Kolektor ulos Torang Sitorus (kanan) bersama Putri Indonesia Intelegensia 2013 Eva Sianipar (tengah) menjelaskan tentang sejarah kain tenunan ulos kepada pengunjung pada pameran bertajuk | ANTARA FOTO

Modis

Hadirkan Busana Bernuansa Pusaka Budaya

Ragam kekayaan budaya dan pusaka suatu daerah dapat menjadi inspirasi terciptanya karya-karya busana yang khas. 

OLEH DESY SUSILAWATI, GUMANTI AWALIYAH

Kekayaan suatu daerah, baik dalam budaya maupun alamnya, memberikan inspirasi bagi lahirnya karya-karya anak bangsa yang menarik. Karya dan kreasi tersebut hadir dalam bentuk kesenian ataupun desain dan rancangan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia fashion

Salah satu daerah yang memiliki banyak kekayaan adalah Sulawesi. Di sana terdapat beberapa taman nasional yang saat ini sedang meningkat popularitasnya di dunia pariwisata, seperti Taman Nasional Taka Bonerate dan Taman Nasional Wakatobi. Kedua taman nasional tersebut memiliki beragam vegetasi flora endemik khas Sulawesi.

Ragam vegetasi tersebut menjadi inspirasi dalam koleksi “Selayar Series” dari jenama modest fashion lokal, Klamby. Menjelang HUT Kemerdekaan Indonesia, Klamby menghadirkan koleksi khas atau signature-nya di Designer Village, Senayan City. Gelarannya adalah Bazaar Fashion Festival yang sebelumnya sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi. 

“Klamby turut ikut serta meramaikan peragaan busana bergengsi Tanah Air, yaitu Bazaar Fashion Festival 2022 bersama para fashion designer ternama lainnya," ujar Founder dari Klamby, Nadine Gaus, awal Agustus 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Klamby Catalog (@klamby.catalog)

Klamby memanjakan para pencinta mode lewat koleksi yang mengangkat kekayaan pusaka budaya. Dalam acara kali ini, Klamby menampilkan koleksinya melalui pergelaran fashion show “Selayar Series”. Kata "Selayar" berasal dari nama salah satu kepulauan di Sulawesi yang merupakan lokasi dari Taman Nasional Taka Bonerate.

Sekitar 30 koleksi ditampilkan dalam peragaan busana tersebut. Klamby memadukan ragam motif Indonesia dengan desain yang modern. Material yang digunakan terkesan ringan dan flowy dengan ilustrasi romantisme dalam berpetualang dan menemukan hal-hal baru yang menarik. Sentuhan warna bold, seperti lime green, fuchsia, dan navy dalam koleksi 'Heritage' ini didominasi dengan warna abu-abu muda dan soft cream. 

Kemahiran Klamby dalam koleksinya adalah pada memadupadankan motif dengan detail bordir dan hiasan yang dikombinasikan teknik laser cut bentuk monogram Klamby yang layak jadi buruan. Semua koleksi ada di gerai Klamby dan website-nya www.klamby.id.

Sebagai bentuk apresiasinya bagi para pelanggan dan pencinta mode, mereka menyediakan beragam koleksi busana dan fashion yang tidak hanya mengikuti tren, tapi juga eksklusif. 

Wearing Klamby konsisten menghadirkan koleksi baju signature bertemakan Indonesia. Setiap koleksinya diluncurkan mencakup blus, tunik, gaun, dan hijab. Semua baju signature merupakan pola buatan sendiri oleh timnya. Setahun lalu, Klamby membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia, lalu di Supermall Karawaci agar pelanggan dapat mengakses koleksinya. Kini, gerai berikutnya ada di Pondok Indah Mall 3.

Merayakan Keindahan Ulos

Kain ulos menjadi salah satu busana khas Indonesia yang secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat adat Batak, Sumatra Utara. Tak hanya menjadi busana khas, kain ulos memiliki nilai dan makna yang mendalam bagi masyarakat Batak.

