Pencitran satelit Maxar Technologies menunjukkan pembangkit nuklir Zaporizhzhia di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, Jumat (19/8/2022). | Satellite image ©2022 Maxar Technologies via

Internasional

Grossi: IAEA Sedang Menuju PLTN Zaporizhzhia

Ukraina dan Rusia menyambut misi IAEA menuju PLTN Zaporizhzhia.

KIEV -- Lembaga pemantau nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Senin (29/8) mengumumkan, badan mereka akan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di tengah medan pertempuran di Ukraina. Misi tersebut dalam perjalanan dan diperkirakan tiba di lokasi pekan ini.

"Harinya telah tiba, misi bantuan dan dukungan sudah dijalan," cicit Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi di Twitter.

Ukraina dan Rusia menyambut misi tersebut. Namun, kedua belah pihak masih saling menyalahkan siapa yang melakukan serangan ke area sekitar PLTN. Klaim kedua belah pihak tidak dapat diverifikasi dengan independen.

Sudah berbulan-bulan Grossi mencoba mendapatkan akses ke PLTN Zaporizhzhia, PLTN terbesar di Eropa yang diduduki Rusia dan dioperasikan orang-orang Ukraina. Misi ini diumumkan saat Ukraina kembali menuduh Rusia menembakkan roket dan artileri ke daerah sekitar PLTN.

Tuduhan ini menambah kekhawatiran perang dapat memicu kebocoran radiasi. PLTN yang memiliki enam reaktor sudah dihentikan operasinya sementara setelah tembakan pekan lalu.

Grossi mengindikasi tim akan tiba di Ukraina pekan ini. Ia tidak mengungkapkan kapan persisnya tim IAEA akan tiba atau memberikan detail lebih banyak selain fotonnya bersama 13 pakar IAEA.

Ukraina menuduh Rusia menjadikan PLTN itu sebagai sandera, menyimpan senjata dan meluncurkan serangan dari sana. Sementara Moskow menuduh Ukraina melepaskan tembakan ke sekitar PLTN.

Ukraina melaporkan serangan di Kota Nikopol yang terletak di seberang PLTN, dipisahkan Sungai Dnieper. Kiev mengatakan satu orang tewas dan lima lainnya terluka. Beberapa kilometer dari PLTN itu Wali Kota Enerhodar Dmytro Orlov mengatakan tembakan Rusia melukai 10 orang warganya.

"Tampaknya (Rusia) melatih skenario mereka menjelang kedatangan misi IAEA," katanya di aplikasi kirim pesan Telegram.

 
photo
Tentara Rusia berjaga di pembangkit nuklir Zaporizhzhia di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, Jumat (1/5/2022). - (Satellite image ©2022 Maxar Technologies via )

Di Twitter, lembaga pemantau nuklir itu mengatakan timnya akan mengasesmen kerusakan fisik di PLTN tersebut, "menentukan fungsionalitas sistem keamanan dan keselamatan" dan mengevaluasi kondisi para staf. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memperingatkan IAEA.

"Tanpa melebih-lebihkan, misi ini akan menjadi paling sulit dalam sejarah IAEA," katanya.

"Kami berharap misi memberikan pernyataan yang jelas atas fakta, pelanggaran semua nuklir, protokol keamanan nuklir, kami tahu Rusia tidak hanya menempatkan Ukraina, tapi juga seluruh dunia dalam ancaman resiko insiden nuklir," kata Kuleba di Stockholm.

Di Moskow Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menuduh Ukraina melepaskan tembakan ke arah dan sekitar PLTN.

"Kami yakin semua negara harus meningkatkan tekanan pihak Ukraina memaksanya berhenti mengancam benua Eropa dengan menembakan area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan daerah sekitarnya," kata Peskov.

Peskov mencatat, Rusia akan menjamin keamanan misi IAEA "mengingat ancaman konstan yang berkaitan pada tembakan tanpa henti pihak Ukraina."

Badan energi atom Ukraina sudah menggambarkan ancaman PLTN itu. Mereka mengeluarkan peta yang memprediksi penyebaran bila radiasi bocor dari PLTN yang Rusia kuasai sejak awal invasi. Akhir pekan lalu  juga terdapat laporan serangan di wilayah yang dikuasai Rusia di sepanjang tepi kiri Sungai Dnieper, dekat PLTN. 

Siaga Selama Bertransaksi di Rimba Maya

Banyak korban penipuan di dunia digital yang tak tahu harus melakukan upaya apa.

SELENGKAPNYA

Dari Bank Kompeni ke BI, Sejarah Bank di Tanah Air

Kondisi perdagangan di Eropa 1700-an kerap dijadikan contoh bagi para penguasa dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan mereka di Hindia Timur.

SELENGKAPNYA

Fasilitas KEK akan Dirombak

Dewan Nasional KEK mendorong implementasi sistem aplikasi dalam pelayanan kepabeanan.

SELENGKAPNYA