Petugas kesehatan menyiapkan vaksin cacar monyet di Montreal, Kanada, Sabtu (23/7/2022). | Graham Hughes/The Canadian Press via AP, File

Internasional

WHO: Cacar Monyet Ada di 78 Negara

Saat ini 98 persen kasus cacar monyet dialami laki-laki pelaku homoseksual.

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, lebih dari 18 ribu kasus monkeypox atau cacar monyet sudah ditemukan di 78 negara. Tingkat penyebaran atau infeksi tertinggi terjadi di Eropa, yakni melampaui 70 persen. Sementara di Amerika sebesar 25 persen.

Dari keseluruhan kasus yang dikonfirmasi, lima pasien telah meninggal akibat penyakit tersebut. Sedangkan sekitar 10 persen dari total kasus memerlukan rawat inap untuk mengatasi gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan cacar monyet.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, saat ini 98 persen kasus cacar monyet di dunia dialami laki-laki pelaku homoseksual. Namun, dia mengingatkan bahwa penyakit tersebut bisa menginfeksi siapa saja.

“Itulah sebabnya WHO merekomendasikan agar negara-negara mengambil tindakan untuk mengurangi risiko penularan ke kelompok rentan lainnya, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan mereka yang mengalami imunosupresi,” ucap Tedros, Rabu (27/7).

Tedros menjelaskan, selain penularan melalui aktivitas seksual, cacar monyet juga dapat menyebar di rumah tangga melalui kontak dekat antar-manusia. Misalnya, berpelukan dan berciuman, serta handuk atau tempat tidur yang terkontaminasi.

“Ini adalah wabah yang dapat dihentikan jika negara, komunitas, dan individu menginformasikan diri mereka sendiri, merespons risiko dengan serius, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan penularan dan melindungi kelompok rentan,” katanya.

Dia memperingatkan, stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang terinfeksi sama berbahayanya dengan virus apa pun. “Seperti yang telah kita lihat dengan Covid-19, informasi yang salah dan disinformasi dapat menyebar dengan cepat secara daring. Jadi kami meminta platform media sosial, perusahaan teknologi, serta organisasi berita untuk bekerja sama dengan kami untuk mencegah dan melawan informasi berbahaya,” kata Tedros.

Menurut Tedros, saat ini WHO belum menyarankan vaksinasi massal cacar monyet. Dia mengungkapkan, WHO merekomendasikan vaksinasi hanya kepada kelompok rentan dan mereka yang menjalin kontak dengan individu terinfeksi. 

photo
Petugas dari Dinas Kebersihan Mental dan Kesehatan New York membantu warga mendaftar untuk mendapat vaksin cacar monyet alias monkeypox , Selasa (26/7/2022). - (AP Photo/Mary Altaffer)

Satu vaksin cacar, MVA-BN, telah disetujui di Kanada, AS dan Uni Eropa untuk digunakan melawan cacar monyet. WHO mengatakan, dua vaksin lain, yakni LC16 dan ACAM2000 juga sedang dipertimbangkan penggunaannya.

Pada 23 Juli lalu WHO menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Saat diumumkan, WHO sudah mencatatkan penemuan lebih dari 16 ribu kasus penyakit tersebut di seluruh dunia. Sebagian besar kasus terjadi pada pelaku hubungan homoseksual.

AS dan Australia

Amerika Serikat (AS) akan menyediakan 786 ribu dosis vaksin cacar monyet tambahan untuk departemen kesehatan di negaranya. Sejauh ini, Negeri Paman Sam sudah mencatatkan lebih dari 3.500 kasus penyakit tersebut.

Badan Obat dan Makanan AS (FDA) mengungkapkan, mereka telah menyelesaikan sertifikasi vaksin Jynneos di fasilitas Bavarian Nordic di Denmark. “Mengingat kebutuhan kesehatan masyarakat yang muncul, FDA sebelumnya memfasilitasi pengiriman dosis yang diproduksi ke AS sehingga mereka akan siap untuk didistribusikan setelah perubahan manufaktur disetujui,” katanya, Rabu, dikutip laman the Independent.

Sementara Australia pada Kamis (28/7) mengatakan, penyebaran cacar monyet sekarang menjadi insiden penyakit menular yang signifikan secara nasional. Kepala Petugas Medis Australia, Paul Kelly, mengatakan, Pusat Insiden Nasional telah diaktifkan untuk meningkatkan koordinasi di seluruh negeri.

