Perdana Menteri Israel Yair Lapid. | AP/Sebastian Scheiner

Internasional

Israel Ajak Indonesia Berdialog

Indonesia menegaskan, tidak ada perubahan sikap dan tetap meminta penerapan solusi dua negara.

NEW YORK -- Perdana Menteri Israel Yair Lapid dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (22/9), meminta negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, untuk berdamai dengannya. Dia menegaskan, Tel Aviv mencari kedamaian dengan negara-negara tetangga sehingga meminta untuk melakukan pembicaraan.

"Dan kami menyerukan kepada setiap negara Muslim, dari Arab Saudi hingga Indonesia, untuk mengakui itu, dan datang untuk berbicara dengan kami. Tangan kami terulur untuk perdamaian," ujar Lapid.

"Israel mencari perdamaian dengan tetangga kami, semua tetangga kami. Kami tidak ke mana-mana, Timur Tengah adalah rumah kami. Kami tinggal di sini, selamanya," katanya dikutip dari Haaretz.

Lapid pun menyinggung dukungan terhadap solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. "Sebuah kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak kita," kata Lapid.

Penyebutannya tentang solusi dua negara ini menjadi yang pertama kali oleh seorang pemimpin Israel selama bertahun-tahun di acara tersebut. Ini sejalan dengan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Israel pada Agustus.

Lapid yang dianggap moderat, berbicara isu tersebut kurang dari enam pekan sebelum pemilihan umum (pemilu) 1 November. Pemilu itu dapat memulihkan kekuasaan mantan perdana menteri sayap kanan Benjamin Netanyahu, yang menjadi penentang keras solusi dua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara di tempat yang sama sehari setelah Lapid memberikan penawaran tersebut. Menurut sumber yang mengetahui pidato Abbas, dia akan berbicara dengan keyakinan, mencatat bahwa Majelis Umum PBB telah mengakui negara Palestina. Tetapi, dalam praktiknya rakyat Palestina menderita karena pendudukan yang berkelanjutan dan konsekuensinya.

Israel merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur dalam Perang 1967. Israel melepas Gaza pada 2005, kemudian memberlakukan sejumlah batasan ketat terhadap Gaza.  

RI tak berubah

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan, pernyataan Lapid di Sidang Majelis Umum PBB adalah harapan dari pihak Israel. Sedang bagi Indonesia, posisinya tetap sama.

"Apa yang disampaikan tersebut harapan dari pihak Israel," ujar Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah kepada pada Republika, Jumat (23/9).

Faizasyah menegaskan, Indonesia tetap berada dalam posisi yang sama menanggapi persoalan dialog dengan Israel. Dalam banyak kesempatan, Pemerintah Indonesia telah menegaskan untuk dilakukannya penyelesaian damai antara Palestina dan Israel terlebih dahulu.

Indonesia terus mendorong solusi dua negara untuk mengatasi permasalahan antara Israel dan Palestina. "Sementara dari pihak Indonesia, posisi tetap sama," ujar Faizazyah.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan dukungan Indonesia kepada program Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dia turut mengajak dunia internasional untuk membantu UNRWA.

“Indonesia selalu teguh mendukung aktivitas UNRWA dan membantu pengungsi Palestina,” kata Retno dalam pertemuan tingkat menteri tentang UNRWA di New York, Kamis (22/9), dilaporkan laman resmi Kemenlu RI.

Retno menyampaikan keprihatinan atas sikap dunia internasional yang seakan menganggap nasib pengungsi Palestina sebagai sesuatu yang normal. “Padahal para pengungsi Palestina berhak menikmati hidup layaknya kehidupan yang kita jalani,” ucapnya.

Saat ini UNRWA, yang menaungi sekitar 5 juta pengungsi Palestina, tengah menghadapi masalah keuangan. Mereka membutuhkan dana 1,6 miliar dolar AS untuk mempertahankan layanan-layanan vital bagi jutaan pengungsi Palestina tahun ini. 

Bank Sesuaikan Suku Bunga Kredit 

Ekonom memperkirakan bunga KPR bisa naik hingga satu persen. 

SELENGKAPNYA

KPK Tahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK resmi menahan hakim Sudrajad Dimyati setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap.

SELENGKAPNYA

Saudi Siap Kirim Astronaut Perempuan pada 2023

Saudi akan secara aktif mempromosikan sains dan teknologi sebagai bagian dari rencana Visi 2030.

SELENGKAPNYA