Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping, di Beijing, Kamis (26/3/2017). | reuters

Internasional

Jokowi Bakal Melawat ke Tiga Negara Asia Timur

Joko Widodo menjadi kepala negara asing pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Cina dalam dua tahun terakhir.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan ke Cina, Jepang, dan Korea Selatan selama tiga hari pada 26 Juli hingga 28 Juli. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan pada Kamis (21/7), kunjungan singkat ini merupakan pertemuan dengan mitra strategis Indonesia dan ASEAN untuk membahas masalah kawasan.

Perjalanan kunjungan ke Beijing akan dilakukan pada 26 Juli, kemudian dilanjutkan ke Tokyo pada 27 Juli, dan negara terakhir adalah Seoul pada 28 Juli. "Fokus kunjungan adalah membahas penguatan kerja sama ekonomi khususnya di bidang perdagangan dan investasi," ujar Retno dalam konferensi pers daring.

Kunjungan tersebut akan mempertemukan Jokowi dengan kepala negara dari masing-masing wilayah dan berbagai kalangan pebisnis. Jokowi juga akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Cina Li Keqiang.

"Jokowi pemimpin pertama yang diterima Xi selama pandemi, di samping pertemuan pada Olimpiade Musim Dingin awal tahun ini," ujar Retno.

Cina merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai total perdagangan mencapai 110 miliar dolar AS pada 2021. Selain itu, Beijing pun merupakan investor terbesar dengan total nilai sekitar 3,2 miliar dolar AS selama 2021.

Sedangkan Jepang mitra ekonomis tradisional Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai 32 miliar dolar AS selama 2021. Sementara investasi Jepang di Indonesia mencapai 2,26 miliar dolar AS pada kurun waktu yang sama.

Menurut Retno, Korea Selatan juga adalah mitra penting Indonesia di bidang ekonomi dengan nilai perdagangan kedua negara mencapai 18,41 miliar dolar AS. Sementara investasi Korea Selatan di Indonesia terus bertumbuh dengan pesat dengan tahun lalu mencapai 1,64 miliar dolar AS.

"Selain bahas penguatan kerja sama bilateral, presiden dan pemimpin ketiga negara tentunya dalam pertemuan bilateral masing-masing, akan membahas perkembangan terakhir beberapa isu kawasan dan internasional," ujar Retno merujuk pada salah satu pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada November mendatang.

photo
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) saat menerima kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020). Kunjungan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara - (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengiyakan Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Cina dari 25 sampai 26 Juli. Joko Widodo menjadi kepala negara asing pertama yang berkunjung ke Cina dalam dua tahun terakhir selain yang diterima di Olimpiade Musim Dingin.

Dalam konferensi pers Kamis (21/7), juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan Jokowi telah menerima undangan dari Xi Jinping. Wang menambahkan selain bertemu dengan Xi, dalam kesempatan itu Jokowi juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang. Mereka diperkirakan akan saling berbagi pandangan mendalam.

Saat ini Indonesia sedang menjabat sebagai presidensi G20 dan akan menjadi tuan rumah pertemuan kepala negara G20 di Bali pada 15 sampai 16 November. "Ketika Presiden Indonesia berkunjung ke Cina, ia bisa berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Cina," kata Wang.

Selain pada Olimpiade Musim Dingin lalu, Beijing tidak menerima kunjungan kepala negara asing selama dua tahun terakhir. Alasan utamanya karena peraturan pembatasan Covid-19 yang diberlakukan sejak 2020.

Gelombang Panas Picu Bencana di Eropa

Portugal melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat gelombang panas.

SELENGKAPNYA

Australia Mendesak Warganya WFH

WHO mengetatkan kembali penggunaan masker di dalam ruangan dan transportasi umum.

SELENGKAPNYA