Nasabah melintas di Hall Bank BTN Cabang Harmoni, Jakarta, Kamis (19/5). | Republika

Ekonomi

Kinerja Keuangan BTN Membaik

Rencana BTN menambah modal melalui rights issue menemukan titik terang.

JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,47 triliun pada semester I 2022. Adapun realisasi ini tumbuh 59,87 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 920 miliar. 

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, kenaikan laba bersih perseroan ditopang keberhasilan BTN menjalankan inisiatif strategis pada semester I 2022. Antara lain peningkatan penyaluran kredit dan biaya dana (cost of fund) yang berhasil ditekan.

Hal ini seiring peningkatan penghimpunan dana murah (current account and saving account/CASA) dan turunnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pada semester I 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Tabungan Negara (@bankbtn)

Haru menyebut, sepanjang Januari-Juni 2022, BTN menyalurkan kredit Rp 286,15 triliun atau meningkat 7,61 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 265,91 triliun. Adapun penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit pada semester I 2022. 

Tercatat penyaluran kredit perumahan sebesar Rp 251,91 triliun. Dari jumlah itu, KPR subsidi pada semester I 2022 masih mendominasi sebesar Rp 137,26 triliun atau tumbuh 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 126,30 triliun. Sedangkan, KPR nonsubsidi tumbuh 5,84 persen menjadi Rp 85,31 triliun pada semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 80,60 triliun.

Haru mengaku, BTN memacu kredit dengan sangat hati-hati. Karena itu, rasio kredit bermasalah BTN terus membaik. NPL gross pada semester I 2022 berada pada level 3,54 persen, lebih rendah dari sebelumnya 4,10 persen. Sedangkan, NPL nett sebesar 1,04 persen, turun dari posisi 1,87 persen.

 
 
Kenaikan CASA yang cukup tinggi itu membuat porsi dana murah kami naik menjadi 44,73 persen dari total DPK pada semester I 2022.
 
 

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), pada semester I 2022 sebesar Rp 307,31 triliun atau naik 2,99 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 298,38 triliun. Dari jumlah tersebut, perolehan CASA sebesar Rp 137,45 triliun atau naik 22,95 persen dibandingkan semester I 2021 sebesar Rp 111,80 triliun. 

"Kenaikan CASA yang cukup tinggi itu membuat porsi dana murah kami naik menjadi 44,73 persen dari total DPK pada semester I 2022," kata Haru.

Di sisi lain, rencana BTN menambah modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue menemukan titik terang. Salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR dengan Kementerian Keuangan dan BTN pada Rabu (14/9) adalah persetujuan penyertaan modal negara (PMN) kepada BTN.

 
 
BTN memacu kredit dengan sangat hati-hati. Karena itu, rasio kredit bermasalah BTN terus membaik.
 
 

"Komisi XI DPR menyetujui PMN senilai Rp 2,48 triliun kepada BTN melalui skema rights issue. Nilai rights issue porsi publik sebesar Rp 1,65 triliun dengan porsi saham pemerintah sebesar 60 persen dan saham publik sebesar 40 persen," demikian salah satu kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara.

Dalam kesimpulan berikutnya, Komisi XI menyatakan, PMN kepada BTN untuk memperkuat permodalan BTN dengan capital adequacy ratio (CAR) terjaga di atas 15,4 persen. PMN juga akan meningkatkan kemampuan bisnis BTN, khususnya penyaluran 1,32 juta unit rumah melalui KRP guna mendukung target prioritas nasional bidang perumahan serta pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan.

Awasi Harga Pangan 

Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam mengendalikan inflasi.

SELENGKAPNYA

Spin Off UUS Butuh Masa Transisi

UUS tetap menyiapkan strategi spin off apabila regulasi mengharuskan.

SELENGKAPNYA

PLN Siapkan 300 Ribu Kompor Induksi

PLN minta operasional kompor induksi bisa setara, bahkan lebih cepat dari kompor LPG.

SELENGKAPNYA