Naning Fitri Rahayu, inspirasi dari peternak mustahik Gresik. | Istimewa

Uswah

Inspirasi dari Peternak Mustahik Gresik

Beternak dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan manfaat untuk umat.

 

 

OLEH IMAS DAMAYANTI

 

Selalu ada cara untuk mengubah nasib menuju ke arah yang lebih baik. Allah SWT menyediakan jalan bagi orang yang berusaha dan gigih dalam menjalankan ikhtiar kebaikan. 

Naning Fitri Rahayu boleh jadi hanyalah seorang yang tak dapat mengenyam pendidikan tinggi karena adanya keterbatasan. Meski demikian, dia meyakini bahwa nasib akan berubah seiring dengan dijalankannya ikhtiar untuk menggapai prestasi yang lebih baik pada masa depan. 

"Saya hanya lulusan SD. Waktu itu mikirnya, mosok iya bisa punya uang banyak dan sekolahkan anak?" kata Naning saat dihubungi Republika, Rabu (29/6). 

Pegiat wirausaha ini pada mulanya adalah mustahik. Dia menjadi sasaran program distribusi zakat. Jika Baznas akan mendistribusikan zakat, Naning menjadi salah seorang target penerima zakat.

 
Pegiat wirausaha ini pada mulanya adalah mustahik. Dia menjadi sasaran program distribusi zakat.
 
 

Seiring berjalannya waktu, wanita ini belajar beternak. Dia mengikuti program pelatihan kewirausahaan Baznas hingga akhirnya dia bergabung dalam jaringan peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 2020. Di Desa Bangeran, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, 40 kilometer dari Kota Gresik, Naning diajak Baznas untuk membudidayakan ternak hewan kurban. 

Pada tahun itu menjalani wirausaha tidaklah mudah karena pandemi Covid-19 melanda. Ekonomi nasional anjlok. Banyak pengusaha yang gulung tikar.

Sementara, pengetahuan Naning mengenai hewan kurban sangat minim. Ia tidak tahu bagaimana cara merawat hewan ternak, membesarkannya, bahkan menjual komoditas itu ke pasaran. Namun, berkat usaha dan ketekunannya dalam menyimak setiap pembinaan hewan kurban dari Baznas, lambat laun Naning mulai memahami secara detail tentang peluang usaha hewan kurban. 

"Awalnya saya tak mau ikut, takut karena saya tak ada ilmu dan pengalaman beternak. Tapi, ada dorongan dari anak (untuk ikut) dan diyakinkan juga oleh Baznas, bismillah saya beranikan," kata Naning.

 
Awalnya saya tak mau ikut, takut karena saya tak ada ilmu dan pengalaman beternak.
 
 

Tantangan demi tantangan dihadapi Naning. Mulai dari bagaimana ia merawat kandang hewan agar senantiasa bersih bahwa kandang sebisa mungkin selalu dalam keadaan bersih sehingga hewan nyaman berada di sana. Kebersihan dan kesehatan hewan juga terjaga.

Pelatihan Baznas juga memberikan keterampilan menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas hewan ternak kepada Naning. Tujuannya agar hewan tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit. Dia menyebut, segala masukan baik itu perihal teknis pemeliharaan maupun pembudidayaan ternak selalu ia ikuti. 

Maka, tak heran pada tahun pertama ia mengikuti program pembinaan dari Baznas, Naning mampu menghasilkan sembilan ekor domba yang siap dijual dan disalurkan pada Idul Adha tahun itu. Domba-domba yang diproduksi Naning pun tak main-main, bobotnya cukup besar dengan kualitas kesehatan yang mumpuni. 

"Alhamdulillah, domba-domba saya sehat dan bugar. Gemuk-gemuk, tidak sakit, dan selalu cocok untuk dijadikan hewan kurban di Idul Adha," kata Naning. 

photo
Naning Fitri Rahayu, inspirasi dari peternak mustahik Gresik. - (Istimewa)

Mandiri, keluar dari lingkar kemiskinan

Hidup tak selamanya bergantung sama orang lain. Adakalanya harus sudah menjalani usaha sendiri dan mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga.

Naning menyadari bahwa melalui kemandirian aktivitas ternak yang ia lakukan, ia dapat memiliki tambahan pemasukan yang lebih baik. Hanya berselang beberapa tahun sejak ia memulai aktivitasnya sebagai peternak binaan Baznas, Naning mampu memproduksi puluhan hewan ternak dengan standar kualitas terbaik.

Maka, tak heran dari hasil tersebut Naning mampu berdikari, menghasilkan pendapatan, dan mengubah jalan nasibnya menjadi lebih baik. Dari hasil ternak yang ia peroleh, Naning mampu menyekolahkan dua anaknya ke jenjang pendidikan formal. 

"Saya tak menyangka dari hasil ternak ini ternyata saya bisa membiayai anak-anak saya sekolah. Ini kesyukuran yang luar biasa," kata dia.

 
Saya tak menyangka dari hasil ternak ini ternyata saya bisa membiayai anak-anak saya sekolah. Ini kesyukuran yang luar biasa.
 
 

Naning pun meyakinkan dirinya bahwa segala upaya kebaikan yang dilakukan dengan istiqamah akan menghadirkan hasil yang memuaskan. Seperti ternak yang ia lakukan, mulanya adalah dari tingkatan sederhana, jumlah hewan ternak yang sedikit. Namun, hal itu dia tekuni secara perlahan, kemudian hewan ternaknya terus bertambah hingga akhirnya kini menjadi puluhan hewan ternak.

Hasil itu bukan semata-mata diukur dari nilai besar dalam perspektif manusia, melainkan nilai besar dalam kacamata Allah SWT. Bahwa dengan memperlakukan hewan ternak dengan layak, dia meyakini sesungguhnya terdapat amalan ibadah yang Allah SWT selipkan di sana. 

Di dalam kerja kebaikan ini juga terdapat ibadah. Kerja ini dilakukannya untuk Allah. Ada nilai kepasrahan di dalamnya. Dengan begitu Allah SWT menghadirkan kebaikan dan keberkahan dalam usaha Naning. 

Dia pun berpesan kepada setiap peternak di Indonesia untuk senantiasa memperlakukan hewan dengan layak. Islam melarang umatnya untuk berlaku zalim kepada makhluk apapun, termasuk kepada hewan ternak dan peliharaan. Maka konsistensi, ketelatenan, dan kebersihan serta kesehatan hewan ternak dinilai harus menjadi hal yang senantiasa diperhatikan guna meraih kesuksesan dunia akhirat. 

"Toh kita hidup bukan cuma di dunia. Bisa jadi hewan-hewan ternak yang dulu saya pelihara di dunia, bisa kasih saya senyum di surga," katanya. 

 

PROFIL

Nama lengkap: Naning Fitri Rahayu

Tempat, tanggal, lahir: Surabaya, 29 Desember 1978

Pendidikan terakhir: SD

Prestasi: mampu menjadi peternak mustahik yang menghasilkan banyak hewan ternak sehat. 

 

Kementan Dorong Keberlanjutan Ekspor Ayam

Produk unggas Indonesia akhirnya ikut memenuhi kebutuhan ayam dan produk olahan ayam di Singapura.

SELENGKAPNYA

Jumat Pemulangan Perdana Jamaah Haji

Pihak keluarga tidak diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji.

SELENGKAPNYA

Mahfud Kawal Penembakan, LPSK Siap Dilibatkan

Komnas HAM menolak ambil bagian dalam tim gabungan khusus bentukan Kapolri.

SELENGKAPNYA