Perdagangan Anak (Ilustrasi). Sejumlah bayi yang baru dilahirkan pada tanggal 2 Februari 2022 berada di ruang observasi di RSUD Indramayu, Jawa Barat, Rabu (2/2/2022). Sejumlah ibu melahirkan bayinya pada tanggal unik 2-2-22 baik secara normal maupun oper | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Bodetabek

Polisi Ciduk Pelaku Perdagangan Anak Bermodus Yayasan

SH ketika beraksi berusaha mengiming-imingi para ibu hamil melalui media sosial.

OLEH SHABRINA ZAKARIA

Berpura-pura menawarkan jasa mengasuh bayi, SH beraksi menyasar ibu hamil yang akan melahirkan. Ternyata, ketika bayi itu lahir, pelaku malah menyerahkannya kepada orang lain dengan sistem adopsi. Sayangnya, aktivitas itu dilakukan secara ilegal oleh SH.

Satreskrim Polres Bogor pun menciduk laki-laki berinisial SH itu dengan tuduhan melakukan tindak pidana perdagangan orang. Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, penangkapan dilakukan jajarannya terkait laporan dari masyarakat tentang dugaan adanya perdagangan anak.

Menurut dia, modus yang dilakukan pelaku dengan mengiming-imingi ibu hamil agar anaknya dirawat di sebuah yayasan bernama Ayah Sejuta Anak. Setelah proses persalinan, kata dia, anak yang baru lahir tersebut diserahkan kepada orang lain yang memang ingin mengadopsi.

“Proses adopsi dilakukan secara ilegal. Orang yang mengadopsi diminta uang Rp 15 juta dari setiap anak yang diadopsi,” kata Iman di Markas Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/9).

 

 

Proses adopsi dilakukan secara ilegal. Orang yang mengadopsi diminta uang Rp 15 juta dari setiap anak yang diadopsi

 

AKBP IMAN IMANUDDIN Kapolres Bogor
 



Dia menjelaskan, SH ketika beraksi berusaha mengiming-imingi para ibu hamil melalui media sosial. Pelaku memanfaatkan Instagram dan Tiktok untuk menarik perhatian calon korban yang membutuhkan biaya.

"Yang bersangkutan menawarkan seolah-olah penampungan ibu-ibu hamil yang tidak memiliki suami atau pasangan. Kemudian ditawarkan juga diberi bantuan saat proses persalinannya," kata Iman.

photo
Kelompok Teater Aksi melakoni salah satu adegan teatrikal Drama Jamila di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, Jawa Barat. Selasa (11/9). Teater Drama Jamila yang menceritakan tentang seorang pelacur yang akan dieksekusi mati serta bahaya perdagangan anak tersebut diangkat dari karya Ratna Sarumpaet berjudul Pelacur dan Sang Presiden. ANTARA FOTO//Novrian Arbi/foc/18.

Dari penangkapan itu, kata dia, aparat menyelamatkan lima ibu hamil yang menunggu waktu lahiran di tempat penampungan. Kelima calon korban tersebut kini sudah diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk mendapatan perawatan dan perlindungan sampai proses melahirkan.

“Satu anak yang diadopsi secara ilegal atau dijual pelaku ke Lampung (juga) sudah diselamatkan dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pemeliharaan anak," ujar Imam.

Padahal, kata dia, setelah persalinan selesai, anak tersebut diambil dan dicarikan orang tua asuh yang memang ingin memiliki anak kecil. Imam menyebut, pelaku menyerahkan anak itu kepada orang lain dengan dibalut mekanisme adopsi. "Tentunya ada prosedur (adopsi) yang harus diikuti, tapi mereka tidak menjalankan itu. Sehingga anak hanya diserahkan gitu saja tanpa ada kekuatan hukum bagi si anak itu sendiri," kata Iman.

Dia menyebutkan, saat ini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk membongkar kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat perdagangan anak. Akibat perbuatannya, SH dijerat dengan Pasal 83, 76 huruf F Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman pidana minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara, dengan denda maksimal Rp 300 juta.

Kasatreskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, tersangka SH telah melakukan kegiatan ilegal itu sejak awal 2022. Sebelum ditangkap, kata dia, SH sudah menampung sekitar 10 orang ibu hamil.

photo
Ibu hamil dengan bayi tabung (ilustrasi) - (Freepik)

Siswo mengungkapkan, tersangka mengunggah konten dengan akun Ayah Sejuta Anak untuk menyasar ibu hamil yang tidak memiliki suami. "Yang bersangkutan menawarkan jasanya di rumah dua lantai. Kesehariannya ibu-ibu hamil tinggal di lantai satu, tersangka tinggal di lantai dua," ujarnya.

Ketika sudah memasuki masa persalinan, lanjut Siswo, sang ibu akan dibawa ke rumah sakit. Kemudian, ketika sang anak sudah dilahirkan, langsung dititipkan di sebuah yayasan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Dari 10 ibu hamil yang ditampung tersangka, kata dia, lima di antaranya sudah melahirkan. Dengan perincian tiga bayi dititipkan di yayasan Kota Tangsel, satu bayi dalam naungan Dinsos Kabupaten Bogor, dan satu bayi sudah diadopsi seseorang di Lampung. "Orang tua adopsi sendiri atau pihak rumah sakit tidak mengetahui niat jahat dari pelaku," ujar Siswo.

 

 

Orang tua adopsi sendiri atau pihak rumah sakit tidak mengetahui niat jahat dari pelaku

AKP SISWO DC TARIGAN Kasatreskrim Polres Bogor
 

 

 

Pembangunan Jembatan Ketapang Aquaculture Dikebut

Pihaknya pun sudah menginstruksikan pekerja di lapangan untuk mengebut penyelesaian proyek

SELENGKAPNYA

Mengenang KH Zainuddin MZ: Amplop Kosong dan Sepeda Ontel

Setelah tiba di rumah dan amplop itu disobek, ternyata tak ada isinya sepeser pun

SELENGKAPNYA

Saat Jenderal Jadi Tumbal

TNI-AD telah kehilangan putra-putra terbaiknya di pagi buta awal Oktober 1965.

SELENGKAPNYA