Kelly mengatakan, sejauh ini ada 44 kasus cacar monyet di Australia. Sebagian besar kasus terjadi pada pelancong internasional yang kembali ke Australia.

Tim Direktur Institut Kesehatan Global di Universitas Jenewa, Antoine Flahault, membuat model tiga skenario untuk beberapa bulan mendatang. Sedang pada Selasa (26/7), para ilmuwan Jerman merilis studi menjelang peer review yang menemukan mutasi pada salah satu dari 47 kasus. Mutasi ini menyebabkan penyebaran cacar monyet pada manusia menjadi lebih mudah.

Dua laboratorium

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyatakan, dua fasilitas laboratorium sudah siap melakukan penyelidikan epidemiologi cacar monyet. Termasuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi virus penyebab penyakit yang tergolong sebagai zoonosis tersebut.

"Ada dua laboratorium yang sudah siap, yakni di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati BKPK Kemenkes dan di Pusat Studi Satwa Primata IPB, Bogor," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Kamis (28/7).

Menurut dia, kedua fasilitas laboratorium tersebut sudah siap memeriksa sampel dari pasien-pasien yang diduga terserang cacar monyet guna mendeteksi penularan penyakit sejak dini. Syahril mengatakan, pemerintah akan menambah 10 laboratorium di daerah-daerah strategis guna mendukung upaya pelacakan kasus penularan penyakit secara masif.

Di samping menyiapkan fasilitas laboratorium, Kementerian Kesehatan menyiapkan antivirus dan vaksin guna menanggulangi penularan penyakit cacar monyet. "Kami berkomunikasi dengan dunia internasional yang sudah melakukan vaksin dan pengobatan," kata Syahril.

Sejak penularan cacar monyet merebak di sejumlah negara, Kementerian Kesehatan memantau perkembangan dan mengumpulkan informasi mengenai penularan penyakit tersebut serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap risiko penyakit tersebut.

Cacar monyet merupakan zoonosis yang disebabkan oleh infeksi virus dari genus Orthopoxviridae. Organisasi Kesehatan Dunia telah mendata lebih dari 18 ribu kasus cacar monyet di 78 negara serta menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia akibat penularan penyakit itu.

Status tersebut mengharuskan setiap negara merespons cepat penularan penyakit dengan menjalankan langkah-langkah pencegahan, pengendalian, dan pengobatan.

photo
Pengunjung berjalan di lorong Pasar Shilihe yang dikenal sebagai pasar binatang piaraan dan barang-barang antik terbesar di Beijing, China, Sabtu (18/6/2022). Otoritas kesehatan setempat pada 15 Juni 2022 mengeluarkan peringatan pengetatan impor binatang untuk menghindari penularan wabah cacar monyet di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. - (ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie)

Syahril mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan cacar monyet serta menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menghindari penularan penyakit. Pemerintah sudah menyampaikan surat edaran ke seluruh maskapai, pengelola transportasi darat dan laut, serta rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan yang lain untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan cacar monyet.

"Bahwa kasus ini bisa saja masuk Indonesia dan kita harus siap,” ujar dia.

Waspadai perbatasan

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan kewaspadaan penularan cacar monyet menyusul ditemukan kasus itu di negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia.

"Harus waspada, jangan sampai cacar monyet menular ke daerah kita, karena letak Kepri dengan negara tetangga sangat dekat," kata Wahyu.

Ia menyarankan Dinas Kesehatan Kepri bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan pihak terkait lainnya dalam memperketat pengawasan di pintu keluar masuk pelabuhan internasional. Apalagi sejak awal 2022 akses perjalanan dari Kepri ke Singapura-Malaysia dan begitu pula sebaliknya, telah dibuka pemerintah, sehingga lalu lintas pelaku perjalanan luar negeri dipastikan mulai menggeliat.

"Pemeriksaan penumpang luar negeri harus diperketat menggunakan peralatan skrining yang ada di pelabuhan," ujar dia. n

APBN Masih Surplus

Menteri ESDM menyebut revisi perpres BBM akan rampung pada Agustus 2022.

SELENGKAPNYA

Hangtuah dan Pelita Jaya Berbenah

Dari materi pemain, Hangtuah juga kalah mentereng.

SELENGKAPNYA