anies merespons pertanyaan awak media sambil tertawa, di Jakarta, Selasa (27/9).

Mengetahui bahwa laporan itu benar-benar ada, Anies pun menyebut bahwa dirinya belum mau mengurusi hal tersebut. Dirinya masih fokus mengurus Ibu Kota.

"Saya ngurusin Jakarta dulu dah, belum ngurusin yang lain." 

Transformasi Cuap-cuap Jadi Cuan

Hadirnya fitur live shopping adalah game changer dalam dunia belanja daring. 

SELENGKAPNYA

Saat Jenderal Jadi Tumbal

TNI-AD telah kehilangan putra-putra terbaiknya di pagi buta awal Oktober 1965.

SELENGKAPNYA