Tentara Rusia berjaga di pembangkit nuklir Zaporizhzhia di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, Jumat (1/5/2022). | Satellite image ©2022 Maxar Technologies via

Internasional

PLTN Zaporizhzhia Terputus dari Saluran Listrik

Rusia dan Ukraina tetap terlibat pertempuran di sekitar PLTN Zaporizhzhia.

KIEV – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina telah kehilangan sambungan ke saluran listrik eksternal utama yang tersisa. Dari enam reaktor di situs tersebut, hanya tersisa satu yang masih beroperasi.

“Satu reaktor masih beroperasi dan menghasilkan listrik, baik untuk pendinginan dan fungsi keselamatan penting lainnya di lokasi serta untuk rumah tangga, pabrik, dan lainnya melalui jaringan listrik,” kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Sabtu (3/9).

Warga Ukraina yang menjadi staf di PLTN Zaporizhzhia telah menyampaikan kepada para ahli IAEA, bahwa jaringan listrik operasional 750 kilovolt keempat situs tersebut telah padam. Tiga jaringannya telah terputus sebelumnya.

Namun para ahli IAEA juga mengetahui bahwa jalur cadangan yang menghubungan fasilitas tersebut ke pembangkit listrik termal, mengalirkan listrik ke jaringan eksternal. Jalur cadangan itu dapat memberikan daya cadangan ke PLTN Zaporizhzhia jika diperlukan.

Zaporizhzhia merupakan PLTN terbesar di Eropa. Situs tersebut kini berada di bawah kontrol pasukan Rusia. Kekhawatiran tentang pecahnya bencana nuklir telah merebak karena Rusia dan Ukraina tetap terlibat pertempuran di sekitar Zaporizhzhia. Kendati demikian, kedua negara saling menyalahkan atas aksi penembakan di sekitar fasilitas itu.

photo
Pencitran satelit Maxar Technologies menunjukkan pembangkit nuklir Zaporizhzhia di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, Jumat (19/8/2022). - (Satellite image ©2022 Maxar Technologies via )

Jalur transmisi ke PLTN Zaporizhzhia terputus pada 25 Agustus lalu. Untuk pertama kalinya sejak didirikan pada 1980, PLTN Zaporizhzhia terputus dari jaringan listrik nasional.

Hal itu memicu pemadaman listrik di berbagai wilayah di Ukraina. Namun generator darurat mulai digunakan untuk menyediakan daya yang dibutuhkan untuk proses pendinginan yang vital.

Aksi baku tembak yang terus berlangsung di sekitar PLTN membuat Zaporizhzhia mematikan reaktor kelimanya. Pada Kamis (1/9) lalu, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi memimpin sebuah tim ke PLTN Zaporizhzhia. Beberapa ahli tetap tinggal di sana menunggu rilis laporan oleh IAEA dalam beberapa hari mendatang.

Suplai terhenti

Perusahaan gas Rusia, Gazprom, telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan memulai kembali pengiriman gas ke Jerman lewat jaringan pipa Nord Stream. Mereka mengeklaim menemukan kebocoran pada Nord Stream.

Artinya, suplai gas dari fasilitas tersebut bisa terhenti tanpa batas waktu yang ditentukan. Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel mengaku tak terkejut oleh pengumuman Gazprom.

"Penggunaan gas sebagai senjata tidak akan mengubah keputusan Uni Eropa. Kami akan mempercepat jalan kami menuju kemandirian energi. Tugas kami adalah melindungi warga negara kami dan mendukung kebebasan Ukraina," katanya.

Pada 31 Agustus lalu, Gazprom mengumumkan penangguhan suplai gas lewat Nord Stream dengan alasan adanya pekerjaan pemeliharaan di unit kompresor gas. Mereka mengungkapkan, pekerjaan tersebut bakal berlangsung hingga 3 September 2022. Namun dengan pengumuman terbarunya, Gazprom berarti belum akan memulai lagi pengiriman gasnya ke Jerman.

Jerman pun telah mengkritik keputusan Gazprom. Menurut Berlin, penangguhan pasokan gas karena adanya pekerjaan pemeliharan, hanyalah dalih.

Mereka menilai, penghentian sementara pengiriman gas oleh Rusia merupakan keputusan politik. Moskow telah membantah anggapan bahwa mereka menggunakan pasokan energi sebagai senjata ekonomi melawan negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.

Senada, Kepala Federal Network Agency (FNA) Jerman Klaus Mueller mengatakan, secara teknis, keputusan Gazprom tak dapat dipahami. Menurutnya, pekerjaan pemeliharaan Nord Stream hanyalah dalih Moskow untuk menggunakan pasokan energi sebagai ancaman.

Muller menuding, penghentian pasokan itu adalah cara menghukum Jerman karena memihak Ukraina sejak invasi oleh Rusia. Sebelumnya, Rusia memang telah mengurangi pasokan gasnya ke negara lain Eropa yang diketahui memihak Ukraina. 

Rusia Tunda Kiriman Gas ke Jerman

Jerman adalah tulang punggung kekuatan ekonomi Eropa.

SELENGKAPNYA

Rusia-Cina Siap Latihan Militer Gabungan

Latihan ini bertujuan untuk memamerkan kedekatan pertahanan antara Moskow dan Beijing.

SELENGKAPNYA

Menyikapi Dampak Konflik Rusia-Ukraina pada Presidensi G-20

Anggota G-20 semestinya bersikap adil dan proporsional terhadap sikap presidensi Indonesia.

SELENGKAPNYA