Tersangka korupsi. (ilustrasi). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

Ketua RW di Bandung yang Ternyata Buronan Tipikor

Ketua RW tersebut aktif berkegiatan di masyarakat termasuk di kelurahan.

OLEH M FAUZI RIDWAN

Apa jadinya bila ketua RW di perumahan Anda ternyata merupakan seorang buronan tindak pidana korupsi (tipikor)? Hal tersebut terjadi di salah satu kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tatang, seorang ketua RW di sana, ditangkap pada Senin (22/8) setelah buron dari kasus korupsi proyek pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2007. Camat Astanaanyar, Syukur Sabar, mengaku kaget setelah mendapat informasi jika salah satu ketua RW-nya merupakan buronan. Ia mengungkapkan jika yang bersangkutan adalah warga asli setempat.

"Kita mah nggak tahu sama sekali karena beliau asli orang situ, orang tua di sana, saudara di sana tentang kejadian nggak tahu sama sekali. Kaget mendengar sudah sekian lama buron," ujarnya, Rabu (24/8).

Ia mengaku tidak menutup-nutupi keberadaan yang bersangkutan. Bahkan ketua RW Tatang dikenal sangat aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan masyarakat. "Tidak ada yang ditutup-tutupi, kita juga kaget dan tidak tahu apa-apa," katanya.

 
Ia mengaku tidak menutup-nutupi keberadaan yang bersangkutan. Bahkan ketua RW Tatang dikenal sangat aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan masyarakat.
 
 

Ia mengatakan ketua RW tersebut aktif berkegiatan di masyarakat termasuk di kelurahan. Selain itu saat pemilihan ketua RW pihaknya atau masyarakat tidak mengetahui informasi tentang sosok yang bersangkutan. "Dari informasi, kalau kasus awal warga tidak tahu juga. Beliau dipilih di RW dari beberapa calon," katanya.

Saat pemilihan RW biasanya dilakukan pengecekan latar belakang. Pihak polsek pun sering terlibat melakukan pemantauan di lapangan.

Tatang ditangkap di Kota Bandung. Kepala Kejari (Kajari) Garut, Neva Sari Susanti, mengatakan, Tatang merupakan terpidana kasus korupsi dalam proyek pengadaan komputer sebanyak 63 unit di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut pada Tahun Anggaran 2007. Kasus itu diperkiran membuat kerugian negara senilai Rp 527 juta.

"Yang bersangkutan disidangkan pada 2010, lalu diputus bebas oleh pengadilan tingkat pertama, tapi kami lakukan kasasi. Putusannya pada 2012 terhadap terpidana dijatuhi pidana dua tahun," kata dia melalui keterangan resmi.

 
Tatang, yang berperan sebagai rekanan proyek tersebut, bukan satu-satunya terpidana dalam kasus itu. Terdapat dua terpidana lainnya. 
 
 

Tatang, yang berperan sebagai rekanan proyek tersebut, bukan satu-satunya terpidana dalam kasus itu. Terdapat dua terpidana lainnya. Namun, kedua terpidana lain telah menjalani hukuman.

Sementara Tatang belum menjalani hukuman lantaran keberadaan tidak diketahui. Alhasil, Kejari Garut memasukkan Tatang ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Neva mengatakan, tim dari Kejari Garut kemudian mendeteksi keberadaan Tatang sejak sekitar satu bulan terakhir. Tatang diketahui berada di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.

"Setelah diamati kesehariannya, langsung ditangkap. Kami menangkap yang bersangkutan di Kota Bandung. Terpidana di sana sebagai ketua RW (rukun warga)," kata dia. 

Fatimah binti Maemun Pendakwah Perempuan Pertama Nusantara

Keanggunannya memikat Raja Majapahit.

SELENGKAPNYA

Presiden Perintahkan Segera Siapkan Vaksinasi Cacar Monyet

Vaksin cacar monyet diberikan setelah pasien dikonfirmasi positif.

SELENGKAPNYA

Guru Berkarakter

Kehidupan akan selalu menguji karakter seorang guru.

SELENGKAPNYA