Simbol PBB nampak pada pertemuan darurat Majelis Umum PPP pada Februari 2022 lalu. | AP/John Minchillo

Internasional

Sekjen PBB: Dunia dalam Bahaya

Di tengah perbedaan, PBB tetap jadi pertemuan kunci para pemimpin dunia.

NEW YORK -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan, dunia dalam bahaya besar. Pesan ini disampaikan Guterres saat membuka sidang tingkat tinggi di Majelis Umum PBB, Selasa (20/9).

Guterres menyebutkan, para pemimpin harus menangani konflik dan bencana iklim, meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan, serta mengatasi perpecahan di antara kekuatan besar dunia yang kini memburuk sejak Rusia menginvasi Ukraina. Perang Ukraina dan berbagai dampaknya diyakini menjadi tema utama dalam sidang PBB ini, yang berlangsung 20-26 September.

"Tugas yang sangat besar ini tidak hanya menyelamatkan planet yang kini 'terbakar', namun juga mengatasi pandemi Covid-19 yang masih ada," kata Guterres.

Guterres juga menunjuk pada kondisi negara berkembang yang sulit pulih karena kesulitan dana. Padahal, saat ini dunia menghadapi krisis yang belum pernah ada dalam satu generasi terakhir. Ia mencatat hal yang luput antara lain pendidikan, kesehatan, dan hak perempuan.

Pada Senin (19/9) lalu, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, pidato Guterres kali ini amat substantif dan fokus pada upaya mencari solusi. "Tidak ada mulut manis dalam pidatonya, namun ia akan menekankan masih ada alasan untuk berharap," kata Dujarric kepada wartawan.

Sidang Majelis Umum PBB ke-77 kali ini dihadiri hampir 150 kepala negara dan pemerintahan. Ini menandakan, bahwa di tengah perbedaan pandang dan sikap di dunia, PBB tetap menjadi pertemuan kunci para presiden, perdana menteri, kerajaan, dan menteri di dunia.

Mereka tidak saja berkesempatan untuk menyampaikan aspirasi, namun juga berkesempatan untuk saling bertemu langsung secara pribadi. Apalagi, ini sidang pertama dalam tiga tahun terakhir yang dihadiri secara fisik oleh 193 negara anggota Majelis Umum, kecuali Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy  hanya akan menyampaikan pidato melalui video.  

photo
Suasana pertemuan darurat Majelis Umum PPP pada Februari 2022 lalu. - (AP/John Minchillo)

Jadwal sidang kali ini mengalami perubahan protokol yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak akan berpidato pada hari pertama. Alasannya, Biden sedang berada di Inggris untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II. Kali ini, Biden akan berpidato pada Rabu (21/9).

AS adalah tuan rumah bagi markas PBB, sehingga ada tradisi bahwa presiden AS akan berpidato pada urutan kedua setelah Brasil. Sejak 1950-an, Brasil memang mendapat giliran pertama berpidato.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendapat giliran berpidato pada Selasa. Ia mengingatkan pada ancaman terhadap tatanan dunia dan hukum internasional karena invasi yang dilakukan Rusia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mendapat jadwal pidato pada Selasa. Laman the New York Times menyebutkan, ia telah memperkokoh citranya sebagai pemain kunci karena ia dan Guterres berperan besar dalam memediasi Ukraina dan Rusia yang disimpul dalam kesepakatan Black Sea Grain Initiative. Kesepakatan yang diteken 27 Juli itu memungkinkan Ukraina kembali mengekspor pangannya melalui Laut Hitam.

Perdana Menteri Jepang dijadwalkan berpidato pada Selasa. Namun, perjalanannya ke New York terhambat karena topan di Jepang. Ia baru bertolak dari Jepang pada Selasa.  

Pemimpin lain yang juga berbicara pada Selasa adalah Raja Abdullah II dari Yordania dan penguasa Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Keduanya menyampaikan segala tantangan yang dihadapi di Timur Tengah.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr juga hadir dan menyampaikan pidatonya pada Selasa. Putra mendiang diktator Ferdinand Marcos ini terpilih sebagai presiden baru Filipina pada Juni lalu.

Presiden Indonesia Joko Widodo tidak hadir dalam sidang Majelis Umum PBB kali ini. Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. 

Jual Beli Buket Uang Dalam Syariah Islam

Apakah diperbolehkan jika nominal uang di buket berbeda dengan harga jual?

SELENGKAPNYA

Jalan Keluar dari Kegagalan

Surah Ali Imran memberikan jalan keluar dari kegagalan dengan mengajarkan beberapa hal.

SELENGKAPNYA

Jejak Romusha di Bayah

Sebagian besar jejak berdarah pembangunan rel kereta api Saketi-Bayah tersisa dalam cerita yang memudar.

SELENGKAPNYA