ILUSTRASI Jamaah haji kembali ke Tanah Air. Menurut hadis Nabi SAW, haji mabrur mendapatkan balasan yakni surga Allah SWT | dok antara Siswowidodo

Khazanah

Ciri Haji Mabrur

Level yang ingin dicapai setiap Mukmin adalah haji mabrur.

OLEH HASANUL RIZQA

Kesempatan berhaji merupakan dambaan setiap Muslim. Jangankan mereka yang belum pernah sama sekali berziarah ke Tanah Suci. Orang yang sudah sekali atau dua kali menunaikannya pun ingin pergi lagi ke Baitullah.

Itulah bentuk kerinduan yang timbul dari keimanan seseorang. Maka, berbahagialah mereka yang dimampukan Allah SWT untuk mengerjakan rukun Islam kelima secara sempurna.

Level yang ingin dicapai setiap Mukmin adalah haji mabrur. Istilah itu dapat dimaknai sebagai diterimanya ibadah haji seseorang oleh Allah Ta’ala. Bila amalan ditolak-Nya, sungguh sia-sia saja.

photo
ILUSTRASI Salah satu ciri haji mabrur ialah meningkatnya ketakwaan dan kesalehan sesudah kembali dari Tanah Suci - (dok rep thoudy badai)

Balasan Surga

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga.” Karena itu, kemampuan untuk berhaji saja tidak cukup. Seorang jamaah mesti memantapkan hati dan pikirannya agar tulus ikhlas beramal demi ridha Allah SWT.

Kata al-birr yang darinya berasal mabrur berarti ‘ketaatan.’ Secara sederhana, orang yang mabrur dalam berhaji akan selalu terpanggil hatinya untuk lebih taat kepada Allah. Kalau sepulangnya dari Tanah Suci ia masih gemar bermaksiat, maka patut diragukan kesempurnaan ibadah haji yang dilakukannya.

Pembuktian

Apakah bukti bahwa haji seseorang itu mabrur? Jawabannya, ia akan kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalaupun pada masa silam dirinya cenderung pada kefasikan atau maksiat, kini sepulangnya dari Tanah Suci ia lebih memilih takwa.

Haji yang mabrur tidak mungkin disertai dengan kemaksiatan. Di samping itu, riya atau syirik kecil juga menjadi bahaya bagi kesempurnaan ibadah haji. “Haji mabrur adalah yang dipenuhi seluruh ketentuanya dan dijalankan dengan sesempurna mungkin oleh pelakunya (mukallaf),” tulis al-Qurthubi.

photo
ILUSTRASI Haji mabrur disepadankan dengan amalan jihad fii sabilillah. - (dok antara muhammad iqbal)

 

Jihad Utama

Aisyah radhiyallahu 'anhu menuturkan percakapannya dengan Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhal. Apakah berarti kami harus berjihad?” tanya perempuan itu.

“Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menjadi tamu Allah di Tanah Suci juga dapat mempererat silaturahim dan rasa persaudaraan kaum Muslimin sedunia.

‘Muhammadiyah-NU Layak Dapat Nobel’

Muhammadiyah-NU berkontribusi besar bagi perdamaian RI dan dunia.

SELENGKAPNYA

RI-Malaysia Evaluasi Kenaikan Biaya Masyair

Pertemuan RI-Malaysia menjadi forum evaluasi mengenai kenaikan biaya masyair untuk Armuzna.

SELENGKAPNYA