Bus listrik produksi MAB | Eric Iskandarsjah Z/Republika

Otomotif

Produsen Lokal Ikut Ramaikan Pasar EV

Perusahaan juga menghadirkan sistem internet of things (IoT) dengan artificial intelligence.

JAKARTA -- Pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi momentum sejumlah pabrikan dalam negeri untuk melakukan lompatan ke kendaraan berbasis baterai. Hal ini pun telah dilakukan oleh beberapa jenama lokal yang fokus melakukan pengembangan EV agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Salah satu merek dalam negeri yang terjun dalam pasar EV adalah PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Head of Business Development, Sales & After Sales Service MAB, Prabowo Kartoleksono mengatakan, saat ini perusahaan telah melakukan pengembangan sejumlah EV dalam beberapa format, seperti bus dan truk.

photo
Bus listrik produksi MAB - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Salah satu produk MAB yang paling menarik adalah bus. "MAB melakukan seluruh proses desain dan produksi bus secara mandiri. Ini sekaligus jadi bukti bahwa anak bangsa bisa memproduksi bus listrik secara keseluruhan," kata Prabowo saat dijumpai di sela Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS), beberapa waktu lalu.

Saat ini, beberapa produk yang telah diproduksi oleh MAB adalah bus dengan ukuran panjang delapan meter dan 12 meter. Untuk bus delapan meter atau medium bus, MAB menyebutnya dengan nama MD8-E TS.

photo
Bus listrik produksi MAB - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Produk ini memiliki daya jelajah sekitar 160 kilometer berkat baterai LiFePo berkapasitas 127,7 kWh. Sebagai bus yang didesain untuk melakukan perjalanan dalam kota, bus ini mampu menyajikan output 250 daya kuda dan torsi 915 Nm dari penerapan permanent magnet synchronous motor (PMSM).

Sedangkan, untuk big bus berukuran 12 meter, MAB memiliki dua line up, yakni MD12E-NF Normal Floor City Bus dan MD12E-LE Low Entry City Bus. Dua bus yang memiliki daya jelajah 250 kilometer ini menggunakan dinamo PMSM dengan kemampuan 320 daya kuda dan torsi 2.500 Nm. Untuk baterainya, keduanya menggunakan baterai LiFePo 315 kWh.

"Untuk deselerasi, kami menerapkan full air brake system dengan disc brake sehingga bisa jadi kendaraan yang aman. Untuk menunjang daya jelajah, kami juga menerapkan regenerative braking system sehingga bisa isi ulang baterai secara otomatis saat deselerasi," ujarnya.

Dengan beragam keunggulan itu, dia meyakini seluruh line up bus MAB yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar itu bisa menjadi solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Menurut dia, saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk MAB sekitar 40 persen. Ini karena terdapat beberapa komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Seperti baterai, controller, axle, dan motor listrik.

photo
Sepeda motor listrik produksi Rakata Motor - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Agar para konsumen merasa nyaman untuk menggunakan bus tersebut, MAB pun memberikan garansi baterai selama empat tahun. Untuk menunjang keselamatan, MAB juga menghadirkan sistem internet of things (IoT) bersama dengan PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN).

Presiden Direktur TKDN David Santoso mengatakan, IoT yang dikembangkan bersama MAB disebut dengan TAM (TKDN Advance Mobility) Fleet. "Fitur yang mengandalkan teknologi artificial intelligence (AI) itu di antaranya adalah fitur driver safety monitoring (DSM) yang dapat memberikan driver behavior analysis untuk memantau perilaku pengemudi agar tidak melakukan pelanggaran selama armada beroperasi.

Selain itu TAM Fleet juga menyajikan fitur blind spot detection yang menggunakan 3D depth camera with AI yang mampu mendeteksi keberadaan pejalan kaki maupun kendaraan di sekitar armada dengan akurasi mencapai 95 persen sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan lalu lintas," kata David Santoso.

Tak hanya itu, TAM Fleet juga bisa menyajikan fitur advanced driver assistance system (ADAS) dan menghitung jumlah penumpang yang naik secara akurat sehingga bisa menghindari bus overload. Menurutnya, digitalisasi di sektor transportasi melalui teknologi IoT yang terintegrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan safety, operational efficiency, dan mendorong customer satisfaction.

photo
Sepeda motor Rakata NX8 bermesin listrik produksi Rakata Motor - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Direktur Utama MAB Kelik Irwantono mengatakan, perusahaan berharap dengan teknologi dan platform TAM Fleet ini dapat menjadi value added kepada pelanggan agar dapat merasakan pengalaman berbeda.

Selain MAB, merek lokal lain yang unjuk gigi dalam pameran besutan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) itu adalah Rakata Motor. General Manager Rakata Motor Djovani mengatakan, Rakata merupakan merek sepeda motor listrik yang memiliki visi dan misi untuk menghadirkan produk 100 persen Indonesia.

"Semangat itu pun tecermin dari nama Rakata yang merupakan singkatan dari 'Rancangan Kendaraan Tanah Air'. Seluruh produk kami dirakit di Tangerang, Banten, dan saat ini tingkat local content-nya sekitar 35 persen, namun jumlah itu akan terus ditingkatkan," kata Djovani.

Saat ini, Rakata telah memasarkan motor listrik dalam berbagai segmen, mulai dari segmen skuter mini, skuter maxi, hingga motor sport. Rakata pun menjadikan momen PEVS untuk meluncurkan dua produk baru yakni Rakata NX8 dan NX3.

photo
Sepeda motor Rakata NX8 bermesin listrik produksi Rakata Motor - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Rakata NX8 merupakan motor listrik bergaya naked bike dengan daya jelajah 100 kilometer. Sedangkan, NX3 merupakan motor listrik bergaya skuter maxi dengan daya jelajah 80 kilometer. Menurutnya, kedua motor yang bisa dipacu hingga kecepatan 80 kilometer/jam ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp 54 juta dan Rp 41 juta.

Dengan seluruh line up tersebut, Rakata kini telah mampu mengakomodasi berbagai selera kendaraan roda dua. Menurutnya, Rakata percaya diri untuk terjun dalam segmen skuter maxi karena merupakan salah satu jenis motor yang paling diminati di Indonesia.

Ini mengingat, skuter maxi dikenal bisa jadi motor yang fungsional sekaligus menjadi sahabat kaum urban. Ini mengingat kemampuan akomodasi dan riding position yang nyaman untuk digunakan dalam jarak menengah.

photo
Sepeda motor Rakata NX8 bermesin listrik produksi Rakata Motor - (Eric Iskandarsjah Z/Republika)

Sedangkan, segmen naked bike juga ingin dijaring oleh Rakata karena terdapat beberapa pengguna sepeda motor yang menginginkan kendaraan bergaya sporty dan maskulin. "Oleh karena itu, kami menghadirkan Rakata NX8 yang bisa jadi motor bernuansa sporty tapi tetap ramah lingkungan," ujarnya. 

Mobil Listrik Toyota Hadir di Danau Toba

Kementerian menargetkan mengurangi emisi karbon net zero pada 2050.

SELENGKAPNYA

Surveyor Indonesia Siapkan Portofolio Baru

Surveyor Indonesia juga terus mendorong peningkatan sertifikasi halal kepada pelaku UMKM.

SELENGKAPNYA