Dirut Bio Farma Honesti Basyir (kedua dari kiri) saat kunjungan Center Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19 BUMN, di RSUD Padangpariaman, Sumatra Barat, Selasa (12/07/2022). | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.

Nusantara

Vaksin Dalam Negeri Indovac akan Dibanderol Rp 100 Ribu

Indovac akan digunakan sebagai vaksin booster dewasa dan anak-anak.

JAKARTA -- Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan vaksin BUMN bernama Indovac akan segera meluncur pada September 2022. Honesti menyampaikan, vaksin Indovac dipatok dengan harga di bawah Rp 100 ribu per dosis.

"Untuk harga mungkin akan kita usahakan di bawah Rp 100 ribu, ya. Karena memang prosesnya itu kebanyakan, 80 persen, dilakukan di Indonesia," ujar Honesti saat acara "Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng BUMN" di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/8).

Honesti menyebut Indovac akan digunakan sebagai vaksin booster dewasa dan anak-anak. Penerimanya tidak dikenakan biaya lantaran ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah lewat APBN.

photo
Dirut Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan pidato saat kunjungan Center Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, di RSUD Padangpariaman, Sumatera Barat, Selasa (12/07/2022). Sebanyak 1.725 orang relawan di provinsi itu mengikuti Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.)

Honesti menyampaikan masyarakat baru akan membayar vaksin Indovac jika ada keputusan terbaru dari pemerintah terkait status pandemi. Menurut Honesti, pencabutan status pandemi akan menempatkan vaksin Indovac serupa dengan vaksin flu.

"Kalau tahun depan tidak ada lagi atau (status) pandemi dicabut cabut dan masuk ke endemi, ya jadinya kayak vaksin flu, jadinya berbayar," ucapnya.

Nama vaksin Indovac diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Indovac dibuat dengan kerja sama dengan Baylor College of Medicine (BCM) sebagai vaksin yang berbasis rekombinan.

"Kita sudah hampir selesai, lagi registrasi di Badan POM. Hasilnya alhamdulilah kalau berdasarkan data yang kita kumpulkan selama uji klinis, terlibat lebih dari 3.000 relawan menunjukan hasilnya sangat menjanjikan," ucap Honesti.

Targetnya Indovac dapat memperoleh Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM pada awal atau pertengahan September 2022.

Indonesia bersama negara-negara yang tergabung dalam Forum G-20 bidang kesehatan sepakat berkolaborasi membangun pusat manufaktur vaksin, pengobatan, dan diagnostik untuk menghadapi ancaman pandemi di masa depan.

"Untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya dan ancaman kesehatan global, setiap negara harus memiliki akses dan kapasitas untuk mengembangkan vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD) terlepas dari status ekonomi dan geografisnya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin (22/8).

Kolaborasi sebagai bentuk inisiatif untuk memperkuat pusat manufaktur dan membangun pusat penelitian global itu disepakati Indonesia, Argentina, Brasil, India, serta Afrika Selatan. Ia mengatakan implementasi program tersebut melibatkan semua negara anggota G-20 dan organisasi internasional.

Inisiatif ini berfokus pada pembangunan penelitian dan kapasitas manufaktur kesehatan di negara-negara berpenghasilan menengah.

Menurut Budi, saat ini ada banyak platform teknologi pembuatan vaksin yang akan dikembangkan, termasuk mRNA, viral vector, adjuvanted protein sub-unit, dan inactivated vaccine, khususnya dengan efektivitasnya yang tinggi. Namun, sebagian besar vaksin mRNA telah dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan farmasi di negara berpenghasilan tinggi.

Transfer teknologi, ilmu pengetahuan antarnegara G-20 diperlukan dalam meningkatkan akses global terhadap pengembangan pusat manufaktur farmasi.

‘Vaksinasi Harus Tetap Gratis’

Pemberian vaksinasi gratis harus dilakukan hingga dosis empat.

SELENGKAPNYA

Bio Farma Self Funding dalam Pengembangan Vaksin

Pemulihan sektor kesehatan dinilai harus dapat perhatian khusus dalam APBN 2023.

SELENGKAPNYA

Nasib Vaksin Merah Putih Digantung

Keberlanjutan penelitian Vaksin Merah Putih ditentukan BPOM.

SELENGKAPNYA