Api membumbung menyusul serangan Rusia ke wilayah Pokrovsk, Ukraina, Sabtu (10/9/2022). | AP Photo/Leo Correa

Internasional

Rusia Mundur dari Sejumlah Kota Penting Ukraina

Saksi mata menggambarkan kemacetan karena warga meninggalkan wilayah yang diduduki Rusia.

KIEV -- Rusia meninggalkan benteng utamanya di timur laut Ukraina. Panglima Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhnyi mengatakan pada Ahad (11/9), pasukan Ukraina telah merebut kembali lahan seluas lebih dari tiga ribu kilometer persegi sejak awal September.  

"Di arah Kharkiv kami mulai merangsek maju, tidak saja ke selatan dan timur, namun juga ke utara. Masih ada 50 kilometer lagi untuk mencapai perbatasan negara (dengan Rusia)," kata Zaluzhnyi di Telegram.

Pertahanan garis depan Rusia tiba-tiba runtuh setelah pasukan Ukraina membuat perkembangan signifikan dalam serangan balasannya. Direbutnya Kota Izyum di Provinsi Kharkiv merupakan kekalahan terburuk Rusia sejak pasukannya mundur dari ibu kota Ukraina, Kiev, Maret lalu. Ukraina menjadikannya sebagai titik balik dalam perang yang berlangsung sejak 24 Februari.

Tidak ada keterangan resmi dari Pemerintah Ukraina tentang perebutan kembali Izyum. Namun, kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengunggah foto prajurit Ukraina di sebuah lokasi dan memberi emoji buah anggur. Nama Izyum berarti kismis, yaitu manisan anggur.

photo
Pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dan mencari penyintas di gedung yang hancur di bom militer Rusia di wilayah Sloviansk, Ukraina, Rabu (7/9/2022). - (AP/Leo Correa)

Ribuan tentara Rusia yang kehabisan persediaan amunisi dan peralatan tempur mundur. Rusia menjadikan Izium sebagai pangkalan logistik bagi salah satu operasi serangannya di wilayah Donbas di utara Ukraina yang terdiri dari  Donetsk dan Luhansk.

Pada Sabtu (10/9), kantor berita Pemerintah Rusia, Tass mengutip Kementerian Pertahanan Rusia yang memerintahkan pasukannya untuk meninggalkan lokasi tersebut. Militer Rusia ditugaskan memperkuat operasi di tempat lain di Donetsk.

Presiden Volodymyr Zelenskyy memuji langkah maju pasukannya. "Saya yakin, musim dingin ini akan menjadi titik balik," katanya.

Saksi mata menggambarkan kemacetan karena orang-orang meninggalkan wilayah yang diduduki Rusia. Bila laporan ini terbukti benar dan dapat bertahan, maka ini pukulan telak bagi Rusia. Badan intelijen Barat juga yakin Rusia sudah kehilangan banyak korban jiwa.

Ini juga menjadi kemajuan penting bagi Ukraina yang ingin menunjukkan kepada Barat, bahwa pasokan senjata mereka tidak sia-sia. Kiev ingin membuktikan mereka pantas untuk terus mendapat bantuan senjata. Saat ini Kiev mendapat bantuan dari puluhan negara dunia termasuk negara kuat seperti Amerika Serikat dan blok Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, Ukraina masih membutuhkan lebih banyak senjata dari mitra-mitranya. Kuleba mengatakan, sejumlah sekutu awalnya ragu untuk mengirimkan senjata.

"Kini, untunglah kami tidak lagi mendengar argumen itu, kami telah menunjukkan kami mampu mengalahkan pasukan Rusia, kami melakukannya dengan senjata yang diberikan pada kami," kata Kuleba dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock yang sedang berkunjung, Sabtu.

"Dan saya tegaskan: semakin banyak senjata yang kami terima, semakin cepat kami menang, dan semakin cepat perang ini berakhir," tambahnya. 

Menggugat Daerah Pemilihan

Perludem mendapati banyak permasalahan dalam penyusunan dapil DPR dan DPRD.

SELENGKAPNYA

Menjaga Mood di Tengah Kemelut

Patut diwaspadai berapa lama respons emosi dan pikiran negatif muncul pada individu.

SELENGKAPNYA

Bolehkah Memakai Azimat?

Apabila yang digantungkan itu berupa zikir kepada Allah SWT, larangan itu tidak berlaku.

SELENGKAPNYA