Ada tiga sumber kehangatan yang diyakini nenek moyang orang Batak, yaitu matahari, api, dan ulos. Itulah mengapa ulos ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh pemerintah.

photo
Model bergaya mengenakan kain Ulos pada pameran seni instalasi Ulos bertajuk The Harungguan Ulos in the Land of Batak di Andaliman Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/11/2018). - (ANTARA FOTO)

Untuk melestarikan dan merayakan keindahan kain ulos, desainer Torang Sitorus berkolaborasi dengan The Apurva Kempinski Bali mengangkat koleksinya dalam gelaran fashion show bertajuk “Magnificent Toba for the World”, sebulan lalu. Pergelaran busana ini memamerkan 30 koleksi ulos karya Torang Sitorus dan kebaya karya rekan-rekannya, Junot Hutabarat dan Nila Nasution.

Tak hanya sekadar perancang busana, Torang Sitorus dikenal sebagai kolektor ulos terkemuka. Sedikitnya, ada 2.000 lembar ulos yang menjadi koleksinya. Sebagai seorang keturunan Batak, Torang mengatakan bahwa kain ulos sangat erat kaitannya dengan masyarakat Batak.

“Mulai dari kelahiran, pernikahan, sampai kematian, ulos adalah bagian besar dari hidup kami. Ini benar-benar menarik bagi saya dan saya senang bisa berbagi momen spesial ini dengan The Apurva Kempinski Bali,” kata Torang dalam kesempatan tersebut. 

Gelaran tersebut menjadi momen dalam mengangkat budaya dan warisan dari tujuh pulau besar di Indonesia. Hal ini jadi bagian dari kampanye Unity in Diversity atau Bhinneka Tunggal Ika. Sepanjang tahun, identitas budaya, seperti praktisi holistik, keragaman kuliner, permainan tradisional, serta keahlian tangan dari setiap daerah dikemas dalam rangkaian pengalaman.

photo
Putri Indonesia Intelegensia 2013 Eva Sianipar memperlihatkan kain ulos koleksi Torang Sitorus pada pameran bertajuk Benang-benang Doa di Loom Gallery, Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/10). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kain ulos tidak hanya digunakan pada saat acara adat saja akan tetapi dapat juga dipakai untuk aktivitas sehari-hari. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/kye/15 - (ANTARA FOTO)

Untuk lebih mendukung program tersebut, Torang Sitorus juga ambil bagian dengan menciptakan balutan yang dipakai secara eksklusif oleh Lady in Red The Apurva Kempinski Bali. Lady in Red merupakan duta Kempinski Hotels yang ada di setiap jaringan hotelnya di berbagai belahan dunia.

“Semoga dengan cara ini bisa semakin mempromosikan kain ulos, bukan hanya untuk wisatawan lokal, melainkan juga mancanegara yang berkunjung ke Apurva Kempinski Bali.”

Torang mendedikasikan diri untuk melestarikan kain tradisional sekaligus membantu para perajin lokal di wilayah tersebut. Karya ini telah mengangkatnya untuk dinobatkan sebagai salah satu dari 75 ikon prestasi Pancasila pada 2020.

Perancang busana ini juga telah menerbitkan bukunya tentang Ulos, berjudul Identity in a Piece of Cloth the Batak Ulos. Di dalamnya terdapat catatan 20 tahun perjalanannya terkait keunikan dan cerita kain tradisional ini. 

General Manager The Apurva Kempinski Bali Vincent Guironnet mengatakan, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, dan melalui gerakan Unity in Diversity, pihaknya mencoba menceritakan kisah-kisah dari berbagai bagian bangsa.

“Torang Sitorus memiliki visi yang sama dalam memperkenalkan kekayaan negara kepada dunia. Kami berharap kerja sama ini dapat menginspirasi orang-orang di sekitar kita untuk terus melestarikan keindahan kerajinan Indonesia,” kata Vincent. 

Staadhuis, Sebuah Ladang Pembantaian

Staadhuis atau Gedung Balai Kota Batavia ini menyimpan sejarah paling buram bagi Kota Jakarta.

SELENGKAPNYA

Fatimah binti Maemun Pendakwah Perempuan Pertama Nusantara

Keanggunannya memikat Raja Majapahit.

SELENGKAPNYA