Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Republika/Putra M. Akbar | Republika

Nasional

Polri Klarifikasi Keterlibatan Kapolda Metro Jaya

Polri mengklarifikasi tudingan keterlibatan tiga kepala Polda dalam skandal pengamanan kasus Brigadir J.

JAKARTA -- Polri mengklarifikasi tudingan keterlibatan tiga kepala Polda dalam skandal pengamanan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat (J) oleh Irjen Ferdy Sambo.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, hasil komunikasi dengan Tim Gabungan Khusus dan Tim Inspektorat Khusus (Timsus dan Irsus), menyatakan tak ada kaitan antara tiga kapolda dengan kasus tersebut.

“Kami tegaskan kembali, sampai hari ini, Timsus tidak ada melakukan pendalaman, dan tidak ada keterkaitannya. Saya ulangi, sampai hari ini, tiga kapolda itu, tidak ada kaitannya,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/9).

Tiga Kapolda yang disinyalir terlibat dalam pengamanan kasus pembunuhan Yoshua adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran, Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra, dan Kapolda Jawa Timur Nico Afinta. Tiga kepala kepolisian daerah itu selama ini diduga turut diminta mantan kadiv propam Polri itu membantu pengamanan kasus.

Sambo diduga meminta tiga Kapolda itu melobi Kapolri dan Kepala Bareskrim Polri agar menghentikan atau membelokkan penyidikan kasus pembunuhan Yoshua. Irjen Dedi, pada Senin (5/9) menyampaikan hal berbeda. Saat itu, Dedi mengaku Timsus dan Irsus sudah mendapatkan informasi terkait dugaan keterlibatan tiga Kapolda itu dengan Sambo.

Bahkan, kata Dedi, Tim Irsus sedang mendalami informasi dugaan keterlibatan tersebut. Akan tetapi, pada Selasa (6/9), Dedi meralat pernyataannya dengan menegaskan Tim Irsus yang dikomandoi oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto hanya mendapatkan informasi. Tetapi belum melakukan pendalaman.

Dedi mengatakan, belum ada dilakukan pemeriksaan terhadap tiga kapolda itu. Sampai Jumat (23/9), Timsus dan Irsus pun belum melihat adanya fakta yang harus diselidiki terkait dugaan keterlibatan tiga Kapolda itu dengan kasus Sambo. “Jadi jangan dikait-kaitkan lagi. Karena sampai hari ini, tiga Kapolda itu tidak ada kaitannya,” ujar Dedi.

Kata Dedi, Timsus dan Irsus saat ini masih fokus pada tiga hal dalam penuntasan kasus pembunuhan Yoshua. Tim ingin memastikan kesahihan pembuktian dalam proses pelengkapan berkas perkara lima tersangka pembunuhan yang saat ini ada di Kejakgung. Kemudian, pelengkapan bukti tujuh tersangka obstruction of justice dan penuntasan sidang Komisi Kode Etik Profesi terhadap 35 anggota Polri yang terlibat dalam dua kasus tersebut.

“Sampai saat ini sudah 15 yang sudah disidang dan sudah diputuskan. Sekarang tinggal 20 anggota lagi. Dan itu sesuai dengan perintah Bapak Kapolri agar kasus ini dituntaskan dengan cepat,” kata dia.

Keterkaitan Fadil

Terkait Kapolda Metro Jaya, publik sempat mempertanyakan video pertemuan antara Irjen Fadhil Imran dengan Sambo pada Rabu (13/7), dua hari setelah peristiwa pembunuhan Yoshua itu terungkap. Pertemuan tersebut, terjadi di Sambo semasih kadiv Propam Polri di Mabes Polri. Fadhil yang mendatangi rekannya itu.

Rekaman video yang sempat viral tersebut mempertontonkan adegan keduanya yang saling berpelukan. Sambo terlihat menangis dan Fadhil dengan raut sedih memeluk Sambo. Tak lama setelah video berpelukan itu beredar, Polda Metro Jaya mengambil alih penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Sambo dan isterinya, Putri Candrawathi. Belakangan, laporan versi Sambo dan Putri itu dinyatakan rekayasa belaka. 

Kemenkeu Optimistis Atas PMN ke BUMN

Selain PMN tunai, pemerintah akan memberi PMN berupa berupa barang milik negara (BMN).

SELENGKAPNYA

Paradoks Dunia Damai

Dunia damai sering dihadapkan pada paradoks.

SELENGKAPNYA

Bank Sesuaikan Suku Bunga Kredit 

Ekonom memperkirakan bunga KPR bisa naik hingga satu persen. 

SELENGKAPNYA