Anak bermain. (ilustrasi) | Republika/Thoudy Badai

Sastra

Saat Usiamu 5 Tahun

Puisi-puisi Jenia Xaviera

OLEH JENIA XAVIERA

 

SAAT USIAMU 5 TAHUN  

Usiamu masih belia 

untuk mengetahui hal nganga 

yang berserak di depan matamu 

 

Kau mendengar suara deru 

di sepanjang kotamu 

mencacah tubuh-tubuh menjadi darah 

saat usiamu lima tahun 

 

Anehnya kau tak berlari 

menyelamatkan diri 

dari maut yang digenggam jemari manusia 

 

Kau mendekatinya 

menawarkan dirimu dan berkata 

“tuan, ambil saja nyawaku. aku tak sanggup lagi dengan lukaku”. 

 

Juli, 2022 

 

***

 

DALAM JARAK 1 KM  

Para duafa telah berbaris menyerahkan dirinya 

di ruang terbuka 

bersama rengsa 

 

Mata-mata mencari penghuninya 

untuk diambil ruhnya 

segalanya nganga 

seluruhnya luka 

dari jarak 1 km yang merampas jiwa manusia.

 

Juli, 2022

 

***

 

DONGENG PEREMPUAN DESA  

Di desa ini ada nama seorang perawan yang terkenal 

namanya Nona N ia menyukai rapalan-rapalan 

tubuhnya mengagumkan 

ia mencintai kegelapan 

 

Tidurnya bagai mawar 

harum mewangi dalam kesunyian 

ia terang 

namun terselimuti kabut malam 

 

Banyak yang percaya Nona N adalah dongeng 

untuk perempuan-perempuan desa

yang ingin menjadi kekasih raja.

 

Juli, 2022

 

***

 

DOA 

Tanpa harus kau pandang malam 

untuk merajut aksara yang dilangitkan 

penatmu tak bergantung dua kepastian: siang atau malam 

 

Ketika tubuhmu merepih 

dalam suasana siang ini 

senandungkan rerentih 

mengenai jiwamu yang kian letih 

 

Tak perlu menunggu malam 

sebagai penawar kesedihan 

angkat tanganmu, tataplah semesta itu. Dan berkatalah, 

“nestapa yang menggilas tubuhku, jangan biarkan ia membunuh detakku. Sebab aku ingin hidup lebih lama di dunia ini”.

 

Juli, 2022

 

***

  

RINTIH SEORANG PEREMPUAN  

Engkau terbebani oleh sebuah nama 

meski bukan menjadi seorang perempuan 

suaramu tak banyak didengar 

tubuhmu disamarkan 

jiwamu remang 

meski berada diantara lentera malam 

kau sakit dalam diamnya sebuah bungkam 

tetapi engkau yang mengagumkan.

 

Juli, 2022

 

 

Jenia Xaviera berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Hobi menulis puisi dan cerpen. Puisi berjudul “Teri di Laut Biru” adalah puisinya yang terpilih dalam Festival Sastra Internasional Gunung Bintan-2019 dan menjadi salah satu puisinya yang dibukukan dalam antologi puisi bersama teman-temanya. Juga cerpen “Sekat Bulan” (flash  fiction)  termasuk cerpen pertama yang dibukukan. Beberapa puisinya pernah di muat di Republika.

Mengungkap Nasihat Mao Kepada Aidit

Selain menguak soal peranan Mao Tse-tung, Fic dalam buku ini juga berani membuka misteri di Halim Perdana Kusuma pada 1 Oktober 1965.

SELENGKAPNYA

Mujahadah

Beberapa riwayat menyebutkan ijtihad lebih utama daripada jihad

SELENGKAPNYA

Subchan ZE, Penggalang Kekuatan Antikomunis

Ketika terjadi peristiwa G30S/PKI, Subchan menggalang kekuatan anti komunis.

SELENGKAPNYA