Warga melintas di jalan yang terbelah akibat pergerakan tanah di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/9/2022). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat akibat pergeseran tanah, 18 unit rumah meng | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bodetabek

22 Kecamatan di Bogor Rawan Pergerakan Tanah

Sebanyak 14 kecamatan juga berpotensi terjadi pergeseran tanah disertai banjir bandang

BOGOR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan sebanyak 22 dari 40 kecamatan di daerah itu berpotensi terjadi pergeseran tanah tingkat menengah hingga tinggi. Sebanyak 14 kecamatan juga berpotensi terjadi pergeseran tanah yang disertai banjir bandang.

“Dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, empat kecamatan berpotensi menengah, 22 kecamatan berpotensi terjadi pergeseran tanah tingkat menengah hingga tinggi," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, di Cibinong, Bogor, Senin (19/9).

 

 
Dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, empat kecamatan berpotensi menengah, 22 kecamatan berpotensi terjadi pergeseran tanah tingkat menengah hingga tinggi.
ARIS NURJATMIKO Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor
 


Deretan kecamatan tersebut, yaitu Babakanmadang, Bojonggede, Cariu, Ciawi, Cibinong, Cigudeg, Cileungsi, Cisarua, Citeureup, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol, Klapanunggal, Leuwisadeng, Megamendung, Nanggung, Parung, Sukajaya, Sukamakmur, Sukaraja, Tajurhalang, dan Tanjungsari.

Selain itu, juga mencatat ada 14 kecamatan yang memiliki potensi menengah hingga tinggi pergeseran tanah disertai banjir bandang atau aliran bahan rombakan. “Aliran bahan rombakan atau debris flow merupakan fenomena dimana percampuran air, lumpur, dan kerikil mengalir dengan kecepatan tinggi terbawa aliran banjir,” ujar Aris.

photo
Warga melihat kondisi bagian rumahnya yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 236 unit rumah di empat kecamatan Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah. - ( ANTARA FOTO/Iman Firmansyah/agr/wsj.)

Menurut dia, data itu didapat BPBD dari dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Data tersebut merupakan gambaran umum mengenai potensi pergeseran tanah sejak Agustus-September 2022. Namun, kondisi itu dinilai lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, karena ada pengurangan beberapa wilayah yang berpotensi tinggi pergeseran tanah.

Aris mengimbau kepada warga Bogor selalu melihat peta pergerakan tanah yang diunggah BPBD Kabupaten Bogor secara berkala di akun resmi Instagram BPBD Kabupaten Bogor, @bpbdkabbogor.

"Bagi wilayah yang terdapat potensi tersebut, selalu siaga menghadapi bencana. Siapkan tas siaga bencana agar selalu tanggap dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD KABUPATEN BOGOR (@bpbdkabbogor)


Bencana pergeseran tanah sebelumnya terjadi di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Rabu (14/9). Bencana pergeseran tanah itu menyebabkan kerusakan setidaknya 23 bangunan dan bagian jalan sepanjang satu kilometer. Ada 24 warga yang mengungsi akibat pergeseran tanah yang terjadi di Desa Bojongkoneng.

"Dari kejadian ini yang terdampak 20 KK, kemudian yang terancam saat ini 177 KK dari dua RW dengan total penghuni 589 jiwa," kata Aris.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Badan Informasi Geospasial (BIG), Ferrari Pinem, mencatat sedikitnya ada 10 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang memiliki potensi tinggi bencana akibat pergeseran tanah.

"Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam menentukan kawasan rawan gerakan tanah, diantaranya topografi wilayah tersebut, asumsinya semakin curam tentu akan semakin rentan terjadinya gerakan tanah," ujarnya.

 

 

Asumsinya semakin curam tentu akan semakin rentan terjadinya gerakan tanah

 

FERRARI PINEM Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Badan Informasi Geospasial
 


Menurut dia, 10 ke kecamatan tersebut yaitu Sukajaya, Nanggung, Leuwiliang, Citeureup, Babakanmadang, Sukamakmur, Tamansari, Tenjolaya, Cijeruk, dan Cigombong.

Bolehkah Negara Menggusur Paksa Tanah Milik Rakyat?

Penggusuran demi kepentingan publik dihalalkan ketika pemerintah mengganti kerugian pemilik tanah

SELENGKAPNYA

Bogor Tanggap Darurat Pergeseran Tanah

Bencana pergeseran tanah mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur di Bojongkoneng

SELENGKAPNYA

Serunya Adu Tarung Mat Kilau di Tanah Malaya

Mat Kilau bercerita tentang masa pemerintahan kolonial Inggris di tanah Pahang

SELENGKAPNYA